SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 47


__ADS_3

Cio kembali duduk dengan tegak di kursinya tapi tangannya masih dengan erat memegang tangan Nuna


"Nunaaaaa" Panggil Cio dan hanya mengangkat alisnya


"Berci aku mau duduk" Pinta Nuna tapi cio menggelengkan kepalanya menolak Nuna


"Tiduran aja nanti sakit Nuna" Jawab Cio sambil mengelus tangan Nuna


"Aku bosan tiduran terus Berci" Jawab Nuna lalu dia memanyukan bibirnya


Cio menunduk lalu dia tertawa kecil melihat Nuna memanyunkan bibirnya


Nuna menengok Cio sambil mengerucut alisnya


"Berci" Panggil Nuna lalu dia menatap Cio


"Kenapa nunduk? " Tanya Nuna dan Cio hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum


"Dia manyun gitu bikin gua salting" Batin Cio


Nuna yang mendengar itu hanya mengerucut alisnya sambil tersenyum tipis


"Berci kamu salting liat aku manyunin bibir aku? " Tanya Nuna dan Cio menganggukkan kepalanya


"Kamu cantik dan menggemaskan" Jawab Cio tapi Nuna hanya menyipitkan matanya menatap Cio


"Chagiyaaaa" Ucap Cio lalu dia tersenyum tapi Nuna yang tahu artinya hanya angguk-angguk


"Apa artinya? " Tanya Cio


"Sayanggg" Jawab Nuna


"Iyah sayangg" Ujar Cio membuat Nuna melotot karena dia sudah dijebak oleh Cio


"Aku mau kamu punya panggilan sayang ke aku Nuna" Ucap Cio


"Aku suka panggil kamu berci, karena itu kan sudah beda dari orang lain" Ucap Nuna


"Ganti! " Suruh Cio dengan tegas membuat Nuna menelan ludahnya dengan susah payah


"Yang bae itu? " Tanya Nuna tapi Cio menggelengkan kepalanya


"Cari yang lain, inisiatif kamu panggil aku" Jawab Cio


"Aku tidur aja yah! gak mau mikirin itu" Ujar Nuna dan Cio langsung melepaskan tangannya dari tangan Nuna bahkan wajahnya berubah ngambek


"Berci" Panggil Nuna tapi Cio hanya mengangkat alisnya dengan malas


"Memangnya panggilan seperti itu harus yah? sedangkan aku jordi saja hanya saling panggil sayang atau biasanya panggil nama" Ucap Nuna

__ADS_1


"Jordi lagi" Batin Cio


King masuk membawa makanan untuk Cio dan juga Nuna


"Makanan datang" Ucap King tapi Cio hanya diam dan King menatap aneh ke Cio


"Makan yang banyak Nuna" Ucap King sambil meletakkan makanan di samping Cio tapi Cio menarik dengan kuat jaketnya King membuat nya terkejut


"Lu kenapa? " Tanya King


"Berani nya lu kasih perhatian buat istri gua? " Ujar Cio lalu dia menatap tajam King sambil berdiri


King terdiam melihat Cio dengan tatapan mata kaget dan Bingung menatap Cio


"Woy lu kenapa? gua cuma bilang gitu gak harus segitunya kali" Ucap King dan Cio melepaskan tangannya dari baju King


"Keluar lu! " Usir Cio membuat King geleng-geleng kepala karena tingkah Cio


"King kamu udah makan? " Tanya Nuna dan Cio langsung membeku tak bergerak


"Aku belum makan tapi aku bakal makan di luar sama orang tua kamu" Jawab King dan dia buru-buru kabur meninggalkan Cio


Cio lalu berbalik dan duduk lagi ke kursinya dengan wajah yang dongkol dengan tangan melipat di dadanya


"Cemburuan banget sih gua" Batin Cio


"Nuna kita pulang besok" Ajak Cio dengan wajah memelas menatap Nuna


"Tiba-tiba aja aku ngerasa kita harus pulang" Sambung Cio


"Aku ikut kamu aja, aku ngerasa udah mendingan juga kok"Jawab Nuna


" Baiklah besok kita pulang yah"Ucap Cio dan Nuna menganggukan kepalanya


"Berci kamu kenapa tetap baik ke aku yang sudah jelas gak tau diri ke kamu? " Tanya Nuna


"Kamu pasti sudah tahu kan jawabannya? Sudah gak usah bahas itu" Jawab Cio lalu menyuapi Nuna lagi


"Kalung ku mana Berci? " Tanya Nuna


"Sebenarnya kalung kamu sudah selesai tapi karena kamu dibawa pergi kesini secara mendadak jadinya aku gak sempat ambil" Jawab Cio


"Sangat berati kah kalung itu buat kamu Nuna? " Tanya Cio


"Karena kalung itu aku bertemu laki-laki seperti kamu" Ujar Nuna membuat wajah Cio memerah panas


"Tapi kalau boleh tahu, apa Jordi masih ada di hati kamu? " Tanya Cio lalu Nuna menganggukkan kepalanya


"Dia baik Berci mana mungkin aku melupakan nya begitu saja" Ucap Nuna

__ADS_1


"Berarti aku belum cukup baik untuk kamu karena kamu belum melupakan Jordi" Ujar Cio lalu dia tersenyum tipis


"Aku sedang mencoba melupakannya Berci jadi aku mohon jangan sebut namanya tapi apa boleh nanti aku ketemu dengan dia? " Tanya Nuna


"Bu-buat apa? " Tanya Cio tergagap


"Untuk bertemu dia! dan katakan semuanya sekaligus aku mau perkenalan kamu dengan dia dengan benar" Jawab Nuna


"Tapi dia sudah mati Nuna!" Ujar Cio membuat Nuna sangat terkejut bahkan tak bersuara lagi


"Nunaaaaa" Panggil Cio dan dia menangis mendengar Jordi sudah meninggal


"Bukan aku Nuna" Ucap Cio takut jika Nuna akan menyalahkan nya


"Aku tahu! karena Juan kan yang sudah membunuh Jordi" Jawab Nuna sambil sesenggukan menangis


"Apa yang sudah dilakukan Juan ke Jordi sampai dia meninggal? " Tanya Nuna sebelum menjawab Cio menghela nafas dengan berat


"Dia mati tertembak di dadanya tapi awalnya sebelum ditembak dia bawa ketempat sepi atau diculik lalu baru di habisi" Jawab Cio dan Nuna semakin nyaring menangis nya


"Jordiii" Ucap Nuna lirih tapi Cio hanya diam lalu dia meletakkan makanan yang di pegang ke atas meja


Cio mencubit-cubit pipi Nuna sambil menghapus air mata Nuna


"Sesedih ini? " Tanya Cio dan Nuna menganggukkan kepalanya


"Semua perbuatan nya akan ku balaskan nanti! bukan karena dia sudah membunuh Jordi tapi karena sudah menculik dan menyakiti istriku" Ucap Cio


"Aku bisa sabar menghadapi tapi aku tidak bisa sabar mengahadapi orang yang membuat istriku terluka" Sambung Cio


"Jordi Berci! di sudah mati" Ucap Nuna lirih


"Aku suami kamu Nuna! apa kah pantas menangisi laki-laki lain di hadapan ku? " Tanya Cio dan Nuna menatap Cio


"Aku sangat cemburu Nuna jika kamu menangisi laki-laki lain" Sambung Cio


"Tapi sekarang aku sangat sedih mendengar kematian Jordi, aku kira Juan hanya menggertak ku" Ucap Nuna dia terus menangis


"Aku bisa menyimpulkan jika seadaiannya Nuna berada di dekat Jordi waktu itu mungkin dia rela menggantikan posisi nya, berarti aku bukan orang spesial untuk Nuna karena aku hanya beruntung karena dia berada di dekatku ketika nyawa ku terancam" Batin Cio, Nuna mendengar nya


"Aku akan keluar membiarkan kamu sendiri dulu"Ucap Cio dia sudah berdiri tapi di tahan oleh Nuna


" Kenapa? biasanya jika kamu sedang sedih pasti akan mengusir ku kan? "Ujar Cio


" Aku gak mau di tinggal sendirian Berci! temani aku"Pinta Nuna lirih dan Cio memeluk Nuna membiarkan Nuna menangis dipelukanya


"Aku hanya menagis karena dia sudah meninggal Berci bukan berarti aku ingin kembali dengan dia" Ucap Nuna


"Iyah" Jawab Cio

__ADS_1


__ADS_2