
Hari sudah malam dan Nuna sampai di rumah sakit dimana Cio di rawat tentu diiringin dengan kesedihan Nuna memasuki rumah sakit tapi syukur nya dia terus menahan tangis nya
Mommy Intan dan Serena masih belum ada karena menunggu urusan pemindahan Serena lagi bahkan Daddy Rio ikut menjemput Mommy Intan
Nuna ingin masuk tapi tangannya di tahan oleh King yang masih di sana menunggu Cio dengan Prince Papinya
"Cio sedang istirahat Nuna" Tegur King tapi Prince menepis tangan King dari tangan Nuna
"Biarkan dia King!" Ucap Prince lalu King membiarkan Nuna masuk kedalam
Nuna masuk dengan pakaian steril bahkan sebelum kerumah sakit tadi dia di suruh untuk membersihkan dirinya dulu baru ke sana
Nuna berjalan perlahan sambil menatap suaminya yang sedang tak sadarkan diri
Banyak alat yang melekat di tubuh Cio bahkan tangan kaki Cio di mengalami patah tulang membuat Nuna benar-benar hancur melihat suami kecil nya harus seperti sekarang
"Berciii" Panggil Nuna lalu mentoel hidung mancung Cio tapi dia tidak menangis
Nuna mengelus dahi Cio dengan jempolnya tapi hanya pelan"Maaf yah karena baru datang"Ucap Nuna berbicara seakan-akan tak terjadi apa-apa padahal hatinya sangat sakit melihat suaminya sekarang
Nuna menatap kaki Cio yang di perban bahkan menggantung dan dia buru-buru menghapus air matanya yang ingin jatuh melihat itu lalu tersenyum
Nuna mencium wajah Cio yang masih bisa dia cium karena wajah Cio juga di perban karena luka sayatan di pipi nya
"Bercii kamu pergi kenapa gak ngomong atau ijin ke aku waktu itu?" Tanya Nuna
"Setidaknya aku bisa halangi kamu pergi" Ucap Nuna lagi
Nuna melihat ekpresi wajah Cio seperti menahan sakit tapi matanya masih terpejam dengan rapatnya
Kali Ini Nuna tak bisa menahan tangisnya melihat Cio yang menahan sakit begitu teramat sampai ke alam bawah sadarnya
Air mata Nuna tumpah dia berharap bisa memeluk Cio tapi dia takut akan menambah rasa sakit yang Cio tahan
"Apa salah suami ku Tuan Figo sampai kamu lakukan ini padanya? bahkan dia kesakitan sampai ke alam bawah sadar nya" Ucap Nuna
__ADS_1
"Bagaimana aku bisa menghargai mu sebagai Papah ku sedangkan kamu saja seperti ini pada suami ku" Ucap Nuna sambil menghapus air matanya sendiri
Dari balik kaca luar ruangan Cio ada King yang sedang menatap Nuna yang sedang menangisi Cio
"Aku hanya bisa membawa nya pulang dengan selamat Nuna tapi tidak bisa memastikan jika dia baik-baik saja" King membatin
Nuna mendengar suara King lalu dia menoleh ke King sampai King sendiri terkejut lalu Nuna mengangguk pada King lalu dia kembali menatap Cio
"Nuna menoleh? seakan-akan dia mendengar apa yang aku ucapkan" Ucap King tak percaya
"Nuna bisa mendengar suara hati siapapun King" Bisik Tiara Aiden di telinga King
"Dia wanita istimewa yang pernah masuk kedalam keluarga ini makanya aku juga senang dengan dia" Sambung Tiara Aiden tapi hanya bisikan di telinga King tanpa menampakkan wujudnya ke King
"Benarkah? apakah ada kemampuan seperti itu? " Tanya King tak percaya
"Di dunia sangat banyak manusia yang hidup King kenapa kamu heran dengan hal seperti itu? " Jawab Tiara Aiden lalu dia muncul tepat di samping King
"Tapi jangan pernah kamu meletakkan rasa kagum pada Nuna karena dia istri sepupu mu" Nasehat Tiara Aiden dan King langsung menatap Tiara dengan cepat bahkan ekspresi seperti terkejut tapi Tiara hanya tersenyum pada King
"Itu tidak mungkin" Jawab King tegas tapi Tiara hanya diam
"Sama seperti Papi kamu dulu King, ketika dia sudah menemukan kebahagiaan nya aku akan menemui dia lalu berpamitan" Ucap Tiara Aiden
"Dia tidak pernah melihat ku tapi aku selalu bersama dia padahal karena jujur aku masih mencintai dia" Sambung Tiara Aiden
"Tapi ternyata aku hanya menemani masa SMA bukan masa depan dan masa tua nya" Tambah Tiara Aiden
"Tapi aku senang karena dia memberikan nama ku di kamu berarti dia masih mengingat ku" Ucap Tiara lagi
"Tetap bersama ku Tiara walaupun aku menemukan jodoh ku nantinya" Ucap King pada Tiara
"Aku hanya melihat kamu dari kejauhan King jadi nikmati saja sekarang sebelum kita berpisah" Ucap Tiara lalu dia menatap Prince yang baru datang karena dia tadi dari toilet sebentar
Tatapan Tiara Aiden sangat dalam pada laki-laki yang sudah berumur itu seakan-akan dia masih melihat Prince di era nya dulu
__ADS_1
Lalu dia menghilang karena prince semakin mendekat King "Papi" Ucap King dan Prince berdiri di depan King
"Papi liat kamu lagi ada yang di pikirkan? " Tanya prince
"Tidak ada" Jawab King ketus pada Papi nya dan Prince hanya geleng-geleng saja
Disisi Nuna
Sejak tadi tidak mau melepaskan tatapan matanya pada Cio tapi syukurnya tangisnya sudah mereda
Wajah Nuna dari tadi pucat karena dia memang belum makan untungnya menstruasi sudah selesai
Nuna merasa kepalanya berkunang-kunang dan dia hampir terjatuh tapi ada tangan yang menahan tubuh Nuna dia adalah King
"Muka kamu pucat Nuna" Ucap King lalu menggendong Nuna membawanya keluar ruangan Cio
King mendudukkan Nuna dikursi "Kamu sudah makan Nuna? " Tanya Prince pada Nuna
"Belum Om" Jawab Nuna sambil memegangi kepalanya
"Kenapa gak makan Naaa? perjalanan kamu kesini aja udah lama masa iyah kamu gak makan? " Ucap King seperti mengomeli Nuna
"Oh yah Papi tadi ada beli makanan kan? " Tanya King dan dia juga baru ingat lalu mengambil makanan yang ada di kursi sebrang mereka lalu menyerahkannya pada Nuna
"Sekarang makan! " Suruh King dan Nuna mengangguk bahkan King menyiapkan makanan untuk Nuna
Nuna makan dengan perlahan tapi matanya masih kosong pasti sedang memikirkan suaminya
"Naaa makan jangan ngelamun" Tegur King lalu Nuna mengangguk
"Selama Cio tidak sadarkan diri nya aku janji bakal jagain kamu Nuna" Ucap King
"Aku gak butuh penjagaan kamu King, aku takut nantinya ada cerita yang gak benar lagi lalu suami ku bangun malah dia salah paham" Tolak Nuna atas janji King barusan
"Apa Cio akan cemburu dengan ku? padahal aku sepupunya" Ucap King lalu dia tertawa
__ADS_1
"Baiklah aku bakal tetap jagain kamu tapi tipis-tipis aja dan sekarang habiskan makanan nya" Ucap King lagi
Nuna hanya mengangguk tanpa tersenyum atau tertawa karena tersenyum atau tertawa seperti n sulit terukir di bibirnya