
Sore berganti malam
Cio dan Nuna sudah selesai dengan mandi dan juga makan malam tapi Cio mengajak Nuna keluar untuk membeli cemilan sekalian juga untuk menaikkan mood Nuna yang masih turun naik karena sejak tadi dia mendiamkan Cio
Di dalam mobil juga Nuna tetap diam membuat Cio sangat gelisah bahkan serba salah dengan tingkah Nuna
"Nunaaaa" Panggil Cio pelan tapi Nuna hanya menatap datar Cio
"Aku tadi cuma bercanda loh Nuna" Sambung Cio tapi Nuna hanya menganggukkan kepalanya
"Kalau tau aku bercanda kenapa diamin aku sejak tadi loh" Ujar Cio lagi
"Aku lagi males ngomong" Jawab Nuna lalu dia berdecak kesal
"Iyaaa" Ucap Cio karena takut Nuna akan semakin marah nantinya
Ponsel Cio berdering lalu Cio menepikan mobil nya untuk menerima telpon dari Serena adik manjanya
"Kakaaaaa" Teriak Serena karena Cio sudah mengangkat telponnya
"Kaka gak budek Serena ngapain harus teriak sih? " Tegur Cio sedangkan Nuna tersenyum tipis
"Kaka Serena kangen" Rengek nya pada Cio
"Kangen? kalau kangen kan kamu bisa ke mansion kaka dan tadi siang juga kamu ngambek ke kaka kan" Tanya Cio lalu dia tertawa
"Oh ya aku kan ngambek ke kaka" Jawab Serena
"Tapi Serena kangen kaka, gak ada orang yang di jahilin soalnya kaka gak ada" Sambung Serena lagi
"Kaka! Serena nikah juga yah? Sama temannya Daddy" Ujar Serena tiba-tiba membuat Cio melotot
"Jangan aneh-aneh Serena Daddy juga gak bakal izinin kamu" Tegur Cio
"Kata siapa? Malah Daddy yang nawarin aku buat tunangan sama dia" Ujar Serena
Cio langsung mematikan ponselnya dan ekspresi nya juga sangat kesal
"Kok bisa Daddy dan Mommy gak bilang sama aku? Ini gak bisa di biarin, Serena itu masih kecil mana bisa mau ditunangkan" Cio membatin
Nuna yang melihat Cio kesal pun menyentuh bahu Cio dengan lembut
"Kenapa? " Tanya Nuna
"Gak papa" Jawab Cio tapi wajahnya masam
__ADS_1
Cio melajukan mobilnya lagi menuju supermarket yang memang sudah dekat
"Bercio"Panggil Nuna
" Iyah"Jawab Cio
"Muka kamu kaya kesal? gak mau cerita? " Tanya Nuna lembut
"Gimana gak kesal sih? Daddy dan Mommy gak bilang apa-apa tentang Serena yang mau di tunangan" Jawab Cio
"Aku putra sulung masa aku gak tau apa-apa tentang ini" Ujar Cio masih mengomel
"Kamu kenapa marah gitu sih? atau kamu cemburu kalau Serena mau tunangan dengan Laki-laki lain? " Tanya Nuna
"Itu pasti Nuna karena pasti dia gak akan lagi ngerengek ke aku atau bicara hal yang aneh-aneh"Jawab Cio dan Nuna hanya angguk-angguk kepala
Mereka sampai di supermarket tujuan mereka dan mereka pun turun dari mobil lalu masuk
Cio berkeliling sedangkan Nuna ada disamping Cio membantu Cio mendorong troli karena tangan Cio yang masih luka
"Kamu beli apa ambil aja" Suruh Cio
"Boleh ambil apapun? " Tanya Nuna dengan polos pada Cio
"Asal kamu jangan ngambek-ngambek lagi, iyah! ambil aja apa yang kamu mau" Jawab Cio
Cio hanya tersenyum sambil berjalan mengikuti Nuna dan Nuna lebih banyak mengambil cemilan yang berukuran besar-besar tidak lama sudah hampir penuh troli yang Nuna dorong tadi
Nuna berjalan sambil senyum-senyum mendekati Cio yang sedang berada di antara di tempat makanan frozen food
"Sudah? " Tanya Cio dan Nuna menganggukkan kepalanya sambil tersenyum seperti anak kecil
"Mau lagi? " Tanya Cio lembut pada Nuna
"Gak ada" Jawab Nuna
"Aku ambil-ambil makanan frozen food dulu yah" Ucap Cio dan Nuna mendekati Cio membantu Cio memilih-milih
Nuna menoleh kebelakang karena dia mendengar suara seseorang yang sangat dia kenal dan ketika dia menoleh benar saja jika itu adalah Jordi dengan Mamahnya
Jordi juga melihat Nuna, Cio yang melihat Nuna terbeku melihat sesuatu, ikut menatap arah tatapan Nuna
Cio melihat itu dan dia meraih pinggang ramping Nuna lalu mendekatkan Nuna dengannya
Mamah Jordi diam karena melihat Nuna dengan Cio apalagi dari leher Nuna ada bekas-bekas merah walaupun sudah memudar
__ADS_1
"Oh ini cowo nya? berarti sejak malam itu kalian sudah selingkuh dari gua? " Tanya Jordi
"Kenalkan saya Arbercio Dirgantara Wijaksono suami sah dari Nuna" Cio memperkenalkan dirinya pada Jordi dan Mamahnya
"Suami? " Ujar Mamahnya Jordi tidak percaya
"Pasti kamu hamil duluan kan Nuna makanya kamu menikah mendadak" Fitnah Mamahnya Jordi
"Jelaslah Mah" Tambah Jordi lalu tersenyum mengejek pada Nuna
"Ini tempat umum jangan buat saya permalukan kalian disini atau yang lebih buruk lagi" Tegur Cio tenang sedangkan Nuna hanya diam dan malah dia memeluk tangan Cio
"Lu siapa yang bisa ancam kami? " Jawab Jordi pada Cio tapi Nuna menahan Cio dengan mempererat pelukannya karena Cio sudah ingin mendekati Jordi
"Kenapa rasanya gua pengen banget tunjukin siapa gua, Daddy ada benarnya juga, kalau aku sembunyikan siapa aku orang bisa semena-mena sedangkan kalau orang sudah tau pasti dia akan segan walaupun hanya mendengar nama kita" Batin Cio
"Tapi gua benci harus besar dan terkenal dari telapak kaki Daddy" Batin Cio lagi
"Jangan di tanggapin Berci, tangan kamu masih luka" Tegur Nuna
"Pasti ini cuma tipuan Nuna buat bisa lepas dari gua, pasti nanti dia bakal ngemis-ngemis lagi seperti biasanya" Batin Jordi
"Mamah sangat menyesal karena sudah merestui hubungan kalian Jordi tapi Mamah senang karena Tuhan sudah menujukkan siapa wanita ini" Ujar Mamahnya Jordi
"Kenapa tante? Istriku cantik yah? Iyah makanya saya sangat senang karena sudah menjadi suaminya" Jawab Cio
"Cuma orang bodoh yang sudah membuang wanita seperti dia" Sambung Cio
"Kita pergi dari sini Berci" Ajak Nuna lalu menarik tangan Cio dan pergi meninggalkan Jordi dengan Mamahnya
Jordi menatap punggung Nuna yang semakin menghilang dari tatapannya
"Apa yang dikatakan si brengsek itu benar? Pasti ini cuma akal-akalan Nuna aja atau itu cuma pelampiasan nya aja" Batin Jordi
Disisi Nuna dan Cio
Mereka menuju kasir untuk membayar semua belanjaan mereka tadi
Selama menunggu barang-barang di scan Nuna diam sambil melamun
"Nunaaaaa" Panggil Cio lembut bahkan mba kasir menatap Cio karena mendengar suara Cio yang sangat lembut nya
"Gak usah di pikirin yah! Mereka gak baik buat kamu pikirin lebih baik pikirin aku" Ujar Cio lalu dia tersenyum manis
Nuna hanya diam sambil tersenyum tipis pada Cio menbuat Cio sangat sedih juga melihat istrinya seperti itu
__ADS_1
Semua barang sudah selesai di scan dan Cio membayarnya lalu mereka pun pergi