
Serena sudah pergi ke kampsnya Cio masuk lagi kekamarnya dia tidak menemukan Nuna diranjangnya tapi pintu kamar mandi terbuka sedikit lalu Cio masuk kesana
"Chagiii" Panggil Cio ternyata sedang ada di toilet karena Cio mendengar air mengalir
Pintunya terbuka, Nuna yang keluar sambil menunduk tidak sadar jika ada suaminya didepan pintu membuat nya terkejut
"Berciiii" Ucap Nuna yang hampir menabraknya
"Kamu mau ngapain? kamu masih belum boleh mandi bukan" Tanya Cio
"Aku tau kok! aku tadi mau cuci muka sama gosok gigi terus kebelet pipis" Jawab Nuna lalu Cio menggendong Nuna keluar kamar mandi
Cio mendudukkan Nuna di sisi ranjang sedangkan Cio berjongkok di depan Nuna
"Hari ini aku ada urusan jadi kamu tinggal sana Serena dan sepupu ku yang lain yah" Ujar Nuna
"Kamu mau kemana? " Tanya Nuna
"Mencari tahu tentang kamu Chagii" Jawab Cio sambil mengelus lutut Nuna
"Lama yah? " Tanya Nuna
"Cuma sebentar aja kok Chagiiii" Jawab Cio lembut
"Jangan lama-lama yah Berci, aku di culik lagi" Ujar Nuna manja pada Cio
"Kamu gak akan di culik lagi kalau disini" Ucap Cio
Nuna merentangkan tangannya meminta Cio memeluknya membuat Cio tersenyum lalu dia berdiri dan memeluk Nuna
"Beneran jangan lama-lama yah" Ujar Nuna Cio menganggukkan kepalanya
"Setelah urusan ku selesai aku langsung pulang kok" Ujar Cio
"Iyahhh" Jawab Nuna dengan manja
Hari semakin siang
Cio sudah pergi dan tidak lama Serena, Hellen dan Dania datang ke mansion Cio
"Langsung ke kamar aja, kaya nya kaka ipar ada dikamar"Ucap Serena
Tanpa mengetuk pintu Serena masuk ke kamarnya Nuna, ternyata Nuna duduk diatas ranjang sambil melamun
"Kaka! "Sapa Serena lalu mereka masuk
Nuna tersenyum melihat kedatangan Serena karena dia merasa sangat kesepian
Mereka tanpa permisi langsung ikut duduk di ranjang nya Nuna tapi Nuna tidak melarangnya sama sekali
" Lagi ngelamunin apa ka? Ka Cio pasti pulang kok"Ucap Serena
"Hay! " Sapa Dania pada Nuna
"Selamat siang" Ujar Hellen sopan
__ADS_1
"Pantas Cio tergila-gila, kalau Nuna nya aja secantik ini" Batin Dania membuat Nuna tersenyum tipis
"Kalian kesini mau temenin aku? aku merasa sangat tersanjung karena kalian mau berteman dengan ku yang hanya orang biasa" Ujar Nuna
"Ngomong apa sih? biasa aja,soalnya kita sama kok" Ujar Dania
"Percaya gak ka kalau di paling tua disini? " Tanya Serena berbisik di telinga Nuna menunjuk Dania
"Dia yang paling tua? kamu yakin? emang umurnya berapa" Tanya Nuna
"27 tahun ka" Ujar Serena
"Ngomong apa Serena? jangan bisik-bisik gitu" Tanya Dania
"Dia kayanya gosipin lu ka" Jawab Hellen
Dania tersenyum manis tapi tangannya mengambil bantal dengan pelan lalu langsung melemparkan nya ke Serena mengenai wajahnya
Tapi Serena malah tertawa bukannya marah pada kaka sepupunya
"Oh berarti aku panggil dia kaka dong? " Tanya Nuna karena Usia Dania dan Hellen memang lebih tua dari nya
"Kayanya gak usah deh kamu panggil kami kaka, soalnya kaya ada jarak gitu, panggil nama aja biar akrab" Ujar Dania
"Ka Nia betul" Ujar Hellen
"Oh Iyah, kamu gak kenapa-napa kan? " Tanya Hellen
"Soalnya aku disuruh sama Serena buat periksa kamu" Sambung Hellen
"Penahan nyeri? maksudnya kamu ada luka? bekas apa? jangan bilang kalau Arbercio yang lakukan" Jawab Dania
"Aku punya luka di belakang dan itu bukan salah berci malah dia merawat ku" Ucap Nuna
"Coba aku periksa" Ujar Hellen lalu Nuna berbalik, Hellen juga membuka bajunya agar Hellen melihat lukanya
Hellen sudah tahu jika itu bukan luka karena siksaan atau luka kecelakaan
"Kamu terkena tembak Nuna? " Tanya Hellen lalu dia menganggukkan kepalanya
"Tembak? " Ujar Serena dan Dania bersamaan
"Itu lukanya ada 3 berarti ada 3 tembakkan dong! " Ujar Serena, Nuna menganggukkan lagi
"Kok bisa ka King sama ka Cio gak becus jaga kaka disana? " Tanya Serena
"Kita gak tau kan kecelakaan akan menimpa kita" Ucap Nuna
"Nanti aku kirimkan obat nya yah! soalnya aku gak bawa obatnya, kan kata Serena cuma periksa" Ujar Hellen
"Iyah! " Ujar Nuna
"Kayanya kamu cape banget? Cio terlalu menginginkan anak dari kamu yah? " Tanya Hellen karena dia melihat tanda merah di leher Nuna sedangkan Serena dan Dania saling tatap dengan senyuman penuh arti
Nuna membenarkan lagi baju menghadap mereka lagi
__ADS_1
"Aku tidak pernah melakukan hal lebih selain berciuman" Jawab Nuna membuat mereka bertiga sama-sama terkejut karena mereka tau penyebab Cio menikahi karena sudah merebut paksa keperawanan ujar Cio nya
"Kamu jangan bohong? kamu pas menikah kemarin aja, aku kira kamu hamil dan lagi Cio mengakatan jika dia sudah mengambil keperawanan kamu" Ujar Hellen
"Bagaimana bisa semuanya terbongkar?" Tanya Dania
"Serena kamu tau? " Tanya Dania tapi dia geleng-geleng kepala
"Apa jangan-jangan ada hal lain yang buat Cio menikahi kamu?"Tanya Hellen tapi Dania menyenggol tangan Hellen
"Iyah betul juga! soalnya ka Cio baru aja patah hati karena di tinggal gebetan nya ke luar negeri tapi tiba-tiba dia minta nikah sama kaka" Ujar Serena
"Kalian tanya ke Berci nya yah, aku tidak menjawab pertanyaan kalian yang terlalu banyak itu" Ujar Nuna sopan
"Apa tadi pagi ka Nuna dan ka Berci mau lakuin itu tapi ketahan gara-gara aku? soalnya dia kaya kesel terus kaya ngedumel gak jelas gitu" Tanya Serena
"Wah parah nih Serena! gara-gara lu kita gagal punya keponakan" Ucap Dania
"Tau nih" Omel Hellen
"Aku kan gak tau kaka" Jawab Serena
"Pernikahan nya kan mendadak sikap Berci ke kamu gimana? " Tanya Dania
"Ka ngapain tanya begituan? itu kayanya privasi deh" Ujar Serena
"Sejak tadi kita tanya hal privasinya Nuna" Ucap Hellen
"Kalau Cio bersikap kekanak-kanakan kan susah, dia minta nikah kaya minta mobil" Ucap Dania
"Mana Kakek Rio langsung restuin aja lagi" Ujar Dania
"Iyah juga sih! " Ujar Hellen
"Tapi dia gak pernah bertingkah kekanak-kanakan malah sebaliknya,Dia sangat dewasa melebihi umurnya" Ujar Nuna
"Yang bener?" Tanya Serena tidak percaya
"Kalau manja-manja gitu iya sih tapi kalau menghadapi masalah nya dia yang tegas" Ujar Nuna
"Nah itu baru ka Arbercio" Ujar Serena
"Siapa cewe yang buat di patah hati? " Tanya Nuna
"Namanya Lisa ka, Dia primadona sekolah setelah aku" Ujar Serena dengan bangga nya membuat Hellen dan Dania menatap malas Serena
"Ka Cio pernah nyatain perasaan dia tapi belum di jawab malah ditinggal pergi terus lost kontak" Sambung Serena
"Ngapain cerita dia sih? kamu bikin overthinking aja" Tegur Hellen
"Biar gak ada keributan di lain hari" Jawab Serena
"Tapi kamu bikin ke ributan hari ini" Ucap Dania
"Ka jangan di bilangin sama ka Cio nanti aku di omelin habis-habisan sama dia" Pinta Serena lalu Nu menganggukan kepalanya
__ADS_1