
Dia sudah selesai menjelaskan semuanya materinya dan semuanya bertepuk tangan berbeda dengan Cio dan King, mereka hanya diam
"Lakukan meeting 2 hari lagi karena saya belum puas" Ujar Cio
"Banyak yang kurang semua penjelasan kamu tadi, bahkan Daddy ku pun tidak akan mau menerima materi yang sangat biasa itu" Ujar Cio
"Gila nih anak, bahkan gua aja gak pernah ngomong sekasar itu" Batin King
"Apa yang kurang tuan? padahal semuanya sudah sempurna" Ujar klien dari Australia bahkan dia berbahasa Inggris
"Proyek ini sangat besar, apa selera kalian serendah itu? saya akan tetap pada pendirian saya, lakukan meeting 2 hari ini, rubah semuanya buat saya terkesan atau saya akan mengganti kalian semuanya dengan orang-orang yang lebih kreatif lagi" Ujar Cio dalam bahas inggris juga
"Saya permisi"Ujar Cio meninggalkan tempat meeting dan King mengikuti Cio pergi
" Bagaimana ini? 2 hari bukan waktu yang panjang untuk merubah semuanya "Ujar Mereka
" Apa kita bicarakan dengan Tuan Rio saja? "Tanya Mereka lagi
"Itu pilihan tepat" Jawab mereka lagi
Disisi Cio
"Cio lu gila hah? ancam mereka kaya tadi? " Tanya King
"Gila apa nya? bahkan li sendiri aja gak kasih tepuk tangan tadi" Jawab Cio
"Oke jujur sih, kalau materinya memang gak terlalu berkesan tapi setidaknya lu harus hargai usaha mereka" Tegur King
"Menghargai? jika proyek ini hancur siapa yang harus di salahkan jika hanya sebatas menghargai? " Tanya Cio dan King terdiam
"Turunkan ambisi lu Cio" Suruh King
"Awal-awal gua disuruh jadi presdir juga kaya lu tapi semuanya malah makin memburuk sampai Papi yang harus turun tangan" Ujar King
"Diamlah" Suruh Cio pada King
Cio masuk lagi keruangan dan kembali duduk di kursinya sambil bersandar disana
"Setelah nya cuma meeting-meeting kecil, lu gak hadir pun gak papa" Ujar King
"Gua kepikiran Serena" Ujar Cio tiba-tiba
"Lu ngapain buat balas dendam ke si pelaku? " Tanya King
"Awalnya gua ada niatan buat ambil alih perusahaan televisi orang tuanya tapi kepalanya gua lagi kusut kaya gak mampu lakuin itu" Ujar Cio
"Lu masih belum belajar mental Cio? bukannya mental lu seharusnya lebih kuat dari gua? " Tanya King
"Kalau menyangkut Serena mana ada kuat-kuat nya" Jawab Cio
__ADS_1
"Baru juga Serena belum Nuna" Ucap King
"Maksud lu apa? " Tanya Cio
"Mau gua lakuin semuanya? dan beberapa hari ini siaran televisi nya juga kurang bermutu bahkan 2 hari lalu ada kabar gua yang gak enak" Ucap King
"Walau pun cuma inisial tapi cirinya kaya ke gua dan setelah gua cari tahu ternyata emang gua"Tambah King lalu dia tertawa kecil
" Kabar apa? "Tanya Cio
"Gua kedapatan jalan sama artis negara ini" Ujar King dan Cio langsung tertawa
"Artis lu dekatin? ngapain? lu mau ikut pansos, uang lu banyak kali King" Ucap Cio
"Gua cuma dinner biasa, ternyata gak cocok sih" Ucap King dan Cio hanya tergeleng
"Gua mau punya istri dari kalangan kaya kita biar norak-norak banget nanti" Ujar King
"Terserah lu, karena itu jodoh lu" Ucap Cio
"Tipe kaya gini sih? "Tanya Cio
"Kaya Aunty Intan pas Muda lah" Jawab King lalu dia tertawa
"Gila lu, Mommy gua emang paling cantik di circle orang tua tapi jujur kebulean Aunty Gabriel juga cantik poll" Ujar Cio
"25 tahun pas gak sih buat nikah? " Tanya King
"2 tahun lagi yak" Ucap King
"Masih lama" Ucap King lagi
Dan Cio hanya geleng-geleng kepala saja dengan tingkah King
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jam sudah menujukkan pukul 15.08
Nuna sudah di Mansion bahkan sejak 2 jam yang lalu karena dia menunggu Cio datang
Nuna duduk di tangga berharap suaminya datang dengan cemilan di tangannya
Dan benar saja ada suara mobil datang dia langsung berlari keluar untuk menyambut kedatangan suaminya
"Berciiii" Panggil Nuna sambil melambaikan tangannya melihat suaminya yang baru saja keluar mobil
Cio berjalan dengan cepat bahkan berlari kecil agar cepat sampai kepelukan istrinya
"Lama nunggu nya? " Tanya Cio yang sudah ada di hadapan Nuna
__ADS_1
"Bangetttttttttttttttt" Ucap Nuna dengan ekpresi dibuat-buat
"Masuk yuk" Ajak Cio tap Nuna malah melompat seperti tadi pagi jadinya dia menggantung di depan Cio dan Cio pun membawa nya masuk tanpa mengeluh
"Cepatkan aku pulangnya? " Ujar Cio
"Iyah, aku kira benaran pulang jam 4 tadi" Jawab Nuna
"Gimana di kantor dan kuliahnya? " Tanya Nuna
"Kalau kuliah ku masih kaya biasa tapi kaya gak selera soalnya gak ada Serena kalau di kantor ya sakit kepala soalnya aku terlalu berambisi kata King" Jawab Cio
"Semuanya tanyain Serena bahkan Jessica gak masuk" Sambung Cio
"Tandanya orang-orang perduli dengan Serena, aku harap dia cepat pulang dan sehat lagi" Ujar Nuna
"Amin" Jawab Cio
"Tapi kalau urusan kantor kok bisa King nyebut kamu berambisi emangnya kamu ngapain? " Tanya Nuna
"Aku kurang puas dengan meeting penting hari ini dan aku langsung suruh mereka buat ganti semua materi, aku juga ancam mereka, dengan memecatnya" Ujar Cio
"Aku cuma ikutin yang Daddy ajarin aku, aku tegas bukan berambisi kan itu" Tanya Cio
"Proyek ini besar, bahkan proyek yang Daddy pertahanan sejak lama" Ucap Cio
"Aku gak mau aja, proyek nya hancur gara-gara aku Terima beres saja" Ujar Cio lagi
"Aku dengarnya juga kamu tegas sih, mungkin King punya pandangan lain, kan dia juga seorang CEO, bahkan lebih lama dari kamu makanya dia tegur kamu, ya kan? " Ucap Nuna
"Itu benar juga, kayanya aku harus telpon daddy malam ini , kalau siang pasti dia sibuk" Jawab Cio
"Sekalian kita tanya Serena yah" Ajak Nuna dan Cio mengangguk
Mereka sampai di kamar Nuna hendak di bawa cio sampai kekamar mandi tapi Nuna buru-buru melepaskan dirinya dari gendongan suaminya
"Aku siapin baju kamu aja" Ujar Nuna
"Bantuin aku lepasin semua bajuku" Pinta Cio yang ingin di manja istrinya
Nuna yang awalnya ingin keruang baju malah tidak jadi dan kembali lagi mendekati Cio
Lalu membantu Cio melepaskan satu persatu bajunya sampai meninggalkan boxer nya saja
"Aku cape Chagiii" Adu Cio
"Kamu mandi dulu yah, nanti aku ajarin cara hilangin stress dan cape" Ucap Nuna
"Susu" Goda Cio dan Nuna mundur sambil menutupi dadanya
__ADS_1
"Cepat mandi sana" Suruh Nuna
Cio mengedip kan matanya lalu berjalan mundur ke arah kamar mandi sambil menatap Nuna dengan senyuman penuh arti