
Serena berjalan dengan King bahkan King sesekali merangkul pinggang Serena tanpa sadar tapi Serena yang selalu memukul tangan King yang ada di pinggangnya
"Kamu gak mau ucapin selamat ulang tahun buat aku? " Tanya King
"Buat apa? " Tanya Serena
"Ka aku gak enak sama Aunty Tiara bahkan dia sejak tadi natap aku sinis gitu" Ucap Serena
"Mangkanya kamu jangan dekat-dekat dengan dia sama aku aja" Ujar King
"Oh iyah kamu kasih hadiahkan kata Nuna? dimana" Tanya King penuh harap
"Kata siapa? bahkan aku gak beli apa-apa" Jawab Serena
"Jangan bohong Serena" Ucap King dan King berdiri di depan Serena sambil membuka tangannya meminta pada Serena
"Dimana hadiah ku? " Tanya King sambil tersenyum
"Gak ada! " Jawab Serena
"Jangan bohong" Ucap King lagi
"Kalau gitu aku aja yang kasih kamu hadiah" Ucap King dan dia mengeluarkan sesuatu dari kantong jaketnya
Kotak kecil yang berisi cincin di dalamnya tapi Serena benar-benar tidak perduli dengan hadiah yang di berikan King padanya
King membuka nya sambil tersenyum manis didepan Serena "Kata Mommy intan kamu sangat suka dengan cincin tapi aku gak pernah liat kamu pakai cincin? apa kamu nunggu aku yang pasangkan cincin di jari manis kamuu? " Tanya King
"Apa sih ka? Alay tau" Jawab Serena ketus
"Saya gak perduli dengan respon kamu tapi saya akan terus berbuat baik sampai kamu luluh dan terima semua pemberian aku termasuk perasaan ku" Ujar King
"Mana tangannya? " Tanya King tapi Serena menyembunyikan tangannya ke belakang tubuhnya
"Serenaaaa" Ucap King dan dia mau tidak mau menerima Cincin pemberian King bahkan King langsung yang memasangkan ke jari manis Serena
"Sangat cocok" Ucap King dengan senang
Serena menatap King dengan malas lalu pergi meninggalkan King begitu saja tapi King malah tertawa kecil dan mengejar nya
Disisi Nuna lagi
Nuna merasa pegal kakinya sebab dia harus berjalan kaki tadinya untung ada tempat duduk jadinya dia bisa duduk untuk beristirahat sebentar sedangkan ketiga agak jauh dari mereka sebab mengira Nuna dan Cio masih berantem
Cio paham dengan Nuna jadinya tadi sempat mengambil kan makanan gratis yang di sedia bagi pengujung pameran
"Chagii aku kayanya sangat bahagia sampai gak pernah ngeluh apapun selama ini" Ucap Cio
"Benar kah? Aku heran dengan kamu Berci, bisa-bisanya sabar dengan aku yang gak ada kelebihan sama sekali" Ucap Nuna
"Kelebihan emang perlu buat membangun sebuah rumah tangga yang sempurna? " Tanya Cio
"Gak kan? tetap aja sih menurutku wanita itu hobby di manja, di sayang terus di makanan enak" Ucap Cio
__ADS_1
"Walaupun katanya cewe itu bisa mandiri tapi kalau ada apa-apa tetap aja cowonya yang di panggil" Ucap Cio lagi
"Berci mau di peluk" Pinta Nuna dan Cio mendekati Nuna lalu memasukkan nya kedalam pelukan nya
"Cape banget yah? " Tanya Cio lalu mencium puncuk rambut Nuna
"Aku kalau cape tinggal minta peluk kamu aja pasti gak cape lagi kok soalnya suami aku itu punya energi yang gak pernah habis apalagi buat ngebahagiain aku" Ucap Nuna
"Penyesalan ku selalu datang pas aku selalu tolak kamu dulu" Ucap Nuna lagi
"Kamu juga hebat kok Chagii, Kamu rela lindungi aku, buat trauma aku berangsur-angsur menghilang bahkan bisa tenangin aku dengan cara kamu yang unik bahkan gak pernah aku temui di dokter ku dulu" Puji Cio
"Kalau sama cewe lain pasti kayanya di tinggal sih, punya trauma dan rasa takut dengan kegelapan itu sangat aneh kan" Ucap Cio
"Semua orang gak ada yang sempurna, Aku gak akan menemukan kesempurnaan Berci tapi aku hanya menemukan ketulusan yang kamu miliki dan itu sudah hampir sempurna menurutku" Ucap Nuna
Nuna meringis sebab perutnya kram karena bayinya kembali menendang perutnya
Cio mengelus perut Nuna dia juga mengelus pinggang Nuna dengan lembut
"Sakit? " Tanya Cio lalu mencium pipi Nuna
"Sebenarnya rasa sakitnya sejak tadi pagi tapi gak sesakit ini" Ucap Nuna
"sakit kenapa? " Tanya Cio panik
"Mau ke dokter? " Tanya Cio lagi
"Namanya Aletha yah" Ucap Nuna dan Cio menatap mata Nuna
"Aletha? " Ujar Cio dan Nuna menganggukkan kepalanya
"Aletha? namanya yang bagus bahkan cantik" Ucap Cio yang senang dengan nama yang di minta Nuna
"Aletha" Ucap Cio lalu dia tersenyum
"Aku suka" Ujar Cio lagi
Cio mengapit pipi Nuna jadinya pipinya semakin bulat "Ayo kita buat Aletha jadi bayi imut dan gemesin" Ucap Cio
"Lepasin Berci" Ujar Nuna sambil memukul-mukul tangan Cio
"Aduhhhh" Ucap Nuna sambil menyentuh pipinya
"Aduhhhhh " Ringis Nuna
"Sesakit itu yah? bukannya aku cuma cubit dikit aja kok" Ucap Cio
"Bukan pipi Berci tapi perut mules" Ujar Nuna
"Mules? mau Bab yah" Tanya Cio
"Mules sakit Berci" Jawab Nuna
__ADS_1
"Kamu mau ke toilet" Ucap Cio
Syifa, Wati dan Pritta mendekati mereka tapi mereka bertiga tidak tahu jika Nuna sakit perut
"Diliat-liat makin romantis aja nih" Tegur Syifa
"Eh ini istriku kenapa? katanya mules tapi sakit" Ujar Cio
"Mau ngelahirin itu" Ucap Pritta
"Angkat Cio! " Suruh Wati yang panik
"Emergency! " Teriak Syifa
King dan Serena mendengar teriakan Syifa pun langsung mendekatinya karena jaraknya juga tidak terlalu jauh
Nuna dia bawa menuju mobil dengan cara di gendong oleh Cio bahkan terlihat jelas jika semuanya sedang panik
Didalam mobil Nuna menangis menahan rasa sakit yang tidak seperti biasanya yang dia rasakan jika mengalami kontrasi
"Sabar yah, tahan yah" Ucap Cio menenangkan Nuna
"Sakitttt Berci" Ujar Nuna sambil menangis bahkan dia menarik baju Cio dengan kuatnya
Syukur 20 menit perjalanan mereka sudah di rumah sakit dan Nuna langsung di bawa ke ruangan penanganan
Cio ikut bahkan menyaksikan perjuangan Nuna melahirkan buah hati mereka
Cio berdiri di ujung kepala Nuna sambil menggenggam tangan Nuna, Cio menangis juga melihat Nuna berjuang dengan nyawanya
"Sakit? " Tanya Cio lirih dan Nuna hanya mengangguk karena dia sudah hampir kehabisan tenaga bahkan tubuh Nuna banjir keringat
"Ayo Aletha cepat keluar Biar Mamahnya gak sakit" Pinta Cio
"Aletha cepat keluarnya" Ujar Cio lagi
"Berci sini tangan kamu" Ucap Nuna lirih
Cio menuruti kemauan Nuna lalu dia memeluk tangan Cio
"Sakittt Bercii" Ujar Nuna lirih
"Tahan yah dan kamu harus tetap sadar" Ucap Cio dan Nuna menganggukkan kepalanya
Di luar ruangan Nuna
Berkali-kali Serena menghela nafasnya karena sangkin takut nya Nuna kenapa-napa
"Kamu nanti kaya gitu juga kan? " Ujar King
"Semua lagi panik, kaka malah ngomong yang gak penting" Omel Serena
"Oke maaf deh" Ujar King
__ADS_1