SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 83


__ADS_3

Nuna dengan membersihkan wajah dan juga sikat gigi lalu Cio datang sambil memeluk dari belakangnya, meletakkan dagunya di bahu nya Nuna


"Chagiiii" Panggil Cio dengan lembut


"Aku salah Chagiii, kamu berhak marah tapi mohon maafkan aku" Ujar Cio lagi


"Aku cape mau istirahat" Ujar Nuna sambil melepaskan tangan Cio yang melilit di pinggangnya lalu meningglkan Cio


Cio mengejarnya lalu berdiri didepan Nuna dengan tangan terbuka


"Chagiii aku terpaksa lakuin itu semuanya demi nama baik Daddy dan Mommy" Ujar Cio terus menjelaskan pada Nuna


"Misalnya itu semuanya tersebar ke media? apa bisa menyelamatkan sesuatu? apa kamu mikir jika aku yang jadi korban dari semua ini? Kamu egois! " Ujar Nuna lalu melewati Cio lagi


Cio menepuk pahanya sambil menghela nafas berat lalu dia menarik tangan Nuna


"Lepasin aku! " Ujar Nuna tapi Cio menggelengkan kepalanya


"Sakit Berci! " Ucap Nuna dengan nada gemetar karena menahan tangis


Cio melepaskan tangannya, dia menundukkan kepalanya


"Aku ceroboh dan bodoh! Aku bertindak seperti pengecut yang di katakan Daddy semuanya benar, jika adalah pengecut" Ujar Cio pelan


"Tapi aku mengumpulkan keberanian buat jujur ke kamu Chagiii supaya aku mengurangi kebodohan ku" Sambung Cio lagi


"Aku sengaja gak aktifin ponselku supaya gak ada yang bisa hubungi aku Chagiii, aku terpaksa" Ucap Cio lagi dengan mata berkaca-kaca


Nuna tidak memperdulikan Cio dia berjalan sama menuju kasur lalu merebahkan tubuhnya


Cio yang melihat itu meneteskan air matanya karena Nuna benar-benar marah padanya


Nafas Cio tiba-tiba memburu bahkan dia memegangi kepalanya karena panick attacks nya kambuh lagi


Cio histeris bahkan dia terduduk di lantai sambil terus memegangi kepalanya


Nuna langsung melompat turun dari kasurnya lalu memeluk Cio


"Berciiii" Panggil Nuna di telinga Cio dengan lembut


"Aku disini, kamu gak perlu panik" Ujar Nuna tapi Cio tetap histeris tapi tidak sekencang tadi


Nuna menyanyikan lagu anak-anak di telinga Cio seperti pertama kali ketika Cio juga mengalami panik attack ketika mati lampu


"Cicak... Cicak di dinding.


Diam-diam merayap.


Datang seekor nyamuk. Hap! lalu di tangkap" Nyanyi Nuna di telinga Cio


Cio mulai berhenti histeris tapi nafasya masih memburu dan berat , Nuna menyandarkan kepala Cio di dada nya

__ADS_1


"Jangan tinggalin aku Chagiii" Ujar Cio lirih


"Aku gak akan tinggalin kamu" Jawab Nuna lalu Cio memeluk Nuna


Cio mencium-cium leher Nuna tapi Nuna tidak menegur Cio, dia hanya mengelus rambut Cio


"Setakut itu kamu Berci pas aku cuekin sampai panick attacks kamu kambuh" Batin Nuna


"Kita istirahat yah! besok kamu kuliah lagi, bahkan malam sudah sangat larut" Ajak Nuna dan Cio hanya mengangguk lalu membawa Cio ke kasur


Cio benar-benar tidak mau melepaskan Nuna bahkan dia terus memeluk Nuna, sampai Nuna susah bergerak karena ulahnya


"Ketakutan ku semakin bertambah Chagii" Ujar Cio


"Kegelapan, kehilangan Mommy, Daddy dan Serena lalu kamu" Sambung Cio


"Aku janji akan selalu bilang dan ijin ke kamu Chagii setelah ini" Ujar Cio lagi


"Aku cemburu Berci bukan masalah kamu gak datang ke acara tadi" Ujar Nuna, Cio melongak menatap Nuna tidak percaya


"Cemburu? " Tanya Cio


"Sangat cemburu, Andai kamu gak kaya tadi mungkin aku cuekin kamu sampai besok lalu besok lagi dan seterusnya" Jawab Nuna


"Tega cuekin aku? " Tanya Cio dengan ekpresi memelas


"Tega mana aku sama kamu? Kamu jalan sama Jessica ketimbang aku" Ujar Nuna


"Aku salah Chagiii, maafin yah" Ujar Cio


"Gini yah rasanya pas kamu lebih memilih sabar, pas aku ketemu sama Jordi dulu"Ujar Nuna dan Cio melongak menatap Nuna


"Aku aja udah lupa Chagii, ngapain kamu ingatin lagi? " Tanya Cio


"Aku cuma mau bilang aja, kalau sakit nya sama tapi kaya nya lebih sabar dari aku" Jawab Nuna


"Jadi kamu benaran sayang aku? " Tanya Cio sambil menaikkan tubuhnya agar sejajar dengan wajah Nuna


"Kayanya belum" Jawab Nuna


"Chagiii jangan gitu dong" Ujar Cio sambil mencubit pipi Nuna


"Aku ngapain emangnya? " Tanya Nuna


"Udah yah sekarang tidur" Suruh Nuna dia ingin berbalik membelakangi Cio tapi Cio menahan Nuna


"Aku gak akan kaya gitu lagi yah" Ujar Cio lalu Nuna menganggukkan kepalanya


"Good Night" Ujar Nuna lalu berbalik membelakangi Cio tapi dia memeluk Nuna dari belakang


"Mimpi indah Chagii" Ujar Cio

__ADS_1


Malam berganti siang


Seperti biasanya mereka sedang sarapan di ruang makan tapi Mommy dan Daddy tidak ikut sarapan sebab mereka sudah pergi sejak pagi tadi dani sejak tadi juga tatapan Serena sangat tajam menatap Cio bahkan dia sering mengabaikan Cio


"Serena hari ini mau bareng gak kuliahnya? " Tanya Cio


"Aku bisa sendiri" Jawab Serena ketus


"Eh kamu kenapa? dari tadi kok kaya sinis gitu? lagi PMS atau gimana? " Tanya Cio lagi


"Setelah sarapan, kaka ke kolam renang, aku tunggu disitu" Ujar Serena lalu dia pergi meninggalkan sarapannya


"Serena kenapa? " Tanya Cio bertanya pada Nuna


"Gak tau" Jawab Nuna lalu mereka melanjutkan makan lagi


Setelah selesai Cio langsung ke kolam renang sedangkan Nuna ke kamarnya


Baru Cio membuka pintu menuju ke kolam renang dia sudah mendapatkan pukulan dari Serena


"Serena! " Ujar Cio tidak percaya, Serena yang pintar bela dirimu tentu pukulan keras


Dia memperlihatkan layar ponselnya ke Cio dan Cio juga baru ingat jika Jessica akan memposting fotonya


"Oh kaya gini kaka hah? Gak datang terus jalan sama Jessica? brengsek lu ka" Ujar Serena


"Gak mikirin ka Nuna? dia ngelamun bahkan sedih nungguin kaka" Ujar Serena


"Kaka terpaksa Serena" Jawab Cio


"Terpaksa tapi emang harus foto sedeket itu? bahkan di sosial media kaka aja gak ada foto ka Nuna, kaka gak mau publis dia maksud nya apa? " Tanya Serena


"Masih nungguin Lisa atau gimana? " Tanya Serena


"Gua kecewa sama lu ka" Ujar Serena lgi


"Kamu berhak kecewa Serena atas semuanya tapi yang kamu tuduhkan itu semuanya salah" Ujar Cio


"Ini bukti! sudahlah ka, aku marah ke kaka" Ujar Serena lalu meningggalkan Cio begitu saja


Cio hanya diam sambil menundukkan kepalanya karena dia tidak pernah menduga jika semuanya akan seperti ini


"Jangan sedih" Ujar Nuna yang berdiri di depan pintu, karena dia sejak tadi tidak kekamar melainkan ke kolam renang secara diam-diam


"Chagiii" Ujar Cio


"Kamu dengar semuanya? " Tanya Cio lalu dia menganggukkan kepalanya


"Aku juga di kirimin Serena foto kamu sama Jessica" Ujar Nuna


"Sekarang kamu siap-siap aja yah, gak usah di pikirkan, semuanya baik-baik aja" Ujar Nuna membuat Cio tersenyum, dia berlari kecil untuk memeluk Nuna

__ADS_1


"Terimakasih Chagiii" Ujar Cio lalu mencium seluruh wajah istrinya


__ADS_2