
Serena mengambil ponselnya yang ada di meja samping kasurnya tapi dia tidak sampai syukurnya susternya paham dan mengambilkannya untuk Serena
"Terima kasih" Ujar Serena sambil tersenyum lebar
"Nona lebih baik anda istirahat, jangan bermain gadget dulu" Tegur suster nya
"Aku cuma sebentar kok Sus, nanti aku taruh lagi, ini penting" Jawab Serena lalu kembali fokus pada ponselnya
5 menit kemudian Serena meletakkan kembali ponselnya dengan ekpresi lega
Disisi Nuna
Nuna memegangi perutnya dan bahkan sesekali memijat pinggangnya karena menstruasi nya datang hari ini
Cio tentu menjadi orang yang sangat siaga jika Nuna sedang menstruasi karena Nuna akan sangat jika menstruasi nya datang
"Sakit? " Tanya Cio ekpresi yang sangat khawatir pada istrinya
Nuna mengangguk pelan lalu memeluk tangan kekar Cio dengan manja
"Berciii, aku nyusahin kamu yah kalau menstruasi ku datang? " Tanya Nuna
"Nyusahin? bukannya kodrat wanita jika harus menstruasi? jika tidak , pasti aku akan panik" Jawab Cio dan Nuna tersenyum mendengar jawaban suaminya
Nuna meremas tangan Cio dengan kuatnya bahkan dia memejamkan matanya sambil menggigit gigi bawahnya
"Chagii? kamu gak papa? aku panggilkan ka hellen yah" Tanya Cio bahkan dia ingin berdiri dengan ekpresi kacau melihat Nuna sekarang
"Gak perlu" Tahan Nuna sambil memegang tangan Cio
"Pasti sakit kan?" Tanya Cio bahkan wajah Nuna juga pucat
Cio padahal sudah siap dengan baju formal hanya tinggal pergi saja tapi ketika Nuna duduk di kasur dengan wajah pucat sambil memegangi perutnya jadinya dia belum berangkat
"Chagiii" Panggil Cio dengan lembut sambil menengok Nuna yang menunduk
"Aku gak papa" Tegas Nuna lagi
"Kamu berangkat aja yah"Suruh Nuna pada Cio
" Berangkat? gimana bisa tinggalin kamu sendirian di mansion? "Tanya Cio meninggi karena kesal Nuna menyuruh nya pergi
" Aku gak akan kenapa-napa apalagi masih ada pelayan disini"Jawab Nuna lagi
"Aku juga bakal telpon teman-teman ku kesini yah buat temanin aku" Sambung Nuna agar Cio berhenti mengkhawatirkan nya
"Gak! " Jawab Cio tegas
__ADS_1
"Misalnya aku pergi, emangnya aku bisa fokus tanpa mikirin kamu" Tanya Cio yang mulai mendebat Nuna
"Pritta punya obat yang manjur buat ngehilangin rasa sakit menstruasi aku" Ujar Nuna
Cio diam kali ini lalu dia naik ke atas ranjang karena dia tadi duduk di sisi ranjang
"Naik ke pangkuan ku" Suruh Cio sambil menepuk pahanya
Nuna tidak menolak lalu dia naik ke pangkuan Cio sambil perlahan
Nuna sudah duduk di pangkuan Cio dan dia mengelus-elus pinggang Nuna dengan lembut sedangkan Nuna meletakan dagunya di bahu Suaminya
"1 jam lagi aku akan berangkat, jadi selama 1 jam itu aku bakal elus pinggang kamu kalau mau tidur lagi tidur aja" Suruh Cio dan Nuna hanya menganggukkan kepalanya
"Chagii ngeliat kamu kayagini sakit banget tau" Ujar Cio
"Sakit menstruasi sudah biasa kok yang belum ku rasakan sakitnya melahirkan" Jawab Nuna
"Benarkah? tapi Mommy gak pernah bilang kalau melahirkan itu sakit malah kata dia sangat membahagiakan" Sahut Cio
"Apa tega seorang Momny bilang kalau melahirkan itu sakit di hadapan anaknya? " Tanya Nuna
"Coba tanya Daddy deh pasti dia nyaksiin gimana Mommy lahirin kamu" Suruh Nuna
"Apa sangat sakit Chagii? " Tanya Cio
"Berci boleh aku tanya? "Ujar Nuna
" Silahkan"Jawab Cio
"Kemarin pas kita nginep di mansion Mommy, aku sempat masuk ke ruang ganti kamar kamu dan aku temuin pintu yang kayanya kamu tutupin, itu pintu apa? " Tanya Nuna
"Bukan apa-apa" Jawab Cio cepat
"Benarkah? aku bisa rasain kalau dada kamu lagi gemetar"" Ucap Nuna
"Kamu masuk? " Tanya Cio
"Gak! soalnya pas aku mau masuk Serena panggil aku" Jawab Nuna
"Hanya ruangan kenangan pas aku SMA" Jawab Cio
"Maksudnya? " Ujar Nuna yang belum mengerti
"Coba jelaskan dengan lebih rinci Berci" Suruh Nuna
"Banyak kenangan ku dengan Lisa di sana yang aku simpan setelah dia pergi, aku sudah lupa semuanya tapi kamu malah ingatkan lagi" Jawab Cio
__ADS_1
"Lisa? kamu masih simpan bahkan di ruangan khusus? " Tanya Nuna yang terkesan cemburu pada Lisa
"Aku akan suruh bodyguard dan pelayan buat buang semua barang-barang yang berkaitan dengan Lisa di ruangan itu, aku bakal ganti dengan kamu nanti" Jawab Cio
"Yakin kamu sudah lupa? " Tanya Nuna dengan selidik
"Chagiii? kamu gak percaya dengan ku?" Tanya Cio
"Aku hanya waspada aja, Lisa datang nanti pasti dia akan gangguin kamu" Ujar Nuna
"Emangnya dia bakal perduli dengan ku? bukannya dia saja tega pergi tinggalin aku" Ucap Cio
"Aku salah Berci dan aku minta maaf, beberapa hari yang lalu aku sempat buka ponsel kamu dan aku liat ada beberapa chat dari Lisa kan" Tanya Nuna dan Cio langsung terdiam dengan pertanyaan Nuna
"Kamu janji bakal tungguin dia? kenapa kamu gak bilang ke aku kalau Lisa ada chat kamu bahkan dia mau pulang buat kamu" Tanya Nuna lagi
"Maaf" Jawab Cio yang hanya bisa mengakatan itu
"Aku mau marah ke kamu waktu itu, tapi aku juga pernah salah tapi aku cuma berharap kamu bisa terbuka lagi ke aku, apa salah nya sih Berci, bilang ke aku" Tanya Nuna
"Kamu sudah gak sakit? " Tanya Cio yang ingin mengalihkan pembicaraan
"Aku gak suka kalau aku lagi serius kamu malah mau alihin pembicaraan" Tegas Nuna pada Cio bahkan dia melepaskan pelukkan turun dari pangkuan Cio
"Jawab aku Berci" Suruh Nuna meninggi
"Aku lupa bilang itu ke kamu karena dia chat aku bertepatan dengan pengeroyokan Serena waktu itu" Jawab Cio
"Aku salah Chagiii, tapi aku mohon jangan marah ke aku karena aku sama sekali gak respon dia" Ujar Cio dengan tatapan penuh keyakinan
"Apa bukti jika kamu gak respon dia? " Tanya Nuna
"Aku memang gak punya bukti tapi jujur bahkan berani bersumpah Chagii" Jawab Cio
Nuna hanya diam lalu merebahkan tubuhnya bahkan menyelimuti tubuhnya sendiri
"Kamu berangkat aja ke kantor, suasana hati ku lagi kacau, aku gak mau berdebat apalagi kita sampai bertengkar nanti" Suruh Nuna
"Aku baik-baik aja jadi kamu gak perlu khawatirin aku" Sambung Nuna yang membelakangi Cio
"Chagii" Panggil Cio pelan tapi Nuna tidak meresponnya
Cio menghela nafasnya lalu dia turun dari ranjang dan keluar dari kamar dengan loyo
Nuna menatap pintu yang baru saja di gunakan oleh Cio keluar tadi
"Aku cemburu, marah dan kesal Berci karena kamu masih berhubungan dengan Lisa bahkan tanpa sepengetahuan aku" Ujar Nuna
__ADS_1