
Mamah Figo langsung histeris melihat Suaminya terjatuh ke lantai dengan pisau yang masih menusuk menusuk di dadanya
Nuna hanya diam dengan tangan yang berlumuran darah bahkan bajunya juga ada ada darahnya Tuan Figo
Mamah Figo memanggil para anak buahnya untuk membawa suaminya secepatnya kerumah sakit
"Jika benar suamiku mati maka dia juga harus mati" Ucap Nuna dengan tatapan tajam
"Apa kamu gila Nuna? Dia Papah kamu" Ucap Mamah Figo yang ingin pergi tapi terhenti karena mendengar ucapan Nuna barusan,sedangkan Tuan Figo sudah pergi
"Sejak kapan aku menganggap nya Papah? Bahkan aku juga tidak mengangap mu Mamah ku lagi, karena kalian yang biadab karena sudah melakukan ini semuanya" Ucap nuna
Mamah Figo hanya diam dan langsung pergi meninggalkan Nuna di kamar yang kembali di kunci oleh nya dari luar
Nuna masih berdiri sambil menatap tangannya yang berlumuran darah Tuan Figo
"Kenapa dengan ku? apa sekarang sudah menjadi orang jahat? jika aku marah, aku rasanya ingin membunuh orang itu" Ucap Nuna dan heran dengan dirinya sendiri
Dan dia duduk di sisi ranjang sambil melamun kan dirinya yang baru saja menusuk Tuan Figo
Disisi Serena
Serena ke mansion nya King dan dia keluar mobil tapi malah King juga baru pulang setelah Serena datang
Serena berlari mendekati King tapi King bersikap cuek pada Serena karena dia lelah
"Ka bantuin aku temuin ka Cio, dia hilang ka" Pinta Serena
"Kaka cape Serena" Ucap King malas
"Aku mohon ka! " Ucap Serena sambil menarik-narik tangan King
"Setelah kaka istirahat yah, nanti kaka bantuin" Jawab King
"Kapan kaka selesai istirahat" Tanya Serena
__ADS_1
King membungkukkan badanya, mensejajarkan wajahnya dengan Serena
"Coba liat mata kaka ini Serena, sudah berat sekali rasanya buat di buka" Ucap King
"Kaka dari mana emang? " Tanya Serena sambil mengelus alis King yang tebal
"Cari Nuna tapi kaka gak tau kalau Cio juga hilang" Jawab King
"Yakin kaka Gak tau? " Ujar Serena
"Kamu gak percaya? " Tanya King
"Apa kaka pura-pura gak tau " Ujar Serena yang masih mencurigai King
King berdiri tegak lagi dan berjalan melewati Serena tapi dia mengejar King
"Ka King" Pangil Serena
"Apa bontot" Jawab King
"3 jam aja kaka istirahat yah Serena" Ucap King
"Lama banget" Ucap Serena
"Kalau gak mau ya udah" Ucap King
"Iya-iyah mau" Ucap Serena dan King mengangguk
King masuk ke kamarnya sedangkan Serena malah ke kamar Hellen yang memang tidak ada jadwal ke rumah sakit hari ini
"Kaka! " Panggil Serena yang muncul di depan pintu Hellen
Hellen sedang membaca buku , dia tersenyum melihat Serena datang
"Sini" Suruh Hellen dan Serena berlari menghampiri Hellen layaknya anak kecil
__ADS_1
Serena duduk di depannya Hellen yang duduk di tengah-tengah kasurnya
"Cio dan Nuna hilang? " Tanya Hellen dan Serena mengangguk tanda mengiyakan
"Aku kesini mau minta bantuan ka King tapi katanya dia kecapean, soalnya dia juga ikut cari ka Nuna sejak tadi malam" Ucap Serena
"Aku disini yah cuma 3 jam kok" Ucap Serena
"Kamu ini,Papi ku sudah bantu cari Cio dan Nuna kalau aku gak bisa ikut cari" Ucap Hellen
"Kaka itu dokter ngapain ikut cari, kalau cari penyakit pasti dapat kan" Ucap Serena
Hellen menutup bukunya dan meletakkan bukunya ke atas meja di samping tempat tidurnya
"Akhir-akhir ini kamu dekat sekali dengan king bahkan Papi juga bilang itu" Ujar Hellen
"Kan Ka king sering ke mansion ku ka tapi dia sering samperin ka Nuna bukan aku" Ujar Serena
"Nuna? " Ujar Hellen heran tapi Serena hanya mengangguk
"Ngapain dia? " Tanya Hellen
"Ngomong aja sih tapi kaya rahasia gitu" Jawab Serena dan Hellen hanya diam memikirkan King
Disisi King
King menghempaskan tubuhnya di atas ranjang King size nya lalu dia menatap langit kamarnya
"Baru pertama kali tiara ancam aku seperti tadi, apa dia benar-benar gak mau liat aku menyukai wanita lain" Ucap King
"Apa aku gak boleh menyukai wanita nyata" Ucap King lagi
"Melupakan Nuna atau membiarkan Tiara pergi itu sulit tapi aku harus memilih" Ucap King
King menutup matanya lalu tertidur sebab dia benar-benar merasa lelah akibat mencari Nuna semalaman
__ADS_1