SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 27


__ADS_3

Mereka sampai di mansion dan Cio berniat membuka kan pintu untuk Nuna tapi dia sudah keluar terlebih dahulu dari Cio


Nuna berjalan terlebih dahulu dari Cio sedangkan dia mengikuti dari belakang


"Nuna" Panggil Cio tapi dia tidak menghiraukan Cio, dia tetap berjalan sesekali menghapus air matanya


Cio berlari kecil dan berusaha meraih tangan Nuna dan berhasil


"Kenapa Nuna? " Tanya Cio lembut


"Aku cape Berci" Jawab Nuna dengan nada lemas dan Cio menarik tangan Nuna dan menggendongnya


"Cape kan? " Ujar Cio tapi Nuna hanya diam lalu cio membawa nya menuju kamar


Nuna diam sambil menatap wajah Cio yang menggendongnya dengan serius


"Jangan terlalu menatap ku nanti mimisan" Ucap Cio dan dia menunduk menatap Nuna dan Nuna malah tersipu malu membuat Cio terkekeh


"Jika kamu cape untuk berjalan aku akan menggendong kamu, kalau kamu butuh telinga aku siap mendengarkan dan juga bahu siap untuk jadi tempat terfavorit untuk bersandar" Ucap Cio lembut layaknya sutra


"Tapi aku mohon jangan pernah sekalipun berniat untuk meninggalkan aku Nuna karena kalau gak sama kamu aku hancur" Sambung Cio dan Nuna Nuna hanya diam


Mereka sampai di kamar dan Nuna diturunkan oleh Cio dan Nuna ingin pergi menuju kamar mandi tapi Cio menahannya


"Kenapa Berci? " Tanya Nuna tapi dia hanya diam sambil menatap Nuna dengan senyuman manisnya


"Apa aku orang jahat Nuna? " Tanya Cio membuat Nuna mengerucutkan alisnya


"Jahat? " Jawab Nuna


"Ya! Karena aku sangat senang ketika tau kamu sudah putus dengan Jordi bahkan didepan mata ku" Ucap Cio tapi Nuna menepis tangan Cio tadi dan ekspresi juga berubah menjadi sedih


"Kenapa Nuna? " Tanya Cio dan dia mendekati Nuna tapi dia melangkah mundur sambil menggelengkan kepalanya


"Kenapa harus aku Berci? kenapa gak orang lain aja atau teman sekolah yang kamu sukai itu yang ada di posisi ku" Ucap Nuna dan menatap Cio


"Kenapa kamu? Aku juga tidak tahu Nuna tapi jujur saja aku lebih mengemis ke kamu dengan tanpa malu ketimbang aku harus dengan yang lain" Jawab Cio dengan tatapan matanya sangat lembut


"Dari keturunan kalangan atas Bercio kenapa mau dengan ku? sudah jelas tidak memiliki apa-apa bahkan asal-usul keluarga juga tidak jelas" Ucap Nuna

__ADS_1


"Aku tidak pernah di ajarkan oleh kedua orang tua ku untuk memandang orang dari 2 hal itu Nuna" Ujar Cio dan dia tersenyum


"Kamu sudah putus dan jadilah istriku yang baik Nuna dan aku akan fokus ke pelajaran nantinya kamu sport sistem ku" Sambung Cio


Nuna menghela nafasnya dan menatap Cio dengan tatapan mata sendu


"Semoga nanti tatapan sedih dan sendu itu berubah jadi tatapan mata dengan penuh cinta" Batin Cio


"Aku akan berhenti merasakan cemburu karena Nuna akan sibuk memikirkan ku saja nanti hihihi" Batin Cio


Nuna mendengar semua itu dan dia berjalan mendekati Cio, berdiri di depan Cio lalu mengelus rambut Cio sambil berjijit


"Apa aku bisa percaya dengan kamu Berci" Tanya Nuna pada Cio membuat Cio mengerucutkan alisnya


"Aku akan coba menyibukkan diri untuk memikirkan kamu bukan cuma pikiran ku saja tapi juga perhatian ku" Sambung Nuna


"Benarkah? " Tanya Cio tak percaya wajah nya juga jadi menggemaskan karena terkejut


Cio mundur beberapa langkah dan dia menundudukkan kepalanya, ekpresi nya juga sangat senang sambil menepuk-nepuk wajahnya


"Tangan kamu masih luka Berci" Tegur Nuna tapi Cio berlari kecil dan memeluk Nuna


"Aku cape bertengkar dengan kamu Berci, Aku cape nangis-nangis karena sudah bela laki-laki seperti itu" Kata Nuna


"Jika aku sudah memiliki paket sempurna ngapain aku masih cari yang jelas gak ada tandingannya dengan yang ku miliki sekarang" Sambung Nuna dan Cio seperti terbang karena ucapan Nuna barusan


Cio melepaskan pelukkan dan berdiri di depan Nuna tapi Nuna panik karena Cio menangis dihadapan Nuna


"Aku sangat bahagia Nuna sampai nangis kaya gini" Ucap Cio sambil menghapus air matanya dengan punggung tangannya bahkan ekspresi cio sangat lucu membuat Nuna yang awalnya panik menjadi tertawa melihat suami kecilnya


"Jika kamu menangis seperti ini rasanya aku bukan melihat sosok suami tapi sosok anak kecil" Ucap Nuna dan Cio menatap Nuna dengan wajah masam dan langsung menyandarkan kepalanya di bahu Nuna


"Sehebat-hebatnya laki-laki atau suami jika dia sudah di depan Mommy nya atau istrinya tingkahnya pasti seperti anak kecil karena mereka berdua itu tempat pulang paling nyaman" Ujar Cio


Nuna mengelus rambut Cio sambil tertawa kecil karena tingkah Cio yang lucu menurutnya


"Semoga keputusan ku benar untuk memperbaiki hubungan ku dengan Berci dan membuang Jordi" Nuna membatin


"Daddy Cio sudah meluluhkan istriku semoga Cio juga nanti bisa seperti daddy dan Mommy yang selalu romantis" Cio membatin

__ADS_1


"Kamu suka curhat ke Daddy kamu? " Tanya Nuna


"Kadang-kadang tapi lebih sering ke Mommy dan Serena sih" Jawab Cio tanpa curiga pada Nuna yang sudah mendengar isi hati nya


"Berarti kita jadi hooneymoon? " Tanya Cio pelan sambil menatap ekspresi Nuna tapi posisinya masih berada di bahu Nuna


"Nanti dulu" Jawab Nuna membuat Cio memanyunkan bibirnya


"Aku gak bakal buat kamu hamil juga kok misalnya kamu gak mau hamil, kita pacaran aja dulu" Ucap Cio dengan nada memanja pada Nuna


"Kamu mau buat aku hamil? baru juga di baikin malah mau di hamilin" Ujar Nuna


"Kalau gak mau juga gak papa kok asal ngerasain aja malam pertama" Jawab Cio menbuat Nuna tertawa dan Cio juga ikut tertawa


"Seperti apa Mommy dan Daddy mendidik Berci sampai menjadi laki-laki sehebat ini? " Batin Nuna


"Dia memang kurang bisa mengontrol emosinya dia memang kasar tapi liat jika dia seperti ini rasanya benar-benar lucu" Nuna membatin


Cio sudah tidak lagi bersandar di bahu Nuna dan dia menatap Nuna sambil menyipitkan matanya


"Kamu kenapa? " Tanya Nuna sambil tersenyum


"Mata aku silau"Jawab Cio


"Silau kenapa? Perasaan lampunya gak terang-terang banget kok" Jawab Nuna


"Soalnya aura bidadari kamu terpancar makanya mata ku silau" Sambung Cio menbuat Nuna geleng-geleng kepala mendengar jawaban Cio yang Menggombali nya,Cio berbalik membelakangi Nuna


"Coba deh kamu sentuh belakang aku" Suruh Cio dan Nuna menuruti nya


"Tulangnya utuh kan? " Tanya Cio dan Nuna menganggukkan kepalanya


"Memangnya tulang kamu ada kurang atau kenapa? " Tanya Nuna


"Tulang rusuknya masih ada? " Tanya Cio


"Masih kok" Jawab Nuna


"Oh iya kan sejak kamu jadi istriku tulang rusuk emang sudah lengkap" Ujar Cio menbuat Nuna menghela nafasnya sedangkan Cio tertawa

__ADS_1


"


__ADS_2