
King dan Cio masih memantau Mansionnya Tuan Figo, sejak tadi Cio menarik baju King membuat nya sangat kesal
"Lu bisa berhenti gak tarik baju gua? " Tegur King
"Istri gua di ambil mereka" Jawab Cio
"Kita ambil balik juga kok, tapi lu jangan kaya orang bego! " Ucap King lalu Cio menganggukkan kepalanya
"Penjagaan nya kurang ketat jadinya lu tenang aja sih" Sambung King
"Tapi kalau masuk bisa di tangkap" Ujar Cio
"King lu sehat kan? " Tanya Cio tiba-tiba membuat King mengerucutkan alisnya
"Maksud lu apa? " Tanya King
"Lu suka ngomong sendiri kan? " Tanya Cio membuat King membuang muka nya tidak mau menatap Cio
"Kapan gua ngomong sendiri? " Tanya King
"Yakin? waktu di nginep di apartemen waktu itu gua pas tidur lu ngomong sendiri kaya ngomong sama orang tapi gak ada" Ujar Cio
"Gua terima telpon mungkin tapi lu gak liat tangan ku yang pas terima telepon nya" Jawab King
"Lu bener juga yah" Ucap Cio dan dia menganggukkan kepalanya
"Untung bisa bohongin nih orang" Batin King
Disisi Nuna
Nuna sedang duduk di kursi roda menatap dari jendela sedangkan Nyonya Figo dan suaminya sudah pergi
"Berci jemput aku" Ucap Nuna dengan lirih
"Aku gak mau disini" Ujar Nuna lagi
Nuna menghapus air matanya yang luruh membasahi wajah nya
Nuna malah teringat Jordi yang sudah meninggal kata Cio tapi dia menepis pikiran untuk mengingat Jordi lalu dia kembali menghapus air matanya
"Aku harus bisa melupakan Jordi karena aku sudah jadi istrinya Berci bahkan dia juga sudah meninggal apa yang aku harapkan dari dia" Ucap Nuna
Nuna menghela nafasnya dengan berat lalu dia menatap kamar tidur nya
BOMMM!
Suara ledakan dari halaman depan membuat Nuna terkejut dia juga menjadi panik lalu dia berusaha berdiri dari kursi rodanya, ketika sudah berdiri dia berjalan dengan perlahan menuju pintu tapi sayang nya pintunya terkunci dari luar
Nuna menggedor pintu nya tapi tidak ada jawaban membuat Nuna menangis lagi karena ketakutan
Luka-luka Nuna bereaksi karena Nuna berkeringat membuat nya terjatuh terkurap
"Berciiiii" Panggil Nuna lirih sambil menahan rasa sakit yang dia rasakan Nuna
__ADS_1
Penglihatan Nuna menghitam lalu dia pingsan tidak sadarkan diri
Disisi Cio
Cio dan King bisa masuk karena pagarnya Mansionnya Tuan Figo sudah rusak karena ulah nya
King melempar kan 2 bom granat membuat anak buah Tuan Figo terluka jadinya dia bisa masuk kesana dengan nyaman
King dan Cio sudah berada di ruang tamu tapi dia cegat oleh Tuan Figo dengan senapan laras panjangnya
"Beraninya kalian mengacau di mansion ku" Tanya Tuan Figo sambil mengarahkan senapang nya ke Cio dan King
Cio dan King tertawa kecil melihat Tuan Figo mengarahkan senjatanya pada mereka
"Mau mengancam kami atau berburu dengan senjata itu? " Ujar Cio
King mengeluarkan pistolnya dari balik jaketnya mengarahkan nya pada Tuan Figo
"Dengan pistol pemberian kakek saya, saya bisa membuat sarang lebah di kepala anda" Ucap King lalu dia tersenyum miring
"Gua juga mau pamer pistol pemberian kakek gua" Ucap Cio lalu dia mengeluarkan nya dari balik jaketnya
"Jangan bunuh suami ku" Teriak Nyonya Figo berdiri di tengah-tengah mereka
"Makanya kembalikan istriku kalau tidak akan ku ledakan mansion ini" Ancam Cio dengan serius
"Dia putri kami bahkan matipun saya tidak akan menyerahkan nya" Ucap Tuan Figo
"Serahkan cepat istriku! karena mansion ini sudah kurang aman untuk istriku" Ucap Cio
"Aku akan serahkan dia ke kamu tapi ada satu syarat" Ujar Nyonya Figo
"Apa? " Tanya Cio
"Ijinkan kami menemuinya kapan pun nantinya dan aku mohon bujuk dia agar bisa menerima kami" Ucap Nyonya Figo
"Baiklah" Jawab Cio mengiyakan syarat dari Nyonya Figo
"Dimana istriku? " Tanya Cio
"Di ada kamarnya, Kamu naik saja ada 5 kamar yang baris,kamar yang ke tiga itu kamarnya" Jawab Nyonya Figo
"Bodoh kenapa kamu beritahu? " Ucap Tuan Figo
"Diamlah karena ide bodoh mu kita hampir kehilangan semuanya termasuk Nuna" Jawab Nyonya Figo tanpa menatap suaminya
Cio langsung berlari menaiki tangga menuju kamar Nuna
Cio sampai di kamar Nuna dia membuka kuncinya yang memang tergantung di lubang pintunya
Ketika Cio membuka pintu dia sangat terkejut menemukan Nuna ada di lantai tidak sadarkan diri
Cio membalik tubuh Nuna lalu menepuk-nepuk pipi Nuna dengan pelan
__ADS_1
"Chagiyaaaa" Panggil Cio sambil menepuk-nepuk pipi Nuna
Nuna membuka matanya ketika dia melihat Cio senyumnya langsung muncul dari bibir tipisnya
"Berciii" Ucap Nuna lalu dia memeluk Cio
"Aku bilang apa? akhirnya kamu datang" Ucap Nuna
"Kamu kenapa bisa pingsan dilantai? " Tanya cio lalu Nuna melepaskan pelukannya menatap Cio
"Aku dengar ledakan tapi pintunya dikunci buat aku panik terus luka ku sakit sampai aku pingsan" Ujar Nuna
"Hari ini kita pulang yah" Ajak Cio
"Iyah Berci aku mau pulang" Ucap Nuna kembali mengalungkan tangannya di leher Cio
Cio mengangkat Nuna lalu membawanya keluar dari kamar Nuna
King tersenyum melihat Cio membawa Nuna sedangkan Tuan Figo menatap sinis pada Cio
"Ayo pergi King! " Ajak Cio tapi Nyonya Figo mengejar Cio
"Nunaaaaa" Panggil nya dan Cio menghentikan langkahnya
Nuna menatap Nyonya Figo dengan wajah datar
"Kami akan mengunjungi kamu nanti sayang" Ucap Nyonya Figo
"Mamah akan selalu mendoakan terbaik untuk putri Mamah" Ucap Nyonya Figo lalu dia mengelus rambut Nuna sambil tersenyum
"Mamah" Ucap Nuna pelan tapi Nyonya Figo mendengar nya, Cio juga mendengar nya dia tersenyum
"Iyah sayangg" jawabnya
"Doakan pernikahan ku Mah" Ucap Nuna
"Pasti sayangg" Jawab Nyonya Figo
"Love you sayang" Ucap Nyonya Figo lagi tapi Nuna hanya membalas senyuman tipis
"Jadilah anak paling bahagia sayangg" Ucap Nyonya Figo lagi lalu Nuna menganggukkan kepalanya
Cio berbalik menatap Nuna Figo dia ingin berpamitan
"Aku dan Nuna akan pulang Mah! jika Mamah ingin bertamu, mansion ku akan selalu terbuka untuk kedatangan Mamah" Ujar Cio
"Mamah akan datang" Jawab Nyonya Figo
"Aku dan Nuna pergi Mah" Ucap Cio dia menganggukkan kepalanya
Cio menatap Tuan Figo yang ada jauh dibelakang Nyonya Figo dia mengangguk pelan kepalanya tanda berpamitan padanya tapi Tuan Figo hanya diam ,Cio pergi dengan Nuna pergi begitupun dengan King
Cio langsung membawa Nuna menuju bandara internasional untuk kepulangan mereka karena Cio tidak mau lagi terjadi sesuatu jika pulang di tunda lagi
__ADS_1