SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 176


__ADS_3

Cio sedang berbicara dengan Mommy dan Daddy nya sedangkan Nuna dengan Serena duduk di di ruang makan


"Ka Nuna bahagia gak jadi istri ka Cio? " Tanya Serena


"Jelaslah Serena" Jawab Nuna


"Tapi maafin aku yah ka dulu pernah bentak kaka" Ujar Serena


"Gak papa kok karena kamu yang tegas makanya pikiran ku terbuka untuk mencoba Terima kaka kamu" Ucap Nuna


"Dasar kalian itu sama, kalau di tegasin baru mikir" Ucap Serena


Nuna tidak sengaja menatap ke depan dan dia melihat King yang sedang berjalan ke mereka berdua


King berdiri disamping nya Serena bahkan langsung mengacak-acak rambut Serena


"Kalian ini makan aja kerjaan nya nanti kalau gendut gimana" Ujar King


"Maksud kaka apaan? " Tanya Serena meninggi tapi King malah mencubit Serena dan dia semakin kesal pada King


"Kata Cio calon anak kalian perempuan? " Tanya King dan Nuna menganggukkan kepalanya


"Selamat yah" Ujar King


King duduk di sampingnya Serena bersebrangan dengan Nuna


"Kamu 2 bulan lagi juga ulang tahun kan? " Ujar King


"Betul" Jawab Serena


"Kamu mau apa? " Tanya King


"Alah kaka sok sokan nawarin sesuatu nanti pas aku ultah kaka nya gak ada" Jawab Serena


"Bilang aja dulu" Ujar King


"Belikan aku helikopter gimana" Ujar Serena asal


"Oke" Jawab King santai


"Jangan ngaco ka, helikopter harganya mahal" Ujar Serena


"Jika saya sanggup belikan buat kamu gimana" Ujar King


"Aku berterima kasih" Ucap Serena dan King hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum


"Nuna boleh ngomong berdua? " Ujar King


"Apaan nih? kaka usir aku? " Tanya Serena


"Kalau kamu paham berarti kamu harus pergi" Jawab King


"Oke-oke" Ujar Serena dan dia pergi meninggalkan King dengan Serena


"Mau ngomong apa King? " Tanya Nuna dan memakan buah jeruk yang sudah di kupas bersih


"Gak ada sih cuma kangen kamu aja" Jawab King dan Nuna tertawa mendengar ucapan King


"Kalau suami ku dengar bisa ngamuk dia nanti" Ucap Nuna


"Ada gak sih satu lagi yang kamu Nuna biar aku cepat nikah dan punya anak juga" Ujar King


"Maksud kamu apa? " Tanya Nuna yang belum tahu jika King memiliki rasa padanya


"Lupakan saja" Ujar King


"Pas kamu bukakan pintu untuk Serena agar bisa bertemu dengan Mamahnya itu" Ucap King


"Kemarin yang kamu lakukan itu sangat berbahaya Naa, tapi kata Tiara bayi yang kamu kandung akan menurun kemampuan kamu makanya kamu bisa sembuh dalam waktu yang singkat" Ujar King lagi


"Bahkan kata Tiara dia bisa seperti ku, bisa berkomunikasi dengan orang sudah mati" Ujar King

__ADS_1


"Akhir-akhir ini aku sering gak bisa dengar suara hati orang lagi itu kenapa? " Tanya Nuna


"Kemampuan yang kamu miliki kemungkinan akan menurun ke anak kamu" Jawab King


"Benarkah? pasti dunianya akan sangat berisik King jika dia memiliki kemampuan sama seperti ku" Ujar Nuna


"Aletha akan bisa melewati semuanya Nuna" Ucap King sambil tersenyum


"Aletha? " Ujar Nuna


"Itu nama yang diberikan tiara untuk anak kamu yang artinya kebenaran" Ujar King


"Bahkan jika benar dia bisa melihat tiara dan bisa berkomunikasi dengan nya, tiara akan menjadikannya sahabatnya" Ucap King lagi


"Se perdulikan itulah Tiara ke anak ku King? " Ujar Nuna


"Jika Aletha besar pasti aku sudah menikah, bukankah kamu sendiri yang bilang jika Tiara akan pergi? dan aku bersyukur bisa melihat nya lagi jika dia bersama dengan anak kamu nanti" Ucap King


Nuna tersenyum mendengar berita yang bawa King membuatnya senang tapi ada rasa takut juga di hatinya


Cio datang dan dia langsung duduk di samping Nuna menatap dengan datar ke arah King yang ada di didepannya


"Ngapain berduaan disini? " Tanya Cio sinis


"Ada hal yang bicarakan dengan dia Cio, kamu jangan mikir yang aneh-aneh dulu" Jawab King


"Oh ya selamat buat kamu" Ujar King lagi


"Bercii" Tegur Nuna yang melihat Cio seperti tidak mood berbicara dengan King


"Makasihh" Jawab Cio malas


"Jaga istri kamu baik-baik Cio, sebab dia lebih terbuka dengan ku ketimbang kamu" Ujar King dan dia berdiri lalu pergi


"Apa maksud King Chagii? " Tanya Cio gelabakan


"Ada hal yang sering kami bicarakan Berci" Jawab Nuna


"Iyah" Jawab Nuna


"Aku kira cuma aku yang tau itu" Ucap Cio kecewa


"Berci kamu marah? " Tanya Nuna


"Aku cape mau istirahat, lagian Mommy, Daddy dan Serena sudah pergi" Ujar Cio bahkan wajah terlihat jika dia sedang kesal


Cio meninggalkan Nuna menuju kamarnya tapi Nuna masih duduk di kursinya membiarkan Cio pergi meninggalkan nya


"Pasti dia marah" Ujar Nuna lalu dia berdiri menyusul Cio yang sudah ada di lantai atas


Nuna masuk kekamar dan dia melihat Cio sedang duduk di sofa dengan ponsel di tangannya


"Bercii" Panggil Nuna tapi Cio tidak menyaut menoleh pun tidak


Nuna berjalan menghampiri Cio tapi Cio membalik tubuh menghadap sandaran sofa


"Bercii" Panggil Nuna lagi


"Kamu istirahat saja sana" Suruh Cio


"Gak bisa tidur kalau gak di peluk kamu" Ujar Nuna


"Aku belum ngantuk" Ujar Cio


"Kamu marah karena King tadi? " Tanya Nuna tapi Cio diam


"Aku kira cuma aku yang tau tapi ternyata King ya juga, apa kamu menyamakan aku dengan King? aku merasa di bohongin" Ujar Cio


"Berciii" Panggil Nuna


"Aku malam ini tidur disini" Ucap Cio

__ADS_1


"Aku tidur disini juga" Ujar Nuna


"Jangan membuatku lebih marah lagi" Ujar Cio bahkan dia langsung duduk menatap Nuna dengan tatapan datar


"Ah kamu tidak akan mengerti perasaan ku" Ujar Cio dan dia berjalan ke kamar mandi


"Berciii" Panggil Nuna tapi Cio tetap masuk ke kamar mandi


Nuna yang melihat sikap cio seperti itu menjadi sedih bahkan Nuna sudah menahan air matanya


Nuna berjalan cepat kekamar mandi ternyata pintu nya di kunci dari dalam


Nuna menendang-nendang pintu nya meminta agar di buka kan oleh Cio


"Berci buka, aku minta maaf kamu jangan marah ke aku"Ujar Nuna sambil menggendor pintu kamar mandinya


" Berciii"Panggil Nuna sambil menangis


"Buka berci aku mau masuk, mau peluk kamu" Ucap Nuna sambil terus mengetuk pintunya


"Berciiii" Panggil Nuna dan dia berhenti mengetuk pintu lalu menangis di depan pintu


Cio keluar dia melihat Nuna yang berdiri sambil menangis


"Hey hey kok nangis" Ujar Cio tapi dia hanya berdiri melihat Nuna yang menangis


"Peluk aku Berci" Pinta Nuna sambil merentangkan nya


"Gak" Tolak Cio bahkan dia melewati Nuna tapi dia mengejar Cio


"Kamu tega biarin aku nangis? " Ujar Nuna


"Ini hukuman buat kamu karena udah terlalu terbuka dengan laki-laki lain ketimbang aku" Jawab Cio dan dia Balkon kamarnya


Cio mengunci pintu balkon nya agar Nuna tidak ikut dengannya


Nuna menangis sambil mengetuk-ngentuk kaca pintu balkon nya


Cio berdiri disana menatap langit malam yang penuh dengan bintang malam ini


Cio benar-benar membiarkan Nuna yang menangis di belakang nya sambil mengetuk pintu balkon


"Hari ini benar-benar sial,ada orang yang ingin membunuhku dan sekarang istriku malah mengobrol sangat dengan sepupuku" Ucap Cio


"Berci! " Teriak Nuna dan kali ini Nuna tidak mengetuk lagi tapi menggendor kacanya sampai terdengar bunyi retakan


Cio menoleh dia kaget bukan main sebab kaca balkon benar-benar retak padahal kaca itu sangat tebal tapi ada lebih membuat Cio terkejut yaitu tangan Nuna berdarah sampai meninggalkan bercak di kaca itu


Cio Buru-buru membuka pintunya dan Nuna langsung memeluknya


"Kamu masih marah ke aku? " Tanya Nuna sambil menangis tanpa perduli tangannya yang terluka


Cio melepaskan tangan Nuna dari tubuhnya lalu melihat tangan Nuna


"Kenapa sampai luka gini? " Tanya Cio lembut


"Kamu gak bukain pintu nya" Jawab Nuna


Cio Buru-buru membawa Nuna ke sisi ranjang dan mengambil kotak obat untuk mengobati tangan Nuna


Cio juga mengambil air hangat untuk mengompres tangan Nuna siapa tau ada kaca yang masuk ke tangan Nuna


Dengan telaten mengobati tangan Nuna bahkan dia juga mengomeli Nuna


"Kenapa senekat ini sih? biasanya juga kalau aku marah cuma biarin aja kenapa sampai lukain diri sendiri" Ujar Cio


"Ini kaca loh Chagii, misalnya kamu kenapa-napa gimana" Ujar Cio lagi


"Maaf" Ujar Nuna pelan


"Lain kali jangan kayagini lagi, iyah aku maafin kamu" Ucap Cio

__ADS_1


"setelah ini istirahat yah" Suruh Cio lembut dan Nuna mengangguk pelan


__ADS_2