SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 164


__ADS_3

Lisa terus menatap Cio tanpa perduli dosen yang sedang menerangkan pelajaran


Sedangkan Cio malah fokus pada pelajaran yang yang sedang di terangkan


Cio tak segan bertanya jika ada pelajaran yang menurut nya kurang mengerti


"Aku akan buktikan jika aku akan jadi lulusan terbaik" Batin Cio


Sampai mata pelajaran dosen itu selesai dan Cio buru-buru merapikan bukunya sebab dia akan keluar kelas, karena dia malas melihat Lisa


Lisa hanya membiarkan Cio pergi tanpa mencegahnya sedikit pun


Cio pergi ke perpustakaan untuk mencari buku-buku yang akan menambah pengetahuan nya


Tapi Nuna malah menelpon nya dan Cio buru-buru ingin mengangkat nya tapi malah ponselnya ada yang merebutnya, yang merebutnya adalah Lisa


Lisa langsung bisa melihat wajah Nuna yang tersenyum, dia mengira jika Cio lah yang mengangkat telponnya tapi dugaannya salah wajah Lisa lah yang muncul di layar itu


Senyum Nuna langsung hilang bahkan matanya langsung datar melihat Lisa


"Hay! Cio lagi sama aku nih, katanya gak bisa diganggu, biasalah orang pacaran" Ujar Lisa dan Cio langsung merebut ponselnya kembali


"Chagiii itu semua gak bener, dia rampas ponselku" Jelas Cio tapi Nuna malah mematikannya telponnya


Cio berusaha ingin menghubungi lagi tapi Nuna malah mematikan datanya jadi dia tidak bisa di hubungi lagi


"Brengsek kamu Lisa" Ujar Cio bahkan dia langsung mejambak rambut Lisa


"Kamu sudah terlalu menganggu Lisa" Ujar Cio dan Lisa malah berteriak minta tolong sebab Cio menjambak rambutnya


Cio melepaskan tangannya dari rambut Lisa tapi dengan kasar bahkan dia sampai terjatuh ke lantai


"Andai ini gak kampus dan gak di perpustakaan, gua hajar habis lu" Ujar Cio bahkan dia masih sempat melemparkan buku yang cukup tebal ke wajahnya Lisa


Lisa terdiam melihat sikap Cio yang sangat mengerikan, bahkan dari tatapannya pun Lisa sudah mengerti mengapa jika jessica sangat takut pada Cio


Lisa meringis sebab ulahnya Cio tadi dan berusaha berdiri, "Sialan aku udah malah gak ada yang datang" Ujar Lisa sambil berusaha berdiri


Di sisi Nuna


Nuna sedang duduk sambil memeluk kakinya bahkan air matanya tak henti membasahi kedua pipinya


"Setega itu Berci sama aku" Ujar Nuna


"Dia sama Lisa padahal dia udah janji gak akan pernah dekat-dekat sama Lisa" Ucap Nuna lagi


Seminggu terakhir memang mood Nuna agak memburuk bahkan dia akan marah atau menangis jika keinginan nya tidak di turuti

__ADS_1


Bahkan jika Cio tidur pakai baju saja Nuna akan protes sambil mengomel tidak jelas


Apalagi dia melihat Cio dengan Lisa sedang berada di perpustakaan dan perpustakaan itu sedang sepi


Telpon kamar Nuna berdering dia tidak berniat ingin mengangkat sampai beberapa pelayan dan bodyguard datang ke kamar Nuna


Nuna mempersilahkan mereka masuk kekamar nya tapi tatapannya tetap kosong


"Nona sedang apa? apa Nona sedang sibuk? " Tanya Pelayan sopan dan Nuna hanya menggeleng


"Mohon aktifkan ponsel Nona yah dan angkat telpon Muda" Suruh Bodyguard yang ikut berbicara


"Kenapa? " Tanya Nuna lemas


"Dia mengancam kami Nona, jika Nona tidak mengangkat telpon nya bisa-bisa kami yang di jadikan pelampiasan nya" Jawab Bodyguard


"Aku tidak mau" Jawab Nuna


"Nona mohon pikirkan nyawa kami, apa Nona rela semua bodyguard dan pelayan disini menjadi baru nantinya" Tanya Pelayan yang juga panik


"Apa suami ku sesadis itu ingin membunuh kalian? " Tanya Nuna dengan nada lemas bahkan tatapan tetap kosong


"Tuan itu sudah sehat Nona, dia lebih seram dari yang kelihatan nya" Jawab Bodyguard


"Kami mohon Nona" Mohon bodyguard dan pelayan itu bahkan mereka duduk di lantai agar Nuna mau mengangkat telpon suaminya


"Bilang aja ke dia, aku tunggu dia pulang gak mau di telpon biar dia jelasin sendiri nanti di mansion" Jawab Nuna


Nona mencari ponselnya dan pelayan buru-buru berdiri untuk mengambilkan Nuna ponselnya


"Ini Nona" Serah Pelayan Nuna


Nuna mengaktifkan ponselnya lagi dan benar saja ada hampir 100 pesan dan telpon Cio dari berbagai sosial media yang Nuna miliki


Nuna menatap layar ponselnya berharap Cio akan menelpon nya tapi hampir 5 dia tidak lagi mendapatkan pesan dan telpon dari Cio


"Dia gak telpon" Ujar Nuna


"Kayanya dia masuk kelas lagi" Ujar Nuna


"Kalian boleh pergi" Suruh Nuna


Mereka bisa bernafas lega dan keluar dari kamar Nuna sambil mengelus dada masing-masing


Disisi Cio lagi


Cio kembali ke kelas sebab Dosen untuk pelajaran selanjutnya sudah datang

__ADS_1


Dia berusaha konsentrasi untuk untuk pelajaran kali ini sebab pelajaran sekarang adalah Angka yang tentu butuh konsentrasi yang penuh


Cio sering menyebut nama Tuhan agar bisa konsentrasi dan bisa fokus tidak memikirkan Nuna


Sedangkan Lisa pergi entah kemana tapi Jessica tetap ada disana hanya Lisa yang pergi setelah bertikai dengan Serena tadi


"Chagiii" Ucap Cio pelan


"Chagiii" Ucap Cio lagi


2 jam berlalu


Mata pelajaran pun berakhir dan Serena datang ke kelasnya Cio


Namun sedang sibuk menelpon Nuna dan Serena duduk di depannya Cio


"Kenapa? kok mukanya kaya lagi stress? " Tanya Serena santai sebab dia belum tau apa-apa


"Diam dulu" Suruh Cio


"Oh ya ka ke cafe yuk" Ajak Serena


"Gak bisa" Jawab Cio


"Kenapa? apa gara-gara ka Nuna? kalau aku yang minta ijin pasti dia ijinin sih" Ucap Serena yang terus berbicara tanpa henti dan Cio menutup mulutnya Serena dengan tangannya


"Silent pleaseee" Ujar Cio sebab Serena tidak kunjung diam


Serena mengangguk dan syukur nya Nuna juga mengangkat telpon dari Cio


"Chagiii aku bisa jelasin semuanya" Ucap Cio langsung


"Kamu pulang dengan hati-hati terus jelasin semuanya ke aku" Jawab Nuna dan langsung mematikan telepon nya sepihak


Cio terdiam tak percaya sambil menatap layar ponselnya yang baru saja di matikan oleh Nuna


Serena menepis tangan Cio dia penasaran apa yang sudah terjadi tapi dia juga bisa menebak siapa yang biang masalahnya


"Kaka ngapain sama Lisa? sampai ka Nuna kaya gitu? aku gak pernah ngeliat tingkah ka Nuna kaya gitu" Tanya Serena


"Angkat telpon cuma bilang hati-hati di jalan nanti kamu jelasin semuanya ke aku" Ujar Cio dengan tatapan kosong tak bernyawa


"Udah tau ka Nuna lagi sensitif banget malah bertingkah" Ujar Serena


"Lebih baik aku yang sensitif ketimbang dia, dia jadi gini biasanya kalau ada masalah selalu pakai kepala dingin" Ucap Cio mengeluhkan sikap Nuna


"Cewe mana aja kalau suami nya sama cewe lain pasti ngamuk walaupun lagi gak hamil atau menstruasi apalagi lagi hamil gini" Ucap Serena

__ADS_1


"Jauh-jauh Serena kamu bukan nya kurangin masalah malah nambahin" Ucap Cio


"Aku pulang yah, soalnya dosen ku gak mau masuk" Ucap Serena dan pergi meninggalkan Cio sedangkan Cio masih ada pelajaran lagi


__ADS_2