SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 131


__ADS_3

Mamah Figo berpapasan dengan Daddy Rio tapi dia juga tidak perduli dengan Mamah Figo bahkan menatapnya pun tidak


"Kenapa Nuna seperti itu? aku tidak terlibat sama sekali tentang penculikan Cio, kenapa mereka seakan-akan memperlakukan aku seperti penjahat" Ucap Mamah Figo berjalan dengan tatapan kosong


"Aku tidak tahu menahu akan semua ini tapi kenapa Nuna seperti itu pada ku? Aku kesini hanya ingin menjenguk menantuku tapi kenapa mereka malah menyalahkan ku" Sambung Nya, sambil sesegukan dia melewati lorong rumah sakit


Ada 2 orang bodyguard mendekati nya tapi di tahan oleh bodyguard Mamah Figo


"Nyonya biarkan kami memberikan ini pada anda" Ucapnya lalu dia menoleh menatap 2 bodyguard yang di tahan oleh bodyguard nya


"Apa?" Ucap Mamah Figo


"Nyonya! kamu jangan percaya bisa saja dia memberikan sesuatu yang bahaya" Tegur bodyguard Mamah Figo


"Aku hanya ingin memberikan bunga ini" Ucap seseorang yang baru datang dia adalah King


King berjalan dengan wibawanya, tangannya di masukkan kedalam kantong celananya


"Boleh aku bicara sebentar tante? " Tanya King dibelakang bodyguard nya


King tersenyum manis pada wanita paruh baya itu dan Mamah Figo menjadi sedikit tenang melihat senyum menawan King


"Apa boleh tante aku bicar" Tanya King lagi


Mamah Figo mengangguk dan mereka berdua membiarkan King mendekati Mamah Figo


Dia menyerahkan bunga mawar biru yang sengaja dia ambil dari bunga Nuna tadi


"Ikut dengan ku" Ajak King lalu mereka berjalan berbarengan berdua


Disisi Nuna


Nuna sedang berada di depan ruangan suaminya menunggu dokter keluar tapi dia terlihat gelisah sambil terus menatap tempat berdiri nya Mamah Figo tadi


"Naaaa" Panggil Mommy Intan yang memang memperhatikan Nuna yang terlihat gelisah


"Iyah Mom! " Jawab Nuna terkejut


"Lebih baik kamu sekarang istirahat yah, soalnya kamu pasti gak tidur kan? " Ucap Mommy Intan


"Aku mau disini Mom, sebentar lagi" Ucap Nuna


"Aku juga mau tunggu Serena" Sambung Nuna


"Arbercio akan sekamar nanti dengan Serena sebab dia sudah bisa di pindahkan jadinya Serena minta buat sekamar berdua" Ucap Mommy Intan dan Nuna hanya mengangguk tanda mengerti

__ADS_1


Dokter keluar dari ruangan Cio dan tentu Mommy Intan langsung masuk keruangan putranya sedangkan Nuna hanya di luar


"Aku ngerasa bersalah karena sudah seperti tadi ke Mamah, apa susulin dia aja yah" Batin Nuna


"Aku benar-benar gak tenang" Ucap Nuna lagi


Nuna sudah ingin pergi tapi tangannya di tahan oleh prince yang masih disana


"Mau kemana? " Tanya Prince


"Aku mau keluar om sebentar" Jawab Nuna


"Kemana? " Tanya Prince


"Apa kamu mau tinggalin suami kamu? " Tanya Prince lagi


"Disini saja Nuna! kita bukan di negara kita" Sambung Prince


"Aku cuma pergi sebentar Om" Jawab Nuna lagi


"Turuti saya Nuna! atau semuanya akan marah ke kamu" Ancam Prince dan Nuna terdiam dengan ancaman Prince tadi


Nuna mengangguk tanda mengiyakan ucapan Prince dan Daddy Rio datang


"Akhirnya kamu datang" Ucap Prince


"Keadaan Serena bagaimana? " Tanya Prince


"Keadaan nya Serena memang sudah membaik tapi karena Cio makanya ku bawa saja" Jawab Daddy Rio


"Dimana di sekarang? " Tanya Prince


"Dia ada di ruangan tidak jauh dari sini" Jawab Daddy Rio


"Bagaimana Cio? " Tanya Daddy Rio tapi Prince diam karena dia ingin Nuna yang menjawab


"Dia sudah sadar Daddy tapi dia gak bisa ngomong terlalu banyak dan lagi kalau dia mengedipkan matanya dia seperti orang ketakutan" Jawab Nuna


"Apa? " Ucap Daddy Rio terkejut


"Prince temeni aku buat balas semuanya" Ucap Daddy Rio dan Prince mengangguk saja lalu pergi meninggalkan Nuna sendirian disana


Disisi King


King dan Mamah Figo mengopi bersama sambil berbicara tapi wajahnya Mamah Figo terlihat sedih

__ADS_1


"Apa tante tega membiarkan Nuna menderita? " Tanya King lalu menyeruput kopi pahitnya


"Orang tua mana yang tega melihat anaknya menderita King? " Jawab Mamah Figo


"Ada! kalian" Jawab King lalu meletakkan cangkir kopinya ke semula


"Saya gak terlibat King, saya gak punya ke mampuan buat melawan suami ku" Ucap Mamah Figo


"Setidaknya tante bisa kasih semuanya kan ke aku atau ke Cio? tante punya nomor kami berdua" Ucap King


"Saya gak pernah kepikiran jika dia akan melakukan ini" Jawab Mamah Figo bahkan dia menundukkan kepalanya


"Sebenarnya aku sangat ingin menghabisi suami tante tapi mengingat dia suami tante aku mengurungkan nya bahkan aku sampai saat ini belum berbuat apa-apa ke dia" Ucap King


"Jika kamu menghabisi dia, aku akan menderita King" Ucap Mamah Figo


"Tapi dia ingin membunuh sepupu ku" Ujar King lalu tergeleng


"Seperti nya aku bisa menahan nafsu ku tapi belum tentu dengan Om Rio karena dia sangat tidak bisa mendengar anak nya terluka" Ucap King


"Akibat ulah pak tua itu trauma Cio kembali bahkan lebih parah, pasti Nuna akan menderita karena itu" Ucap King


"Saya minta maaf King" Ucap Mamah Figo


"Aku kasihan melihat kamu tante tapi aku akan bersalah jika membiarkan penjahat berkeliaran dengan bebas" Ucap King lagi


"Aku sudah berjanji akan membalas semuanya pada Nuna" Ucap King


"Aku tidak akan menyakiti kamu karena target ku adalah suami kamu" Ucap King


"Menyakiti suami ku sama saja menyakiti ku King" Jawab Mamah Figo


"Aku datang kesini untuk meminta maaf pada Cio" Ucap Mamah Figo


"Cio tidak akan menyalahkan kamu tante bahkan dia menyuruh Nuna untuk tidak marah ke kamu tapi dia juga kecewa melihat suaminya" Ucap King


"Apa Nuna membenci ku? " Tanya Mamah Figo


"Aku tidak tahu tapi percayalah Tante jika Nuna menyanyangi kamu tapi rasa kecewanya menutupi itu" Ucap King


"Nuna hidup untuk Cio begitupun sebaliknya bahkan Nuna rela tertembak demi dia, apa kalian mau memisahkan mereka? Jika nyawa saja dia berikan untuk Cio bagaimana bisa dia hidup tanpa Cio" Sambung King


"Aku hanya memberi efek jera pada pak tua itu tante bukan membunuhnya" Ucap King sambil menggenggam tangan Mamah Figo


Mamah Figo terdiam sambil menatap mata biru milik King yang sangat indah

__ADS_1


__ADS_2