SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 152


__ADS_3

Serena terbangun lagi dari tidur nya tapi Nuna tidak ada di samping nya


"Ka Nuna mana" Tanya Serena dan dia ingin turun dari ranjang


"Sayangg" Panggil seseorang dengan suara yang sangat lembut tapi Serena asing dengan suara itu


Serena menoleh ke belakang dia terbelalak melihat suara orang yang memanggil nya itu


"Mamah" Ujar Serena tak percaya, Dia adalah Mamah Alice dan saat itu tangis Serena pecah melihat wanita yang sangat ingin dia temui sejak lama


"Mah" Ucap Serena lagi


"Aku mimpi? " Tanya Serena


"Ini bukan Mimpi tapi memang Mamah yang bawa kamu ke alam bawah alam sadar kamu" Ujar Mamah Alice


"Hah? kenapa baru sekarang Mamah temuin Serena? " Tanya nya sambil menangis sesegukan tapi dia hanya tersenyum


"Mendekatlah sayang" Ujar Mamah Alice dan Serena menurut dia tidak percaya jika dia bisa memeluk Mamah nya


Serena melongak menatap wajah wanita yang sudah melahirkan nya, wajahnya tidak berubah bahkan dia seperti perempuan berumur 25 tahun


"Mamah cantik" Ucap Serena dan Mamah Alice tertawa kecil


"Pantas kata Mommy, Daddy kejar-kejar Mommy dulu" Ucap Serena dengan mata penuh air mata menatap wajah Mamah nya


"Tapi Mamah kalah dari Mommy kamu" Jawab Mamah Alice dan Serena kembali memeluk Mamah nya


"Aku kangen Mamah" Ucap Serena


"Mamah juga, tapi Mamah bahagia sebab Rio dan intan merawat kamu dengan sangat baik bahkan lebih mengutamakan kamu ketimbang putra mereka sendiri" Ucap Mamah Alice


"Mereka memang sangat menyanyangi ku Mah" Ujar Serena


"Tapi Papah mana? " Tanya Serena


"Hanya Mamah yang bisa menggapai alam ini sedangkan Papah kamu tidak" Ucap Mamah Alice


"Mah siapa nama Papah selengkapnya? " Tanya Serena


"Matthew Sayers bahkan nama belakang kamu adalah nama dia dulu tapi di ganti oleh Rio" Jawab Mamah Serena


"Papah meninggal karena apa" Tanya Serena tapi Mamah Alice tidak menjawab dia hanya tersenyum

__ADS_1


"Hari ini kamu sangat sedih bahkan Mamah baru pertama kali melihat kamu sesedih ini" Ucap Mamah Alice


"Semua orang menyalahkan ku sebab aku dekat dengan laki-laki yang salah katanya tapi aku menyukai nya Mah" Jawab Serena


"Andai Mamah hidup pasti Mamah gak akan larang aku kan untuk dekat dengan siapapun" Ujar Serena lagi


"Darimana kamu tahu Mamah gak akan larang? " Tanya Mamah Alice


"Yang di lakukan Daddy dan Mommy kamu itu sudah benar bahkan jika Papah kamu hidup mungkin keselamatan Laki-laki itu terancam sebab Papah kamu bukan orang yang lembut" Ucap Mamah Alice


"Jadilah anak yang penurut sayang sebab jika Daddy dan Mommy kamu sedih Mamah juga, sebab Mamah percayakan kamu ke mereka" Ujar Mamah Alice


"Putuskan dia sebab dia tidak akan pernah tulus ke kamu" Sambung Mamah Alice


"Maksud Mamah" Tanya Serena


"Putuskan dia" Suruh Mamah Alice lagi


"Apa Mamah datang juga mau nasehatin aku" Tanya Serena


"Sudah lama Mamah mau bertemu kamu tapi Mamah gak punya akses melakukan itu Namun,Mamah bisa melakukan nya sebab ada Nuna yang memberikan akses nya" Jawab Mamah Alice


"Ketika kamu di pukul teman kamu rasanya Mamah ingin bertemu kamu sayang tapi nihil" Ujar Mamah Alice


"Andai Mamah hidup sekarang umur Mamah genap 50 tahun kan" Ujar Serena


"Ingat ucapan Mamah, menurut dengan ucapan kedua orang tua angkat kamu sebab mereka tahu apa yang baik untuk anak Mamah" Ujar Mamah Alice


"Baiklah kita harus berpisah lagi sayang" Ujar Mamah Alice


"Kenapa cuma sebentar Mah" Ucap Serena


"Mamah akan selalu ada di dekat kamu sayang" Ujar Mamah Alice


"Jadilah anak yang penurut dan selalu ceria sayang seperti biasanya , jujur sikap yang kamu miliki hampir tidak ada satupun yang mirip dengan Mamah, semuanya mirip dengan Mommy kamu" Ujar Mamah Alice


"Benarkah Mah? " Tanya Serena tak percaya


"Iyah tapi Mamah bersyukur, hati kamu lembut dan polos itu yang membuat Mamah merasa kamu memang di didik di tangan yang benar, Mamah bukan orang baik selama hidup" Ujar Mamah Alice


"Tapi Mamah bahagia sebab wajah kamu mirip Papah dan Mamah" Ujar Mamah Alice lagi


"Mamah kira mereka gak akan kasih tahu siapa kamu sebenarnya tapi mereka kasih tahu bahkan sering temenin kamu ke Makam Mamah" Ujar Mamah Alice

__ADS_1


"Aku janji sama Mamah bakal rajin lagi ke Makam mamah" Ucap Serena


"Hari ini adalah hari terbahagia aku sebab aku ketemu Mamah" Ucap Serena


"18 tahun lamanya kita berpisah sekarang aku bisa berkomunikasi dengan mamah" Ujar Serena


"Pertemuan kita memang singkat tapi melihat Putri cantik Mamah ini bahagia bisa membuat Mamah senang" Ujar Mamah Alice


"Maafin Mamah karena gak bisa berjuang melawan penyakit Mamah waktu itu bahkan Mamah tinggalin Serena dalam keadaan yang masih membutuhkan Mamah" Ujar Mamah Alice


Mamah Alice mencium kening dan seluruh wajah Serena dengan tetesan mata yang haru


"Ingat kata-kata Mamah tadi" Ujar Mamah Alice


"Janji yah" Ujar Mamah Alice dan Serena menganguk tanda mengiyakan


Serena langsung membuka matanya dengan sempurna setelah pertemuan nya dengan Mamah Alice tadi


Serena langsung duduk dan dia menangis sambil memeluk kakinya, Nuna mendengar tangisan pun bangun ternyata Serena yang menangis


"Serena kenapa? " Tanya Nuna dan memeluk adik ipar nya


"Mamah Alice datang ke mimpi aku ka" Ujar Serena


"Kenapa? bukannya kamu harus nya senang" Tanya Nuna lagi


"Mamah cantik ka" Ujar Serena


"Dia bilang jika harus memutuskan Digo" Jawab Serena


"Tapi Mamah bilang tadi, Mamah bisa ketemu aku sebab kaka yang buka aksesnya" Ucap Serena dan Nuna menganguk


"Makasih ka" Ujar Serena


"Aku gak nyangka kaka punya kekuatan buat ngelakuin itu" Ucap Serena


Serena baru sadar jika badan Nuna terasa hangat bahkan wajah Nuna juga pucat


"Kaka kenapa? " Tanya Serena panik


"Ini eksekusi dari apa yang kaka lakukan" Jawab Nuna


"Maksud kaka apa? " Tanya Serena

__ADS_1


"Kaka belum terbiasa melakukan hal itu jadinya kaka kehabisan tenaga" Jawab Nuna


"Aku panggilin ka Hellen ya ka" Ujar Serena dan dia buru-buru merebahkan Nuna lagi lalu menelpon Hellen dengan telpon rumah sebab ponselnya juga di ambil oleh Daddy nya


__ADS_2