SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 116


__ADS_3

Hari sudah semakin sore dan Nuna sekarang sedang sendirian karena para temannya sudah pulang


Nuna sedang ada di ruangan yang memang khusus untuk periasan,dia rias oleh make over dari karyawan Mommy Intan tapi Cio belum pulang tapi dia sudah mengabarkan jika dia di jalan


"Nona apakah anda bahagia hari ini? " Tanya Rossa karyawan Mommy Intan yang sedang menstelylis rambut Nuna


"50 persen bahagia dan 50 lagi sangat bahagia" Jawab Nuna lalu dia tersenyum


"Baguslah Nona, Nona malam ini harus cantik karena ini permintaan Tuan Muda langsung pada kami tadi" Ucap Melin karyawan Mommy Intan juga


"Jika aku di sandingkan dengan Ka Hellen, Ka Dania dan Serena pasti aku kalah" Jawab Nuna


"Tidak kok Nona, bahkan Nona bisa termasuk setara dengan mereka" Ucap Rossa


"Bukankah mereka malah tersinggung jika harus di setara dengan ku? karena aku gadis biasa sedangkan mereka anak konglomerat" Ucap Nuna lalu tersenyum ramah


"Kata siapa Nona gadis biasa? bukannya Nona sudah jadi istri Tuan Muda kami? " Ucap Melinda


"Status ku tetap sama jika aku tidak menikah dengan nya mungkin kita tidak akan kenal" Ucap Nuna


"Kalian berkerja sudah berapa lama? " Tanya Nuna


"Aku sudah hampir 4 tahun sedangkan Melin 3 tahun" Jawab Rossa


"Lumayan lama yah,bahkan kalian seperti bahagia berkerja dengan mertua ku" Ucap Nuna


"Jelas Nona" Ucap Melin


"Awal-awal masuk jadi karyawan Nyonya Intan, aku kira dia galak karena memang belum pernah bertemu tapi ternyata aku salah, mereka semua baik bahkan para Nona muda nya semuanya sangat humble makanya aku sangat senang berkerja dengan Nyonya bahkan melayani mereka lebih seru ketimbang harus orang biasa" Ucap Rossa


"Kenapa seperti itu? " Tanya Nuna


"Karena mereka bisa kemanusiakan manusia ketimbang pelanggan biasa" Jawab Melin dan Nuna hanya angguk-angguk saja karena memang tahu sifat keluarga suaminya


Pintu terbuka dan muncullah kepala Cio lengkap dengan senyum mempesonanya


Nuna melihat suami nya langsung berdiri untuk memeluk Cio bahkan Nuna berlari seperti orang akan ketinggalan pesawat dan menabrak lalu memeluk nya


"Kangen Berciii" Ucap Nuna manja sambil menempel di dada Cio dengan mata terpejam

__ADS_1


"Aku kuliah cuma 4 jam masa kangen? " Tanya Cio sambil membalas pelukannya


Nuna melongak lalu tersenyum gigi pada suaminya"Makasih yah karena sudah kasih satu ruangan bunga yang aku mau"Ucap Nuna


"Kayanya aku gak mau cuma Terima kasih sih Chagiii" Jawab Cio sambil menyipitkan matanya


Nuna yang paham lalu dia berjinjit dan mencium pipi Cio tanpa malunya di depan karyawan Mommy Intan


Cio terbeku sebentar lalu tertawa kecil sambil memegangi pipi nya bahkan wajahnya juga terlihat memerah


"Mau lagi? " Tawar Nuna tapi hanya berbisik tapi Cio hanya tersenyum saja


"Kamu pasti cape kan? kamu sekarang mandi dulu yah, bersih-bersih terus kesini lagi" Suruh Nuna


"Kamu lagi di apain? " Tanya Cio


"Mereka lagi menstylis rambut ku" Jawab Nuna


"Aku malas mandi Chagii, bantuin aku mandi bisa" Ucap Cio


"Berciiii" Ujar Nuna sambil mendelik Cio


"Yahhhhhhh" Mohon Cio pada Istrinya


Nuna menoleh ke arah Rossa dan Melin tapi mereka hanya tersenyum tipis


Nuna mendekati mereka bahkan meminta ijin pada mereka jika dia ingin menemani suami nya dulu sebentar dan mereka mengijinkan nya


Nuna dan Cio pun menuju kamar mereka tapi Cio malah merebahkan tubuhnya di kasur karena dia memang kecapean


Nuna duduk di samping Cio sambil mengelus pipi suaminya yang masih rebahan di kasur king size mereka


"Cape yah? " Tanya Nuna lalu dia mengangguk


"Semua karena aku kan? andai aja aku marah kaya tadi pasti kamu gak bakal bolak-balik" Ucap Nuna dengan ekpresi sedih


"Chagiiiii, bukan kamu, tapi emang pekerjaan dan kuliah ku aja yang emang aku belum terbiasa makanya gini" Ucap Cio


"Tetap aja kan?" Ucap Nuna lalu dia ikut merebahkan tubuhnya tapi di atas tubuh Cio dengan memeluknya

__ADS_1


"Aku cemburuan yah? aku posesif yah? tapi cara aku menyayangi kamu emang gitu kalau kamu risih aku bakal belajar buat kurang-kurangi nanti" Ucap Nuna


"Misalnya kamu kurangi, apa rasa sayang kamu juga bakal kurang? " Tanya Cio lalu Nuna menggeleng


"Biar kamu gak risih aja, biasanya sifat yang aku lakukan itu bakal buat kamu bosan bahkan muak" Jawab Nuna


"Apa yang kamu lakukan masih di batas wajar Chagiii, jadi kamu gak usah mikir yang gak-gak yah, aku mandi sekarang nih biar kita bisa pergi cepat nanti" Ucap Cio sekaligus mengalihkan pembicaraan


Lalu Nuna melepaskan pelukannya dan mengantarkan Cio masuk ke kamar mandi, Nuna hanya duduk di di suruh kamar mandi melihat Cio yang sedang mandi


Setelah mandi Cio mengeringkan dirinya di bantu oleh Nuna setelahnya mereka kembali lagi meruangan rias tadi


Tapi Nuna mengajak Cio untuk befoto dulu sebelum masuk ke ruang rias tadi



2 jam berlalu


Mereka sudah sama-sama siap dan hanya tinggal berangkat tapi Nuna malah menjadi tidak mood karena Cio tadi mengabaikannya sebab dia harus membalas pesan sekretarisnya dulu tentang masalah pekerjaan


"Chagiii" Panggil Cio karena Nuna hanya diam dengan wajahnya yang manyun dengan tangan melipat ke dada


"Nyenyenye" Jawab Nuna


"Chagii, ayo kita berangkat yah" Ajak Cio lalu Nuna nya dengan tatapan tajam


"Berangkat? gak ada niatan mau minta maaf gitu? " Ucap Nuna


"Kalau gitu aku pergi sendiri aja" Tambah Cio lalu dia berjalan meninggalkan Nuna


Sampai Cio benar-benar sudah di luar ruangan Nuna masih tidak ada seperti nya dia tidak mengikuti langkah Cio


Cio tertawa kecil lalu masuk kembali kedalam ruangan bahkan Rossa dan Melin yang melihat hanya senyum-senyum karena Nuna yang ngambek


Ketika Cio masuk dia tertunduk sambil tertawa kecil melihat Nuna yang masih duduk di kursi riasnya sambil melipat tangan di dada


Cio berjalan cepat lalu dia berlutut di samping Nuna dengan senyum terbaiknya


"Aku tadi cuma balas chat sekretaris ku buat meeting yang bakal aku jalani Chagiii, aku minta maaf yah" Ucap Cio lalu mengelus pelan rambut Nuna

__ADS_1


Nuna berdiri tanpa ekpresi lalu berjalan meninggal kan Cio dengan masih keadaan yang ngambek pada suaminya tapi Cio hanya tertawa kecil lalu dia berdiri untuk mengejar istrinya


__ADS_2