
Serena dan Mommy Intan juga sama-sama panik dan khawatir atas menghilangnya Cio tapi Rio menyuruh mereka tetap di rumah sakit dengan penjagaan yang sangat ketat tentunya
"Mom ka Cio! bagaimana dengan ka Nuna? " Tanya Serena
"Dia masih di apartemen sayang. Dia pasti sekarang sedang menangis, Mommy ingin kesana tapi pasti di larang Daddy kamu apalagi tinggalin kamu" Ucap Mommy Intan
"Aku mau ka Nuna yang kesini Mom, aku gak mau di sedih sendirian" Ucap Serena yang juga memikirkan keadaan kaka iparnya
"Suasana sedang gak kondusif sayang, kata Daddy kamu Nuna di apartemen nya dulu baru dia boleh kesini" Ucap Mommy Intan
"Mom kok bisa ka Cio hilang disini? apa ada orang yang pantau ka Cio? " Tanya Serena
"Mommy ada orang di curigai gak? " Tanya Serena lagi
"Serena kamu jangan pikirin ini semuanya nanti penyembuhan kamu bisa melambat" Larang Mommy Intan
"Iyah Mom" Jawab Serena
"Mommy ke toilet dulu" Kata Mommy Intan lalu pergi menuju toilet yang tak jauh dari tempat Serena
Mommy Intan menelpon seseorang. Dia menelpon Mamah Figo bahkan ekpresi sangat marah sekarang
Mamah Figo tentu mengangkat nya dengan cepat karena telpon dari besan nya
"Dimana putra ku? " Tanya Mommy Intan dengan nada datar tapi menohok
"Maksudnya? " Tanya Mamah Figo yang kebingungan, karena tiba-tiba saja di telpon seperti itu oleh Mommy Intan
"Aku tahu pasti kalian kan yang menculik putra ku! Jika kalian melakukan sesuatu pada putra ku, aku juga akan lakukan sesuatu pada Nuna lihat saja! " Ancam Mommy Intan
"Ada apa sebenarnya? saya benar-benar tidak tahu menahu" Jawab Mamah Figo yang masih kebingungan
"Jika kalian ingin memisahkan mereka! kenapa harus putra saya yang menjadi korban? lebih baik kalian ambil saja Nuna nya jangan putra saya" Ucap Mommy Intan lagi
"Kalian di mana? kalian benar-benar menguji kesabaran ku! Aku bukan orang sabar jika berurusan dengan anak ku" Sambung Mommy Intan
"Kembalikan putra ku atau Nuna yang akan menbayarnya! " Ancam Mommy Intan lalu langsung menutup telponnya
__ADS_1
Mamah Figo kebingungan dan dia buru-buru menghampiri suaminya yang sedang di ruang kerjanya untuk menyiapkan meeting paginya harinya
Mamah Figo berjalan tergesa-gesa dan dia sampai di ruangan suaminya. Dia melihat suaminya sedang menerima telpon dengan tertawa puas
"Figo! " Panggil Mamah Figo lalu dia menoleh bahkan mematikan telpon nya
"Kenapa memanggil ku seperti itu? ada apa? " Tanya Tuan Figo dengan nada kecewa mendengar panggilan istrinya
"Kemana Cio? pasti kamu yang lakukan semuanya" Tanya Mamah Figo bahkan sambil menujuk wajah suaminya
"Kenapa kamu lakukan semu ini Figo? aku dapat telpon dari besan kita, Bahkan dia mengancam ku. Akan melukai Nuna jika kamu lakukan sesuatu pada Cio" Ucap Mamah Figo
"Kenapa? bukannya jika dia hilang,Nuna bisa kita bawa pulang bahkan dia rawat seperti putri kita" Jawab Tuan Figo sejak tadi diam
Mamah Figo langsung melayangkan tamparan ke Pipi suaminya bahkan dengan kencangnya
"Apa kamu tega menghilangkan nyawa Cio Figo? Dia menantu kita, sama saja dia anak kita" Ucap Mamah Figo
"Di mana sisi kemanusiaan kamu Suamiku? apa kamu terobsesi dengan putri kita sampai kamu lakukan ini? apa yang kamu cari semuanya sudah di miliki menantu kita" Ucap Mamah Figo bahkan dari sudut matanya terlihat mengeluarkan cairan bening
"Aku mohon suami ku jangan lakukan apapun pada Cio! karena aku sudah menganggapnya putra ku juga" Mohon Mamah Figo bahkan dia berlutut di kaki suaminya
"Katakan dia dimana? jika dia sampai mati, aku akan membenci kamu Figo" Ucap Mamah Figo
"Kenapa seperti ini? kenapa kamu tidak mendukung ku? apa kamu tidak mau jika Nuna bersama kita? " Tanya Tuan Figo
"Bukannya aku tidak mau, tapi jika kamu lakukan ini, Nuna akan membenci kita" Jawab Mamah Figo
"Mereka ditakdirkan bersama suamiku, jika kita berada di mereka apa kamu mau? biarkan mereka bahagia" Ucap Mamah Figo lagi
"Nuna harus dengan kita sayang" Ucap Tuan Figo yang masih dengan pendirian nya
Mamah Figo berdiri menatap tajam suaminya tapi matanya penuh dengan cairan bening yang terus mengalir
"Nuna sudah dewasa! bagaimana dia selalu bersama kita? bahkan jika kamu memisahkan mereka, Nuna pasti akan pergi lagi" Nasehat Mamah Figo
"Jika kamu tidak melepaskan Cio sama saja kamu menumbalkan Nuna untuk pembalasan dendam keluarga Wijaksono" Ucap Mamah Figo lalu Mamah Figo pergi meninggalkan suaminya dengan jalan yang lemah gemulai
__ADS_1
Dia hanya diam menatap istrinya yang sudah menghilang di balik pintu
"Sialan! " Teriakan Tuan Figo
Disisi King
King sudah di pesawat dengan Rio dan juga Prince. Namun, sejak tadi juga Rio benar-benar terlihat gelisah bahkan dia sering mengubah posisi duduknya
"Rio" Tegur Prince sambil menahan kedua bahu Rio yang ingin berdiri lagi
"Tenangin diri kamu Rio! Cio gak bakal mati konyol" Ucap Prince
"Kamu tahu kan jika fisik Cio lemah bahkan dia punya beberapa trauma gara-gara masa kecil nya" Jawab Rio
"Aku yang rawat dia dari bayi dan itu sendirian makanya aku tahu gimana putra ku" Sambung Cio dan Prince terdiam tak bisa berkata-kata lagi
Sedangkan King sedang duduk dengan earphone di telinga tapi sebenarnya earphone itu mati karena dia sedang berbicara dengan Tiara
"Cepatlah King! beberapa tulang Cio sudah ada yang patah" Ucap Tiara Aiden membuat King mengepalkan tangannya
"Sejak tadi dia memanggil Daddy nya dan juga Nuna" Sambung Tiara Aiden
"Tiara aku mohon hentikan! aku tidak tega mendengar sepupuku di siksa oleh orang-orang brengsek itu"Larang King
" Pergilah ke hutan terbesar yang di negara itu"Suruh Tiara Aiden
King memejamkan matanya dengan tangan keduanya mengepal seakan-akan membayangkan bagaimana penderitaan sepupunya sekarang
"Di sudah tidak di siksa lagi" Ucap Tiara
"Tapi Cio di biarkan di tempat terbuka tapi semuanya gelap King! dia terus berteriak-teriak memanggil Daddynya" Ucap Tiara Aiden
"Hentikan" Suruh King pelan pada Tiara Aiden
Tiara Aiden tersenyum manis pada King lalu menghilang dari tempat duduk nya
"Cioooo" Ucap King lalu dia menatap jendela pesawat
__ADS_1
"Gua janji Nuna bakal bawa Cio pulang dan balasin semuanya" Ucap King dengan sorot mata tajam menatap awan