
Serena berlari menuju toilet dan pas sekali disana ada Jessica yang sedang mencuci tangannya setelah buang air kecil tadi sedangakan Lisa ada di kantin
Jessica melihat Serena menangis dia hanya menatap pintu toilet yang Serena gunakan
"Serena kenapa, kok nangis?" Tanya Jessica pada dirinya sendiri
Jessica sudah selesai mencuci tangannya dia mendekati pintu toilet Serena
"Serena" Panggil Jessica sambil mengetuk pintu
"Pergi! gua gak butuh penjilat" Usir Serena pada Jessica
Jessica menganggukkan kepalanya lalu dia pergi meninggal kan Serena
Jessica berjalan tapi pikiran masih berada di toilet tadi memikirkan Serena
"Apa gara-gara ka Gery tadi yah? " Ucap Jessica menebak
"Kayanya gak mungkin deh, apa gara-gara Cio" Ucapnya lagi
"Masa Iyah Cio bikin Serena nangis, perasaan dia orang paling ngejaga Serena" Ucap Jessica lagi
"Atau Digo yah? kan dia juga ikut masuk ke kelas tadi" Ucap Jessica
"Ahhhh udahlah, Serena juga gak butuh aku tadi" Ucap Jessica berusaha tidak perduli pada mantan sahabat nya itu
Disisi Nuna
Nuna tadi meminta bodyguard nya untuk membeli buah-buahan untuk teman-teman nya tapi ada satu buah yang mereka bertiga tidak suka yaitu durian
Mereka bertiga kompak tidak menyukai durian sebab karena tekstur dan bau nya yang menyengat menurut mereka
"Ngapain beli ini? " Tanya Pritta menunjuk buah durian yang ada di meja
"Tau tuh Nuna, kalau kita makan gak mungkin apalagi dia" Ujar Wati yang sedang mengupas buah jeruk
"Aku beli ya buat di makan lah" Jawab Nuna
"Siapa yang makan? " Tanya Syifa
"Kalian" Jawab Nuna dengan santainya
"Kepala bapak kau! gak mau aku" Tolak Syifa
"Tau nih Nuna kaya baru kenal kita satu hari aja, masa Iyah beliin kita durian" Timpal Pritta
"Aku makan buah itu bisa langsung naik darah tinggi ku" Ucap Wati juga menambahkan
Nuna terdiam mendengar penolakan teman-temannya lalu dia menatap kosong tapi mata nya berkaca-kaca
__ADS_1
Pritta yang sadar jika Nuna meneteskan air mata nya langsung panik begitu pun yang lainnya
"Nuna kamu kenapa? kok nangis? " Tanya Wati
"Nuna jangan gini dong bikin panik tau" Ucap Syifa
"Nuna kamu kenapa? " Tanya Pritta
"Aku sedih karena kalian tolak kemauan aku" Ucap Nuna dengan nada gemetar sebab menangis
"Cuma mau kami makan durian sampai nangis? " Tanya Pritta sampai tergeleng kepala
"Tapi kamu tahu kan kalau kami gak suka makan durian" Ujar Syifa masih tetap menolak
Wajah Nuna semakin sedih sebab penolakan Syifa barusan
"Aku tau kalian gak suka makan durian tapi ngeliat kalian makan durian itu rasanya pengen banget sampai gak perduli kalau kalian gak suka" Ujar Nuna
"Aduh gimana nih" Ucap Wati
"Aku juga gak tau, kok bisa sampai nangis gini, sensitif banget kenapa" Ucap Syifa dan Pritta baru sadar jika Nuna hamil pasti ini bawaan dari anak nya
"Naa kamu ngidam? " Tanya Pritta tapi dia malah menggeleng tidak tahu dengan bibir manyun
"Hah ngidam? kok nyiksa kita sih" Ucap Syifa
"Emang ada ngidam kaya gini? aku taunya kalau ngidam itu ke suaminya aja masa ke kita juga sih" Ucap Wati
"Naa kalau semangka aku mau kalau durian gak" Ucap Syifa dan Nuna kembali sesegukan menangis karena perkataan Syifa tadi
Pritta mengambil durian itu menatapnya sedang kan Wati sudah pasrah
"Kalian aja" Suruh Syifa dan Nuna menarik tangan Syifa menatapnya dengan tatapan permohonan
"Jangan natap aku kaya gitu " Ucap Syifa
"Mau yah" Pinta Nuna
"Buka Pritta" Suruh Syifa yang juga mengalah dengan permintaan Nuna
Nuna sangat kegirangan bahkan dia bertingkah seperti anak kecil yang baru di belikan mainan oleh ibu nya
"Gimana bukanya aku gak bisa" Ucap Pritta
Nuna langsung memanggil bodyguard nya meminta bukakan buah durian itu
Tidak lama bagi mereka membuka buah durian itu dan sekarang durian nya sudah terbuka
Syifa, Pritta dan Wati saling tatap, seakan-akan tak percaya jika mereka harus memakan buah durian
__ADS_1
"Kok diam aja! ayo di makan nanti dingin" Ujar Nuna
"Dingin!kamu kira sop" Ucap Syifa dan mereka mengambil satu biji masing-masing
Sebelum memakannya mereka mencium-cium bau nya dan mereka ingin muntah
Mereka lalu mencicip nya sampai wajah mereka menyeringit menahan rasa yang belum pernah mereka rasakan
Nuna sangat senang sebab para sahabat nya mau menuruti permintaan nya
Mereka bertiga hanya sanggup menghabis 1 isi durian masing-masing bahkan setelah nya mereka langsung berlari ke kamar mandi untuk menggosok gigi mereka
5 menit di kamar mandi mereka keluar lagi dan mereka berlari ketika melihat Nuna ingin memakan durian sisa mereka tadi
"Jangan Nuna! " Larang Pritta sambil menahan tangan Nuna yang ingin mengambil durian itu
"Aku mau coba soalnya kalian kaya tersiksa gitu makan itu" Ucap Nuna dengan polosnya
"Cukup kami yang tersiksa kamu jangan, buah durian ini termasuk buah yang berbahaya buat ibu hamil" Ucap Pritta
"Iyah apalagi pas tahun baru dan hari valentine, dia bersaing sama buah nanas muda karena sangking langkanya" Ucap Wati
"Buat gugurin? " Tanya Nuna mereka mengangguk dengan replek Nuna menendang buah durian itu
"Naaa kaki kamu gak papa nendang durian" Tanya Syifa khawatir
"Gak papa lebih penting anak ku" Jawab Nuna
Mereka bertiga hanya bisa geleng-geleng kepala dengan tingkah Nuna hari ini
Hari sudah semakin sore
Nuna tentu akan menjemput suaminya ke kampus tapi ketika dia melihat Cio, dia tidak melihat serena bersama suaminya
Nuna turun dari mobil untuk membantu suaminya tapi Nuna melihat Serena pulang dengan Digo menggunakan motor gede, Serena sempat menatap Cio dan Nuna
"Siapa laki-laki itu, kok bisa Serena biarin suamiku berjalan dengan kesusahan sedangkan dia dengan laki-laki lain" Tanya Nuna
Cio hanya diam fokus berjalan menuju mobil ketika sudah didalam mobil baru Nuna ingin menanyai banyak hal tentang adiknya
Tapi wajah Cio sedang kesal membuat Nuna mengurung kan Niat nya untuk menanyai tentang Serena
"Gimana pertama kuliahnya? " Tanya Nuna sambil memeluk Cio
"Aku cape Chagiii" Jawab Cio bahkan dia tidak membalas pelukan Nuna
"Kenapa?" Tanya Nuna lemah lembut
"Nanti yah aku ceritain nya di mansion aja, sekarang aku lagi males" Jawab Cio lembut bahkan dia tersenyum manis pada Nuna
__ADS_1
"Iyah" Ujar Nuna