
Nuna memutuskan untuk pergi saja ke butik sekarang karena pasti sebentar lagi Cio akan datang karena Cio mengirim pesan jika dia akan pulang dan pergi ke butik nya bersama
Nuna hanya melamun di mobil sambil memeluk tangan Pritta yang duduk disampingnya
"Naaa jangan ngelamun terus dong" Tegur Syifa yang duduk di samping kanan nya Nuna sedangkan Wati duduk di depan dengan sopir
"Kita harus Happy Nuna gak boleh sedih-sedih" Ucap Wati
"Kasih tahu aku gimana caranya biar aku gak kepikiran suami ku? " Tanya Nuna lalu menatap satu persatu teman-temannya dengan tatapan sendu
"Ingat aja Jordi" Jawab Syifa dan dia langsung mendapatkan tatapan tajam dari Pritta dan Wati
"Maaf" Ujar Syifa dengan takut
"Tapi jujur Cio dengan Jordi aku lebih memilih Cio karena dia anak polos dan jujur beda dengan Jordi, bahkan aku sering cyduk dia, jalan sama cewe bahkan ke hotel" Batin Pritta
Nuna mendengar nya lalu dia menatap Pritta dengan tatapan sendu
"Naa dari tadi ponsel kamu bunyi terus" Tegur Pritta
"Aku males ngomong lewat ponsel lebih baik kalau ketemu, aku juga mau liat gimana cara dia bujuk aku" Jawab Nuna
"Sejak kapan kamu lebih suka ngomong langsung daripada lewat telpon? " Tanya Pritta yang sudah hapal watak Nuna
"Gimana gak suka ngomong langsung sih? kan suami nya ganteng" Ujar Wati sebagai penghibur
"Bukan itu, aku mau liat ekspresi dan jawaban dia pas ngomong langsung" Sanggah Nuna
"Nanti kamu salting lagi, muka suami kamu itu polosnya gak ketulungan" Ujar Pritta dan Nuna tersenyum
Mereka pun sampai di butik Mommy nya intan tapi Nuna tidak mau turun dari mobil karena melihat Cio yang sedang duduk di mobil sambil celingak-celinguk
Sampai tatapan Cio terhenti pada Mobil Nuna lalu dia langsung berdiri dan berlari menghampiri mobil Nuna
"Chagiii" Panggil Cio sambil mengetuk pintu mobilnya
"Naaaa" Ucap Pritta karena Nuna hanya diam melihat Cio
"Kamu bicarin yah sama dia, jangan kayagini" Suruh Pritta
"Dia kesini lebih dulu dari kita pasti dia ninggalin semua pekerjaan dia demi kamu kan" Ucap Syifa
Cio terus mengetuk dan sampai bodyguard membuka kunci pintu mobilnya lalu Cio dengan mudah membuka pintu mobilnya
"Chagiiii" Panggil Cio tapi Nuna tetap diam
__ADS_1
"Kita harus ngomong lagi" Sambung Cio sambil mengulurkan tangannya ke Nuna
"Ayo sayang" Ajak Cio dengan lembut
"Naaa" Bisik Syifa di telinga Nuna karena wajahnya ada belakang kepala Nuna
"Apa kamu tega liat suami kamu mohon-mohon di depan kami? " Ujar Syifa lagi
Nuna pun memutuskan turun dari mobil tapi tidak mau menerima uluran tangan Cio
"Ikut aku ke dalam butik" Ajak Cio dan Nuna mengikuti Cio dari belakang sampai menunduk kepalanya
Sedangkan teman-temannya juga di bawa ke dalam butik untuk menunggu Nuna dengan Cio
Cio membawa Nuna keruangan pribadi Mommy nya , Lalu Cio mengunci pintu dan mulai berdiri depan Nuna
"Chagiii kenapa kamu kayagini? " Tanya Cio
"Aku gak respon dia kok, aku lupa kasih tahu kamu karena aku kacau sebab Serena, apa kamu gak mau mentoleransi kesalahan ku? " Tanya Cio selembut mungkin agar Nuna tidak tambah marah padanya
"Aku bahkan dapat kabar lagi dari Serena jika Lisa datang ke Singapura buat jengukin dia" Sambung Cio, Nuna yang awalnya menunduk langsung melongak menatap Cio
"Apa kepercayaan kamu kalah dengan prasangka gak pernah aku lakukan? " Tanya Cio
"Aku mohon Chagiii, kita berbaikan seperti biasanya" Pinta Cio lalu dia memeluk Nuna
"Apa Lisa akan kesini? " Tanya Nuna yang sejak tadi diam
"Dia datang atau tidak, aku tidak perduli Chagii" Jawab Cio
"Apa bisa sebelum kenaikan semester kamu hamil Chagii? " Tanya Cio
Nuna mendorong tubuh Cio sampai pelukan mereka terlepas
"Kenapa baru sekarang kamu mau aku hamil? apa karena Lisa? " Tanya Nuna dengan nada tinggi
"Chagii, aku mau kamu hamil agar dia tidak ganggu kita kan? " Jawab Cio
"Apa dia tega menganggu aku jika kamu dalam hamil anak ku" Ucap Cio
"Aku mohon Chagiii berpikiran buruk, aku mencintai kamu bukan dia" Sambung Cio
"Aku cape kalau harus bertengkar seperti ini" Ucap Cio bahkan matanya memerah karena menahan tangis
"Apa aku bisa percaya jika kedatangan wanita nanti? bahkan dia wanita yang pintar buat meluluhkan kamu lagi" Ucap Nuna pelan bahkan menunduk
__ADS_1
"Bahkan kamu memiliki janji dengan nya? dia pasti akan menemui kamu untuk menagih itu" Tambah Nuna
"Jika aku luluh dengan nya kamu boleh tinggalkan aku Chagiii, tapi aku mohon jangan pesimis seperti ini, pertahan aku dari dia" Ucap Cio
"Kamu tahu kan kalau aku gak akan bisa tinggalin kamu Berci? apa kamu ada niatan buat sama dia? kalau memang ada,lebih baik sekarang kita berpisah, kita sakit sama-sama daripada hanya aku nanti" Ujar Nuna dengan tatapan tajam tapi matanya mengeluarkan air mata
"Kita akan berpisah Chagii" Ujar Cio dengan tegas
"Berhentilah Chagiii berpikiran hal yang gak akan terjadi, aku mohon kita seperti biasanya lagi" Pinta Cio
"Itu hanya chat Chagiii, apa kita harus bertengkar seperti ini? apalagi nanti dia datang? " Tanya Cio lagi
"Kamu terlalu menyepelekan Berci" Jawab Nuna
Nuna tertunduk sambil memegangi kedua lututnya bahkan dia menangis sesegukan
Cio langsung menggendong Nuna ke sofa karena seperti nya dia sudah tidak sanggup berdiri apalagi dia sedang menstruasi
Nuna sesegukan menangis didepan Cio bahkan hampir tidak bisa bicara lagi
"Chagiii" Panggil Cio sambil menghapus air mata Nuna dengan jempol nya
"A kuuu gak mauuu kamu tinggalin Berciiiii" Ucap Nuna dengan terbata-bata karena nangisnya
"Aku tinggalin kamu? Mommy, Daddy dan Serena pasti akan membunuh ku" Jawab Cio
Cio mencium kedua matanya Nuna lalu dia menatap dalam-dalam istrinya
"Sudah yah jangan menangis lagi" Suruh Cio
"Hikk hikk hikkk" Segukan Nuna masih belum hilang lalu dia menyandarkan kepalanya di dada Cio
"Aku terlalu cemburu Berci, sampai berpikir kalau kamu bakal tinggalin aku, aku gak mau di tinggalin kamu, bahkan jauh-jauh dari kamu aja aku kangen" Ucap Nuna
"Kita baikan yah? " Tanya Cio lalu Nuna mengangguk pelan membuat Cio sangat senang bahkan mencium kepala Nuna
"Apa kamu tadi ada niatan ke mansion Mamah Figo? " Tanya Cio lalu dia mengeleng
"Sebenarnya masalah kita bukan Lisa Chagii tapi Papah Figo, karena Papah Figo berusaha untuk merusak nama baik ku" Ucap Cio
"Tuan Figo ngapain? " Tanya Nuna
"Dia berusaha merusak nama ku dengan hal bohong semuanya" Jawab Cio
"Bukan Lisa tapi dia, karena Lisa sudah hilang masanya tapi kamu malah merasa dia adalah masalah terbesar kita melupakan Pak tua yang sedang berusaha memisahkan kita" Tambah Cio
__ADS_1
"Apa Mamah terlibat? " Tanya Nuna lalu Cio Menggeleng