SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 125


__ADS_3

Nuna tertidur tapi dia langsung tersentak karena dia mendengar teriakan suaminya yang begitu menderita


Nuna kembali menangis dengan hebatnya memikirkan keadaan suaminya


"Berciii" Panggil Nuna dengan lirih


Lalu dia turun dari ranjangnya. berjalan menghampiri pintu sebab dia ingin keluar kamar


Pintunya di kunci lalu Nuna mengetuk nya tentu pintu nya di bukakan oleh bodyguard nya


Nuna sangat menyedihkan sekali karena hilangnya Cio bahkan bodyguard nya juga kasihan melihat istri Tuan Muda nya ini


"Aku tidak mau di kamar sendirian, aku mau kerumah sakit menemui Mommy" Ucap Nuna


"Baiklah Nona. Sekarang kita kerumah sakit" Jawab Bodyguard nya lalu Nuna pun di bawa menuju rumah sakit


"Apakah ada kabar baik tentang suami ku? " Tanya Nuna pada bodyguard nya tapi mereka hanya diam sambil terus fokus menyetir


"Aku mohon beritahukan aku" Mohon Nuna pada bodyguard nya


"Nona kami tidak memiliki hak untuk memberitahu tentang Tuan Muda, seperti nya nona harus bertanya pada Nyonya saja" Jawab Bodyguard nya


"Kami semua nya percaya jika Tuan muda pasti akan kembali pada Nona" Ucap Bodyguard untuk menenangkan Nuna


"Siapa yang melakukan ini? " Tanya Nuna


"Nona lebih baik tenangkan pikirkan dulu" Suruh bodyguard nya


"Bagaimana aku bisa tenang jika suami ku sekarang dalam bahaya, aku takut kejadian masa kecilnya kembali" Ucap Nuna meninggi


"Kalian pasti tahu kan bagaimana masa kecil suamiku? " Tanya Nuna lalu mereka mengangguk


Nuna merasa lelah berbicara pada kedua bodyguard nya lalu dia hanya diam sambil menangis menatap jendela mobil


Hari sudah semakin siang dan Nuna sampai diruang serena tapi Nuna tidak sama sekali mendapatkan senyuman atau pelukan penenang dari Mommy Intan


Tapi Serena tetap seperti biasanya dia bahkan merentangkan tangannya menerima pelukan kaka iparnya


Nuna berusaha tidak menangis begitu pun dengan Serena hanya berpelukan sambil menguatkan masing-masing


"Ka King, Om Prince dan Daddy pasti bawa pulang ka Cio, aku yakin" Ucap Serena dan Nuna hanya mengangguk sambil memeluk erat Serena

__ADS_1


Mommy Intan hanya diam berdiri melihat Nuna dan Serena berpelukan bahkan dia juga menatap datar keduanya


Serena menatap Mommy dan dia heran melihat Mommy nya yang seperti tidak suka dengan kedatangan Nuna


"Mommy kenapa? " Tanya Serena lalu Nuna melepaskan pelukannya dan ikut menatap Mommy Intan


"Mom? " Panggil Nuna tapi Mommy Intan hanya diam


"Orang tua kamu yang lakukan ini Nuna! setega itu mereka dengan putra ku" Ucap Mommy Intan. Mereka berdua terkejut begitupun Serena


"Mamah Figo? " Tanya Nuna tak percaya dan Mommy mengangguk


"Kalau Mamah yang lakukan ini gak mungkin Mom! kalau Tuan figo yang lakukan aku baru percaya" Ujar Nuna


"Nuna lakukan sesuatu agar dia mengembalikan Cio Nuna" Pinta Mommy Intan


"Aku akan temui pak tua itu"Ucap Nuna bahkan dia sudah ingin pergi tapi tangannya di tahan oleh Mommy Intan


" Jangan temui mereka Nuna"Larang Mommy Intan


"Kenapa Mom? aku harus temui orang itu agar suami ku kembali" Ucap Nuna


Nuna terdiam sebentar lalu menghembuskan nafaskan dengan berat


"Aku akan telpon Mamah" Ucap Nuna lalu dia mengeluarkan ponselnya dan mencari nama Mamahnya lalu menelponnya


Tidak butuh waktu lama, Mamah Figo sudah mengangkat telpon dari Nuna


"Nunaaa" Ucap Mamah Figo dengan suara lembut seperti biasanya


"Mamah tahu kan kenapa aku telpon Mamah? " Ucap Nuna berusaha sesopan mungkin pada wanita paruh baya itu


"Mamah tahu sayang, tapi Mamah sama sekali gak terlibat dalam penculikan suami kamu sayang" Ucap Mamah Figo menyakinkan Nuna


"Nuna tahu itu Mah, tapi Mamah tahu dimana suamiku sekarang? aku mohon jangan sakiti suami ku Mah bilang ke pak tua itu" Ucap Nuna memohon


"Mamah gak tau sayang, Mamah sudah bicara dengan Papah kamu tapi dia gak mau ngomong Cio dimana" Jawab Mamah Figo


"Dia bukan papah ku Mah. Jadi berhenti menyebutnya Papah di depan ku" Tegas Nuna yang sangat kecewa dengan apa yang sudah di lakukan Tuan Figo


"Jika pak tua itu menghilangkan nyawa suami ku, aku bersumpah Mah akan membalas dendam dengan nya" Ancam Nuna

__ADS_1


"Sayang kamu mau membunuh orang yang sudah menjadikan kamu lahir di dunia ini? " Tanya Mamah Figo tidak percaya


"Aku gak butuh pertanyaan Mah tapi aku butuh suami ku" Jawab Nuna tegas pada Mamah Figo


"Dia yang aku mau bukan siapapun sekarang" Sambung Nuna meninggi


"Aku tidak butuh pertanyaan! jawaban apapun yang bukan mengenai suamiku" Tambah Nuna


"Sayanggg"Ucap Mamah Figo sedikit kecewa dengan Nuna yang membentaknya


Nuna mendengar suara Mamah Figo seperti itu terdiam dan malah terdengar sesegukan menangis


" Aku hanya ingin suami ku Mah, aku mohon bujuk Tuan Figo untuk mengembalikan suamiku"Ucap Nuna sambil menangis


"Aku gak mau dia kenapa-napa" Ucap Nuna lagi


"Aku akan benci kalian berdua jika sampai terjadi sesuatu pada suamiku" Sambung Nuna


"Apa kamu juga akan membenci Mamah sayang? Mamah sama sekali tidak terlibat" Ucap Mamah Figo tapi Nuna tidak menjawab malah mematikan sambungan telponnya


Nuna menangis lalu menatap kedepan dengan sorot mata tajam dan langsung menarik dengan kuat kalung pemberian Mamah Figo dengan kuatnya sampai putus


"Aku benci kalian! Andai aku tahu kejadian seperti ini akan terjadi lebih baik aku tidak mengenai kalian" Ucap Nuna lalu melemparkan kalung itu ke sembarang arah


Mommy Intan memeluk Nuna yang sedang bersedih "Jangan membenci Nuna Mom! Aku gak mau Mommy jadi dingin ke Nuna, Andai aku tahu jika kedatangan mereka hanya membuat kegaduhan lebih baik aku tidak mau mengenal mereka" Ucap Nuna sambil menangis dipelukan mertuanya


"Mommy gak akan bisa benci kamu sayang, tapi Mommy hanya sedih karena Cio diculik oleh orang tua kamu" Ucap Mommy Intan


"Apa Mommy juga sedih karena kehadiran ku? " Tanya Nuna


"Tidak! Mommy hanya sedih dan marah dengan Tuan Figo" Jawab Mommy Intan dan Nuna semakin menangis di pelukan Mommy Intan bahkan hampir tidak bisa berbicara lagi


"Mom apa Daddy sudah memberikan kabar tentang ka Cio? " Tanya Serena


"Belum sayang, seperti nya Daddy kamu sekarang sedang kebingungan sama seperti kaka kamu yang hilang dulu" Jawab Mommy Intan


"Ay semoga kamu bisa menemukan Cio dengan selamat, Trauma terbesar kamu adalah kehilangan makanya kamu pasti sekarang sangat panik dan bingung" Batin Mommy Intan


"Aku mencintai kamu Ay" Sambung Mommy Intan


Nuna mendengar semua isi hati Mommy Intan sambil terus memeluk Mertuanya dengan erat

__ADS_1


__ADS_2