
Nuna dan Cio masih disana
Mereka masih menikmati kebersamaan mereka sambil duduk di tanah sambil memakan kue yang Nuna makan tadi
"Chagiiii" Panggil Cio
"Hmm? " Jawab Nuna sambil mengangkat alisnya
"Cape gak punya suami kaya aku? suka ngambek, suka manja dan punya trauma" Tanya Cio Tiba-tiba
"Cape? Aku nggak pernah ngerasain itu tapi sering ngeliat kamu gemas tau, bayangin aja gak ada angin gak ada hujan aku nikah sama cowo umurnya 3 tahun berbeda dengan ku" Jawab Nuna dengan santai
"Gak ada cape-cape nya tapi kaya lagi liat bayi aja sih tapi bayinya bisa diajak bikin bayi kecil" Jawab Nuna lagi
Cio tersenyum lebar lalu menatap langit dan kembali menatap Nuna
"Berciiii" Panggil Nuna lalu Cio mengangkat alisnya
"Tangan kamu mana? " Tanya Nuna
"Buat apa? " Tanya Cio dengan bingung tapi tetap menyerah kan tangannya pada Nuna lalu dia menggenggam tangan Cio
"Dunia akan sangat menyeramkan kalau gak kamu" Ujar Nuna dan ucapan Nuna berhasil membuat Cio terbeku
"Dapat kata-kata itu darimana? " Tanya Cio
"Aku gak sengaja dengar Daddy bilang ini ke Mommy" Jawab Nuna dan Cio tersenyum bahkan rahang atas nya terlihat
"Bumi gak ada pernah sepi Chagiii kalau aku masih ada aku, karena aku bakal selalu sama kamu" Ucap Cio dengan tatapan hangatnya
"Setahun lagi kita bakal punya baby"Ujar Nuna lalu Cio mengangguk tanda mengiyakan
Nuna melompat memeluk Cio dengan eratnya
" Aku gak sabar hari itu datang"Ujar Nuna
"Iyah" Jawab Cio
Nuna melepaskan pelukannya karena mendengar ponselnya berdering yang menelpon adalah Wati, dia mengangkatnya
"Dimana? " Tanya Wati
"Kami nungguin di tempat tadi udah 15 menit tau, kalian jalan kemana? " Tanya Wati lagi
"Kalian sudah ketemu kue nya? " Tanya Nuna
"Udah! " Jawab Wati
"Aku sherlock aja" Ucap Nuna lalu dia mematikan ponselnya dan mengirimkan tempatnya pada teman-temannya
"Chagiii kamu sherlock mereka? " Tanya Cio dengan ekpresi wajah tidak percaya
__ADS_1
"Emangnya kenapa? sekalian kita tungguin jam 10 nanti buat main kembang api" Jawab Nuna
"Aishhhh pasti mereka bakal kacauin kita nanti" Bisik Cio pelan
"Ngomong apa? " Tanya Nuna yang tidak mendengar karena suara Cio yang pelan
"Mereka pasti bakal kacauin kita nanti" Ujar Cio
"Kacauin gimana? malah kayanya seru tau Berci" Ucap Nuna
"Kapan-kapan aku mau kenalin Serena juga sama mereka" Sambung Nuna
"Kamu mau kenalin sama Serena? gak akan cocok" Ucap Cio
"Benarkah? " Ujar Nuna dengan nada tidak percaya
"Terserah kamu" Cio yang pasrah dengan Nuna
Kurang dari 10 menit mereka pun datang tapi sayangnya di tahan oleh anak buahnya Cio ketika ingin menghampiri Nuna
Nuna melihat itu langsung berdiri dan menyuruhnya untuk melepaskan teman-temannya
Mereka duduk berhadapan dengan Nuna dan Cio tapi wajah Cio datar bahkan terlihat jika dia tidak suka
"Nih kue nya" Sodor Pritta kue yang di pinta Cio tadi pada mereka
Cio mengambilnya bahkan ada senyum tipis di bibir tipisnya
"Suapin" Ujar Cio
"Iyah" Jawab Nuna lalu mengambil kantong plastik yang ada di tangan Cio dan membukanya
"Tempatnya bagus" Ujar Pritta
"Aku baru tau kalau ada tempat ini disini" Ujar Wati
"Mana di bikin bintang kaya gini, kena banget romantis" Ujar Syifa
Nuna tersenyum sambil menatap Cio yang sedang menguyah makanan yang baru saja dia suapkan
"Kalian kapan punya pacar? " Tanya Nuna
"Kalian umurnya lebih tua dari aku masa duluan aku punya suami" Ujar Nuna lagi
"Ckkk! sementang punya suami kaya gini kamu sombong Nuna" Ujar Pritta
"Iya nih mana bawa-bawa umur" Sahut Wati
"Kamu punya adek gak? " Tanya Syifa pada Cio
"Punya" Jawab Cio dan Syifa langsung tersenyum lebar
__ADS_1
"Adik nya Cewe, kalian mau? " Tanya Nuna mendapat senyuman dari Cio
"Yahhhh" Ujar Syifa
"Aku kira cowo tadi" Ucap Syifa
"Misalnya di punya adik cowo pasti umurnya di bawah kamu Syifa, kalau enggak 16 tahun umur adiknya, emangnya kamu mau anak jagung baru tumbuh? " Tanya Pritta lalu Wati dan Nuna tertawa
"Memangnya kenapa dengan cowo 16 tahun? di keluarga ku ada kok yang menikah pas dia umur 16 tahun dan cewenya umur 26 tahun" Jawab Cio yang dimaksud adalah pamannya
"Hah? kamu yang bener? " Tanya Nuna tidak percaya dan Cio mengangguk
"Siapa? " Tanya Nuna
"Kakeknya King" Jawab Cio
"Berati dia nikah pas SMA dong? " Tanya Syifa
"Iyah! tapi lucu gak sih punya suami dibawah kita gitu, katanya bakal posesif banget terus kaya anak kecil gitu sifatnya" Ujar Wati
"Tanya Nuna aja tuh, dia kan lagi pelihara bayi gede" Suruh Pritta
"Maksudnya apa? pelihara gua bukan binatang" Jawab Cio ketus
Nuna tertawa kecil lalu mengelus dada Cio tapi matanya masih di kearah temannya
"Jujur lucu, gemesin, terkadang juga bikin kesel" Jawab Nuna
Pritta membungkuk lalu menutup mulutnya agar Cio tidak melihat gerak mulutnya
"Burungnya gede gak? " Tanya Pritta, Syifa dan Wati yang mendengar juga ikut membungkuk
Cio menghela nafas panjang sambil memutar bola matanya
"Emangnya kamu udah lakuin itu? " Tanya Syifa pada Nuna
"Sakit gak Nuna? " Tanya Wati dengan polos padahal Cio mendengar semuanya pembicaraan mereka tapi dia hanya diam sambil menguyah makanan nya
Nuna menunjukkan jar telunjuknya dengan jari tengahnya, Syifa dan Wati berpikir sedangkan Pritta paham
"Gedenya? kalau panjangnya? " Tanya Pritta
"2 kali lipat" Jawab Nuna, Syifa dan Wati mulai paham, mereka melotot tidak percaya
"Masuk? " Tanya Wati lalu Nuna mengangguk
"Pasti nyeri banget, bayangin nya aja gak kebayang" Ucap Syifa sambil mengerucut kan wajahnya
Cio menepuk baju Nuna menatapnya dengan nanar, teman-temannya Nuna terdiam melihat Cio dengan Nuna
Cio mendekatkan wajahnya ke telinga Nuna lalu membisikkan sesuatu
__ADS_1
"Liat aja setelah pulang ini chagiii" Bisik Cio dan Nuna melotot mendengar ucapan Cio