SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 168


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 03.10


Cio terbangun sebab mendengar tangisan yang cukup kencang di sampingnya.


Ketika dia membuka matanya, dia melihat Nuna sedang membongkonginya terus sesegukan menangis


Cio mendekati Nuna dan memeluk nya dari belakang "Kamu kenapa? kok nangis? " Tanya Cio lembut pada Nuna, Tapi Nuna tetap menangis sesegukan


"Hey kenapa? " Tanya Cio sambil menggoyangkan tubuh mungil Nuna


"Aku gak bisa tidur" Jawab Nuna yang masih sesegukan menangis


"Gak bisa tidur kenapa? coba hadap sini biar kepalanya bisa ku elus" Suruh Cio lalu Nuna menurut dan dia menghadap ke arah Cio lalu Cio memasukkan Nuna kedalam pelukannya, mengelus kepalanya dengan lembut


"Gak bisa tidur kenapa Chagii? " Tanya Cio lembut. Namun Nuna diam tidak mau bicara


"Kenapa diam? kalau diam gitu artinya aku yang salah yah? " Tanya Cio


Nuna sudah tidak menangis lagi tapi sesegukan nya saja yang terdengar


"Aku minta maaf yah" Ujar Cio lembut dengan suara maskulin nya


"Kamu gak salah Berci" Jawab Nuna


"Terus kenapa, aku tanya diam aja? " Tanya Cio lagi


"Pengen peluk kamu, tapi takut kamu kebangun kan kasihan" Jawab Nuna tapi masih sesegukan


Mendengar jawaban Nuna dia ternganga lalu mengusap wajahnya


"Cuma mau peluk aja sampai nangis sesegukan" Tanya Cio tak percaya


"Muka kamu juga aku liat pas tidur tadi kaya kecapean banget jadinya aku kasihan" Jawab Nuna


"Stttt udah yah jangan nangis lagi, sekarang kita tidur sambil pelukan" Ujar Cio


"Kalau pelukannya terlepas kamu bangunin aku aja jangan nangis" Sambung Cio lembut pada istrinya yang sedang manja padanya


"Kamu kenapa sabar banget sama aku? padahal aku cengeng gini" Tanya Nuna


"Aku paham kamu Chagii, Kamu dulu gak gini tapi setelah kamu hamil, kamu jadi berubah jadi lucu, gemesin soalnya minta peluk terus" Jawab Cio lalu mentoel hidung Nuna


"Kan aku juga yang bikin kamu hamil, masa aku gak sabar? masa aku marah-marah ke kamu? gak kan" Sambung Cio


"Sedangkan kamu aja sabar rawat aku dan temenin aku sampai bisa jalan lagi" Tambah Cio


"Kamu beneran gak dongkol sama sikap kenakakkan aku? " Tanya Nuna lagi


"Gak!" Jawab Cio

__ADS_1


"Ayo tidur lagi katanya mau mimpi indah kan" Suruh Cio lalu Nuna mengangguk pelan


Lalu Cio tertawa tapi di tahan sebab takut Nuna akan marah tapi apa daya dia mendengar Cio tertawa


"Kamu ketawain aku? " Tanya Nuna dengan wajah masam sehabis menangis menatap Cio


"Iyah soalnya lucu" Jawab Cio


"Kamu tadi bilang aku gini juga gara-gara kamu yang hamilin kalau gak, gak mungkin aku kaya gini" Ujar Nuna


"Tega ketawain aku" Sambung Nuna


"Aku ketawa karena lucu bukan yang lain Chagii" Ucap Cio lalu Cio menghapus air matanya dengan punggung tangannya benar-benar seperti anak kecil tingkah Nuna


Cio memejamkan matanya sambil tersenyum "Kamu ngapain? " Tanya Nuna


"Aku lagi liat tingkah istri aku kaya calon anak aku pas dia udah lahir nanti" Ucap Cio lalu membuka matanya dan melihat Nuna


"Kenapa aku di samain kaya gitu? " Tanya Nuna dengan bibir manyunnya dan isengnya Cio malah menirukan wajah Nuna sekarang dengan memanyunkan bibirnya. Cio berhasil membuat Nuna tertawa


"Dasar jahil" Ucap Nuna sambil memekul dada Cio


"Lucu tau" Ujar Cio


"Pengen gigit orangnya" Ucap Cio lagi sebab dia benar-benar gemas dengan Nuna


"4 bulan dia hamil tapi tingkah ke manjaan yang paling parah cuma 3 hari terakhir, tau aja kamu nak kalau Papah kamu sudah sembuh jadi kamu bisa bikin papah pusing dari buat Mamah kamu kaya gini" Ujar Cio


"Kamu tidur? " Bisik Cio di telinga Nuna


"Yah" Jawab Nuna pelan


Cio tersenyum lalu memcium kening Nuna dan ikut memejamkan matanya


Malam berganti siang


Nuna sudah bangun sedangkan Cio masih bermalas-malasan dia atas kasur empuknya


Nuna datang dengan hanya memakai kimono dan juga rambut yang dibalut oleh aduk


"Berci sampai kapan kamu akan tidur terus? " Tanya Nuna


"Sampai anak ku lahir" Jawab Cio


"Berciiiii bangun" Suruh Nuna lalu Cio membukanya tapi hanya sebelah lalu dia tersenyum


"Sun dulu, apalagi kamu habis mandi pasti wangi" Ujar Cio dan memoyongkan bibirnya


"Gak! " Tolak Nuna

__ADS_1


"Kamu bangun terus mandi biar kita sarapan kalau engga! " Ujar Nuna sengaja menggantung


"Apa? " Tanya Cio


"Aku tinggal nginep di Kost-kostan temen-temen aku" Ancam Nuna


"Yakin mau nginep disana? tadi malam aja gak di peluk gak bisa tidur sampai nangis sesegukan" Ucap Cio dengan mata menyipit mengucapkan itu


"Yakin!" Jawab Nuna cepat


"Oke! " Ujar Cio dan dia kembali memeluk gulingnya, membelakangi Nuna malahan


"Gitu respon kamu? " Ujar Nuna bahkan nadanya seperti ingin menangis


Cio kembali berbalik menatap Nuna dan langsung duduk sambil mengusap wajahnya lalu buru-buru mendekati Nuna


"Memangnya aku harus apa Chagi? aku harus larang kamu? " Tanya Cio


"Kamu tega Berci" Ucap Nuna dan benar saja jika Nuna menagis


Cio langsung memeluk Nuna mengelus kepalanya dengan lembut


"Sayangggggg" Ucap Cio lalu mencium kening Nuna


"Aku juga ikut nginep kok kalau kamu nginep disana" Ujar Cio


"Kamu tega Berci, Kamu sama sekali gak ngelarang aku kaya biasanya cuma bilang oke, sakit aku tuh" Ucap Nuna yang melongak menatap Cio dengan mata berkaca-kaca


"Kenapa diam?" Tanya Nuna


"Kok jadi nangis sekarang? aku udah bangun nih, aku nanti mandi terus kita sarapan bareng yah" Ucap Cio lembut sekali pada Nuna


"Jangan nangis dong, aku ngaku kalau aku salah tapi istriku yang cantik ini jangan nangis terus" Ucap Cio sambil mencubit pipi chubby Nuna


"Uuuuu istriku yang cantik habis mandi kok malah nangis" Ujar Cio lagi sambil menghapus air matanya Nuna


"Kamu sayang gak sih sama aku? " Tanya Nuna dan pertanyaan ini hampir selalu di tanyakan Nuna pada Cio


"Sayang Chagi, sayang banget malahan" Jawab Cio


"Aku juga sayang" Ujar Nuna


"Sekarang jangan nangis lagi yah, oke aku sekarang aku bangun terus mandi dan sarapan. Oke? " Ujar Cio dan Nuna mengangguk


"Jangan buat hari ini hujan hanya karena istri hamil ku menangis" Ucap Cio lagi


"Kamu yang bikin aku nangis" Ucap Nuna


"Oke malapetaka ada di aku" Ujar Cio sambil memiringkan kepalanya

__ADS_1


__ADS_2