
Nuna masih dengan teman-teman nya bahkan Nuna masih seperti biasanya suka bermanja juga pada mereka bertiga sebab Nuna yang paling muda di antara mereka
Nuna sedang tiduran di atas pahanya Pritta "Na muka kaya sembab kenapa? kamu habis nangis? " Tanya Pritta
"Iyah" Jawab Nuna
"Nangis kenapa? Apa Qio yang buat kamu nangis? " Tanya Syifa
"Aku juga kurang ngerti setelah suamiku sembuh dan bisa jalan lagi aku jadi cengeng banget, gak di peluk aja nangis, ngeliat Berci luka dikit aja nangis" Jawab Nuna
"Segitunya" Ujar Wati yang terkejut
"Iyah" Jawab Nuna
"Tapi untungnya suamiku sangat sabar bahkan dia selalu bujukin aku dengan sangat lembut" Ucap Nuna
"Jadinya kamu kaya anak kecil kalau gitu" Ujar Syifa
"Bukannya kaya gitu yah, kalau kita bertingkah seperti anak kecil artinya laki-laki itu emang buat kita nyaman" Ucap Wati
"Cio pernah Naa marah-marah ke kamu? " Tanya Pritta
"Gak pernah, paling-paling juga ngambek tapi cuma sebentar aja sih" Ucap Nuna
"Tangan kamu yang di perban itu kenapa? " Tanya Wati
"Dia ngambek soalnya aku ngomong berdua sama King, dia nya cemburu terus kaya ngindarin aku tadi malam, dia berdiri di balkon sedangkan aku di dalam mana dia kunci" Ucap Nuna
"Terus aku gedor-gedor sampai kacanya retak tanpa aku sadari tangan ku juga luka" Ujar Nuna lagi
"Anak kamu kayanya gak mau banget pisah sama Cio" Ucap Syifa
"Aku kurang tau yah tapi rasanya suka banget liat cowo ganteng apalagi suami ku sendiri" Ucap Nuna
"Anak kamu genit" Ucap Wati
__ADS_1
"Kaya gimana nanti sifat anak kamu terus mukanya gimana" Ucap Pritta
"Aku juga penasaran" Ujar Nuna
"Mana cewe kan anaknya" Ucap Syifa dan Nuna menganggukkan kepalanya
"Pasti gemesin" Ujar Pritta
Disisi Cio
Cio sedang ada di kelas Serena sebab sekarang jam istirahat
Digo datang sambil membawa sebuket bunga tapi dia belum sadar jika disitu ada Cio
Cio yang melihat Digo dan langsung berdiri seakan-akan menjadi benteng Serena
"Mau ngapain? " Tanya Cio sedangkan Serena masih duduk di belakang Cio
"Gua mau ngomong sama Serena" Ucap Digo
"Hadapin gua dulu baru lu bisa deketin adik gua" Ujar Cio
"Lu mau bertarung sama gua? " Tanya Digo
"Lu tantang gua Digo? lu harus ingat leher lu pernah bengkok karena kita juga pernah bertarung cuma rebutin Lisa" Ujar Cio
"Gua emang kalah waktu itu tapi kali ini gua bakal kalahin lu dan lu harus biarin gua deketin Serena" Ucap Digo
"Haha, Adik gua bukan bahan taruhan, lu sebut gua pencundang gua gak bakal Terima tantangan lu"Ucap Cio
"Gua suka sama dia Cio! gua janji bakal jaga dia sebaik mungkin" Ucap Digo dengan lantang
"Gua gak perduli, lu suka atau engga sama adik gua sebab lu gak akan di Terima di keluarga gua" Ucap Cio
"Brengsek! " Teriak Digo dan langsung menarik kerah baju Cio tapi dia masih bersikap tenang
__ADS_1
"Lepasin kaka ku Digo! " Ujar Serena yang sudah berdiri di antara mereka
"Dia penghalang hubungan kita kan Serena? apa salah jika aku kasih dia pelajaran" Ucap Digo
"Hubungan apa yang kamu maksud? kita sudah berakhir Digo, aku udah gak ada rasa sama kamu" Ucap Serena
"Kamu jangan bohong Serena" Ucap Digo tak percaya
"Lepasin kaka ku" Ujar Serena dan Digo melepaskan Cio
"Aku sudah di jodoh kan dengan kaka sepupu ku yaitu ka King" Ucap Serena bohong bahkan Cio sedikit terkejut dengan ucapan Serena
"King? gak mungkin dia jauh lebih tua dari kamu" Ucap Digo tak percaya
"Lawan lu King Aiden Dhekson lu yakin mau lawan dia? sedangkan Daddy gua aja gak sanggup lawan kekayaan dan kekuasan dia" Ujar Cio dan Digo langsung terdiam mendengar ucapan Cio
"Sial! " Ujar Digo dan dia pergi begitu saja
"Eh kamu ngomong gitu dapat ide darimana? " Tanya Cio
"Kemarin aku ka King anter aku kan kesini? malah dia yang suruh aku ngomong gitu ka soalnya dia juga tau tentang aku dengan Digo" Jawab Serena
"Oh pantas, oke lanjutkan gak papa kalau ada romur kamu dengan King soalnya dia orang yang hebat pantas untuk adik ku yang super bawel ini" Ujar Cio lalu dia tertawa
"Kaka pikir aja, Ka king itu orang nya dingin mana cocok sama aku yang urakkan" Ujar Serena
"Kaka orangnya seperti apa? tapi kaka gimana ke Nuna? " Tanya Serena
"Sudahlah jika om prince kamu ngomong kaya tadi, kaka yakin bakal ada pertunangan" Ucap Cio
"Kaka ah" Ucap Serena tapi Cio kabur tapi Serena mengejarnya
Dari kejauhan Gery melihat Serena yang sedang berlarian dengan Cio
"Andai aku yang ada di posisi Cio gimana yah, pasti sangat bahagia" Ujar Gery yang memang sangat iri pada Cio
__ADS_1