SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 151


__ADS_3

Cio sudah tertidur tapi Nuna belum entah apa yang dia pikirkannya tapi tiba-tiba rasa lapar timbul, dia menatap Cio yang tertidur dengan nyenyak nya


Nuna berjalan sendiri keluar kamar sebab tidak tega membangunkan Cio apalagi Cio juga agak kurang sehat sebab dia tadi memaksakan diri untuk masuk kuliah


Para pelayan yang masih belum pulang ke kamar mereka pun tentu langsung menghampiri Nuna bahkan membantu Nuna untuk turun tangga


"Nona di dapur ada Nona Serena" Ujar pelayan yang membantu Nuna turun tangga


"Malam begini dia kesini? " Tanya Nuna dan dia mempercepat langkahnya lalu menghampiri Serena


Serena yang melihat Nuna langsung berlari menghampiri Nuna bahkan berlari menghamburkan pelukan


"Kaka" Ujar Serena lalu langsung memeluk Nuna


"Malam-malam begini kenapa kamu kesini? memangnya gak dia marahin Mommy atau Daddy? " Tanya Nuna


"Aku pergi diam-diam" Jawab Serena


"Ya sudah kita ke dapur sekalian temenin kaka makan, soalnya kaka lapar" Ucap Nuna lalu Serena menganguk


Pelayan langsung menyiapkan makanan untuk Nuna sekaligus susu nya


"Ka malam ini aku nginep di sini yah, besok pagi-pagi banget aku pulang lagi" Ucap Serena


"Boleh Serena, tapi kenapa kamu sampai kesini? ada apa" Tanya Nuna lembut bahkan dia menahan laparnya untuk mengajak Serena berbicara


"Ka Cio pasti udah cerita kan ke kaka" Ujar Serena dan Nuna menganguk


"Daddy juga tahu semuanya ka, dia marah besar sampai bekukan semua ATM ku dan tarik semua fasilitas ku" Ucap Serena


"Kamu kesini pakai apa? " Tanya Nuna


"Motor bodyguard ka" Jawab Serena


"Aku bilang nya pergi ke rumah ka Cio makanya mereka berani lepasin aku" Sambung Serena


"Aku gak tau mau kemana, aku tahu ka Cio juga marah besar ke aku tapi sekarang aku gak tau mau gimana lagi" Ucap Serena


Nuna menggegam tangan Serena "Daddy dan suami ku marah karena dia gak mau kamu kenapa-napa Serena" Ucap Nuna


"Tapi aku terlanjur punya hubungan dengan Digo, cowo yang aku sukai ka" Ujar Serena

__ADS_1


"Hubungan keluarga yang kacau atau hubungan asmara kamu yang kacau? " Tanya Nuna


"Sekali ini aja ka, aku juga mau rasain dekat dengan laki-laki" Ujar Serena


"Cowo kamu itu mantannya Lisa kan? dan dia juga yang sudah buat Lisa hamil tapi gak mau tanggung jawab" Ujar Nuna


"Bukan Digo yang gak mau tanggung jawab tapi Lisa nya yang mau di nikahi" Bantah Serena


"Apa aku salah ka jika aku merasakan kebahagiaan ku" Tanya Serena tapi Nuna hanya tersenyum


"Itu keputusan kamu Serena, kaka hanya orang luar kayanya gak akan bisa buat kasih kamu nasehat tapi kaka mohon kalau kamu punya masalah harus cerita ke kaka jangan sendirian" Ucap Nuna


"Apa kaka juga bakal kaya Daddy dan ka Cio? Langsung gak perduli dengan ku" Tanya Serena


"Kaka dulu pernah mencintai laki-laki yang salah Serena, tapi kaka gak tau itu karena mata kaka tertutup dengan katanya Cinta" Ucap Nuna


"Semua teman-teman kaka tau bagaimana dia tapi mereka diam karena takut kaka sakit hati, kamu lebih baik semua keluarga kamu diam tapi mereka tahu kalau kamu menderita atau mereka melarang kamu tapi memang sih bakal buat kamu sakit juga tapi kamu bakal bahagia nantinya sebab mereka perduli"Ucap Nuna


"Melarang bukan tentu jahat tapi malah yang mendiamkan dan membiarkan itu yang jahat" Ucap Nuna dan Serena terdiam


"Kamu minta maaf aja yah sama Daddy, Mommy dan suamiku, kalau Digo itu benar-benar mencintai kamu dia pasti akan menjaga kamu, misalnya dia udah mulai aneh-aneh kamu harus pinter cari alasan tolak dia, sebab jika kamu mengiyakan, akan ada 2 Laki-laki yang sangat kecewa nantinya" Ucap Nuna


Nuna melihat sesosok yang sedang tersenyum mengelus rambut Serena dia adalah Alice Mamah kandung Serena


"Gak ka tapi aku ngerasa kaya dingin gitu" Jawab Serena


"Mamah kamu ada disini, dia lagi tersenyum sambil elus rambut kamu" Ujar Nuna membuat Serena terkejut bahkan dia menatap kebelakang


"Kaka bisa liat Mamah? " Tanya Serena


"Bahkan sering" Jawab Nuna


Nuna memejamkan matanya dia meletakkan tangannya di kepala Serena tepat atas tangan Mamah alice


Nuna ingin mencoba berinteraksi dengan Mamah alice walaupun nantinya dia akan sakit


Lalu Nuna membuka matanya kembali sambil tersenyum manis pada Serena


"Kaka ngapain? " Tanya Serena


"Mau ketemu Mamah kamu gak? " Tanya Nuna

__ADS_1


"Kaka nyuruh aku mati? kaka jangan aneh-aneh" Ucap Serena


"Yaudah gak deh" Ujar Nuna


"Yaudah kaka makan dulu yah, malam ini kamu tidur di kamar tamu yah" Ucap Nuna


"Iyah ka" Jawab Serena


Nuna pun makan sedangkan Serena mengambil buah anggur dan memakannya


Setelah makan Nuna mengantarkan Serena ke kamarnya bahkan dia akan tidur dengan Serena


Serena sudah merebahkan dirinya sedangkan Nuna masih duduk sambil bersandar di sisi ranjang


"Andai Mamah Alice hidup pasti dia gak akan kekang aku kan ka" Ujar Serena


"Kamu nanya aja" Suruh Nuna


"Kaka suka becanda, mana bisa aku tanya Mamah Alice" Ujar Serena


"Sekarang kamu tidur aja" Suruh Nuna


"Belum ngantuk aku" Ucap Serena lalu dia mendekati Nuna lalu merebahkan kepalanya di paha Nuna


"Daddy pertama kali loh ka marah kaya tadi" Ucap Serena


"Serem" Ujarnya lagi sambil bergidik ngeri


"Kamu ingat pas kamu masuk rumah sakit? Daddy sembunyi terus dia nangis" Ujar Nuna


"Nangis kenapa? " Tanya Serena


"Khawatirin kamu, menurut ku dia marah sebab dia benar-benar sangat menyanyangi kamu, kamu bayangin aja deh, Seorang Daddy Rio nangis cuma liat anak perempuan nya terluka" Ujar Nuna


"Kamu beruntung Serena berbeda dengan ku, Papah kandung ku sendiri ingin membuat aku menderita" Ucap Nuna dan Serena diam


"Tapi Mommy marah juga ke kamu? " Tanya Nuna


"Mommy cuma diam tapi tatapan Mommy kaya menyiratkan kalau dia juga kecewa sih" Jawab Serena


"Tapi untung ada kaka, kaka mau dengarin aku cerita bahkan nasehatin aku dengan lembut" Ucap Serena lalu dia kembali merebahkan kepalanya di bantal

__ADS_1


"Aku tidur ya ka" Ucap Serena dan Nuna hanya mengangguk


__ADS_2