
Cio yang tadi masih di kantin bisa melihat beberapa bodyguard nya berlari entah kemana karena dia tidak tahu
Cio melihat itu ikut berlari mengikut mereka bahkan Cio berlari dengan sangat cepat
Bodyguard nya ternyata mengarah ke rooftop dan ketika dia membuka pintu
Cio melihat jika Serena sedang di kroyok oleh Jessica dan 2 temannya perempuan
Tapi Serena tidak menyerah sama sekali bahkan dia terus melawan walaupun dia berada di bawah Jessica karena di kroyok
Bodyguard dan Cio mendekati Serena, 5 orang bodyguard Serena langsung memegangi Jessica dan 2 temannya tadi
Mereka baru sadar jika ada Cio disana lalu Cio memeluk Serena sambil merapikan rambut adiknya
"Kaka? " Ujar Serena tapi tatapan Cio mengarah ke Jessica dan 2 temannya
"Apa yang mereka lakukan? " Tanya Cio pada bodyguardnya Serena
"Mereka mengeroyok Nona muda bahkan dia memukul kepala Nona dengan balokan kayu" Jawab Bodyguard nya Serena menunjuk Jessica
"Benar-benar kurang ajar" Teriak Cio pada Kuatnya
"Menyentuh adik ku sama saja akan menerima kemarahan ku" Ujar Cio lalu dia berdiri,lalu serena di gendong oleh bodyguard nya dan satunya memayungi Serena sedangkan Cio mendekati Jessica
Cio menarik rambut Jessica dengan kuatnya sampai dia mengaduh walaupun hanya pelan karena tenaganya cukup terkuras tadi
"Kenapa harus Serena? lu tau kan kalau dia teman lu bahkan dia adik gua" Teriak Cio didepan Jessica
"Dia sudah kurang ajar! " Jawab Jessica tapi malah mendapatkan tamparan dari Cio
2 temannya tadi hanya menunduk tidak mau menatap Cio yang sedang menghajar Jessica
Cio mengeluarkan pistol dari balik jaketnya lalu mengacungkan nya ke kepala Jessica
"Mati pun belum pantas untuk membalas dendam karena sudah menyakiti adik ku" Ujar Cio
Jessica meraung-raung meminta tolong pada siapa saja karena dia sekarang sangat takut jika Cio akan menembak matinya
Serena tersenyum miring melihat Jessica seperti orang gila yang berteriak histeris meminta pertolongan
"Dekap mulutnya" Suruh Cio pada anak buahnya lalu mulut Jessica di tutup dengan tangannya
"Kaka! " Panggil Serena
"Biarkan saja Nona! Jika tuan besar tau kejadian ini mungkin dia akan lebih marah lagi nantinya" Tegur bodyguard Serena yang menggendong nya
__ADS_1
Tapi Cio menoleh ke arah Serena yang memanggilnya tadi
"Kamu jangan kasihan dengan orang yang sudah menyakiti kamu de" Ujar Cio lalu kembali menatap Jessica
Pintu Rooftop di gedor-gedor seperti nya ada mahasiswa yang ingin melihat kejadian tapi pintunya sudah di kunci oleh bodyguard nya Cio
"Kita apakan Tuan muda? apa kita bawa saja ke markas atau kita habisi sekarang? " Tanya Bodyguard yang mendekap mulutnya Jessica
Jessica yang mendengar itu langsung berontak bahkan dengan sekuat tenaga berteriak tapi percuma
Cio kembali menyimpan pistolnya di balik jaketnya lalu langsung menampar wajah Jessica dengan kuatnya
"Setelah kejadian ini gua gak akan biarin lu tenang karena sudah menyakiti Serena" Ancam Cio
"Gua gak akan biarin lu mati tapi kematian bisa saja datang dari tangan orang lain tapi tetap saja yang menjadikan kematian itu adalah gua" Ujar Cio
"Andai kita tidak di kampus habis kalian" Ujar Cio dengan geram lalu dia berbalik menghampiri Serena
Cio mengambil Serena dari gendongan bodyguard nya lalu dia yang bergantian menggendong Serena
"Aku akan laporkan kejadian ini agar semuanya tau bagaimana putra dari Rionaldo wijaksono, yang tidak memiliki rasa kasihan" Ucap Jessica yang masih sempat nya mengancam Cio
Cio berbalik sambil menggendong Serena di punggungnya
"Gua gak takut ancaman lu tapi malam ini atau tidak beberapa jam lagi, perusahaan orang lu bakal gua ambil alih, liat aja" Jawab Cio lalu dia tersenyum miring pada Jessica
"Kita kerumah sakit yah"Ujar Cio lembut pada Serena, dia hanya mengangguk sambil memejamkan matanya
" Kita kerumah sakit"Ujar Cio lalu anak buahnya langsung sigap menjaga mereka karena di depan pintu pasti banyak mahasiswa atau mahasiswi yang ingin melihat apa yang sedang terjadi
Sedangkan Jessica sudah di lepaskan tapi dia buat lemas tapi tidak pingsan,agar tidak bisa turun beberapa saat oleh bodyguard nya Cio
Ketika pintu di buka ada Gery dan 4 temannya yang berada di depan pintu keluar
Dia menatap Jessica lalu menatap Serena yang lemah di gendongan Cio, bahkan pelipis Serena mengeluarkan darah membuat Gery menatap kasihan pada Serena
"Serena! " Panggil Gery lalu dia membuka matanya menatap siapa memanggilnya
Serena membuka matanya sebentar lalu kembali menutupnya bahkan mempererat tangannya yang ada di leher Cio
hampir seminggu ini Gery mencoba mendekati Serena tapi dia tidak mendapat gubrisan dari Serena
Anak buah Cio mendorong Gery dan temannya yang menghalangi jalan agar Serena bisa cepat di bawa kerumah sakit
Cio turun tapi Gery mengikuti nya dari belakang namun dia tidak bisa mendekat karena terhalang oleh bodyguard nya Cio
__ADS_1
"Serena" Panggil Gery secara terus menerus sedangkan Cio tetap berjalan sambil sesekali mengelus rambut Serena yang ada di bahu nya , sambil mengurangi rasa pusing Serena
Semuanya menatap Cio dengan Serena apalagi keadaan Serena yang kacau karena ulah Jessica
"Kaka" Panggil Serena dengan lemah
"Iyah Serena? tahan yah kita sebentar lagi sampai kok ke rumah sakit" Ujar Cio yang masih berjalan di lorong kampus sambil membawa Serena
"Serena! " Panggil Gery dengan berteriak lalu dengan lemah Serena menoleh ke belakang
"Aku gak papa" Jawab Serena tanpa suara agar Gery berhenti memanggilnya
"Jangan menanggapi orang seperti itu de! "Suruh Cio
"Aku gak pernah gubris dia, karena aku tau kaka gak suka dia, apalagi dia juga pernah jail ke ka Nuna" Ujar Serena
"Baguslah" Ujar Cio
Disisi Nuna
Nuna sedang duduk di atas kasur sambil menatap layar ponselnya karena sudah membalas semua pesan Cio bahkan menelpon tapi tidak dibalas oleh Cio
"Dia kemana yah? " Tanya Nuna pada diri nya sendiri
"Mungkin dia ada kelas" Ujar Nuna berbaik sangka pada suaminya
Mommy Intan pergi ke tempat pemotretan sebentar, Berci dan Serena kuliah, aku sendirian gini sepi banget sih "Ujar Nuna lalu menekuk kakinya lalu memeluk lututnya
Nuna membuka ponselnya dia menelpon Mamah Figo saja pikirnya
Telponnya langsung terhubung membuat Nuna agak gugup di buatnya
" Sayanggg? "Jawab Mamah Figo dari seberang telpon
"Mamah lagi apa?" Tanya Nuna dengan canggung
"Mamah lagi santai aja di mansion, apalagi Papah kamu lagi keluar sebentar" Ujar Mamah Figo
"Kita ketemuan yuk Mah" Ajak Nuna mendengar ajakan Nuna tentu dia sangat senang dan langsung mengiyakan ucapan putrinya
"Mau ketemu di mana? " Tanya Mamah Figo
"Cafe dekat mansion mertua ku Mah, nanti aku kasih alamatnya yah" Ujar Nuna
"Baiklah, Mamah siap-siap dulu yah" Ujar nya
__ADS_1
"Iyah" Jawab Nuna lalu mematikan ponselnya