SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 130


__ADS_3

Malam berganti pagi dan Nuna bisa menjenguk Cio bahkan Nuna berdandan agar wajahnya cantik bertemu dengan suaminya


Nuna bahkan menyuruh bodyguard untuk membeli bunga untuk hadiah suaminya


Nuna masuk dengan senyum manisnya dan Cio juga tersenyum melihat Nuna masuk kedalam ruangannya


"Selamat pagi" Ucap Nuna lalu mencium hidung dan dahi Cio


"Pagi" Jawab Cio pelan dengan senyum tipis di bibir nya sebenarnya Cio masih belum berbicara karena bibir terluka sebab di pukul oleh orang-orang yang sudah menculiknya


"Pengen peluk" Ucap Nuna dengan manja bahkan ekpresi wajahnya di buat menggemaskan


"Sini" Jawab Cio tapi Nuna menggeleng


"Badan kamu nanti sakit biar aku peluk bayangan kamu aja" Ucap Nuna lalu dia duduk di samping Cio


"Aku belikan kamu bunga biar kamar ruangan kamu lebih berbunga" Ucap Nuna dan Cio hanya tertawa


"Kamu sangat cantik" Ucap Cio dan wajahnya Nuna langsung memerah


"Aku dandan loh" Ucap Nuna lalu dia tersenyum manis


"Tumben dandan secantik ini? " Tanya Cio


"Aku mau ketemu kamu makanya dandan biar kamu senang ketemu aku" Jawab Nuna


"Aku gak bisa ngomong lagi" Batin Cio


"Kenapa?" Tanya Nuna panik


"Bibir ku perih" Jawab Cio


Nuna mengangguk paham karena memang bibir Cio juga ada luka bahkan lebam


"Kita ngomong gini aja yah" Batin Cio


"Iyah" Jawab Nuna


"Apa yang sebenarnya terjadi sayang? " Tanya Nuna pada suaminya


"Pas ketika kamu gak lama tidur, aku dapat pesan dari Mamah Figo" Jawab Cio


"Lalu" Ucap Nuna meminta sambungan cerita Cio


"Dia mengirim pesan jika dia ingin menjenguk Serena tapi dia gak tau rumah sakitnya di mana, aku keluar jemput dia bahkan aku gak minta pengawalan bodyguard karena aku percaya jika itu Mamah bahkan nomor yang di kirim juga benar-benar dari nomor Mamah" Sambung Cio


"Tapi baru aja keluar gak berapa mil dari apartemen, aku langsung di pukuli sampai pingsan lalu di bawa, aku gak bisa lawan mereka karena jumlah mereka juga sangat banyak, tempatnya juga gelap aku gak bisa liat apapun waktu itu" Ucap Cio


"Cukup Berci! Aku gak kuat dengar nya" Larang Nuna menatap nanar suaminya

__ADS_1


"Gak habis pikir setega itu Pak tua itu lakuin ke kamu bahkan sampai jual nama Mamah buat jebak kamu" Ucap Nuna sambil tergeleng tak percaya lalu dia memeluk Cio meletakkan kepalanya di dada suaminya


"Berci keputusan ku untuk tidak mau menerima mereka seperti sudah tepat" Ucap Nuna di dada Cio


"Termasuk Mamah? " Tanya Cio


"Aku yakin Mamah tahu tapi dia gak halangin pak tua, dia juga bersalah Ci" Ucap Nuna


"Dia gak punya kemampuan buat halangin semuanya Chagii, jadi kamu gak salahin Mamah" Nasehat Cio


"Gak! " Jawab Nuna sambil menggeleng


"Aku benci sama orang-orang yang sudah mencelaki orang yang ku cintai" Ucap Nuna lagi


"Misalnya sampai pak tua itu berhasil bunuh kamu, aku benar-benar kehilangan rumah ku Berci, karena kamu rumahku" Ucap Nuna


"Sudah! " Ucap Cio


"Aku gak akan mati kok" Ujar Cio


"Memang kamu gak boleh mati! aku melarang kamu untuk mati" Ucap Nuna dan Cio hanya tertawa karena Nuna


Nuna lalu berdiri dan mencium kening Cio,Mereka saling tatap dengan senyum tipis


"Jika kamu takut kegelapan percayalah Berci hidup tanpa kamu itu lebih menyeramkan dari kegelapan" Ucap Nuna


"Aku bakal temenin kamu buat sembuh total dan kita bahagia selamanya yah" Ucap Nuna lalu Cio mengangguk


Disisi Mommy Intan


Dia baru keluar dari mobil tapi tatapan tertuju pada wanita paruh baya yang sedang masuk tergesa-gesa kedalam rumah sakit dia adalah Mamah Figo


Daddy Rio juga ikut menatap arah mata istrinya tapi Mamah Figo sudah masuk kedalam rumah sakit


"Apa yang kamu liat? " Tanya Daddy Rio


"Penjahat itu datang" Ucap Mommy Intan


"Biarkan saja Ay! kita urus serena dulu yah" Ucap Daddy Rio


"Kamu urus serena sendiri Ay! aku gak akan biarin dia bertemu dengan Nuna ataupun Cio" Ucap Mommy Intan lalu meninggalkan suaminya tapi di ikuti oleh 3 bodyguard nya


Tapi Daddy Rio percaya dengan istri nya jadinya dia membiarkannya saja walaupun dia ingin melarangnya


Mommy Intan berjalan dengan cepat agar bisa mengejar Mamah Figo


Tapi sayang Mamah Figo sudah dekat dengan ruangan Cio tapi dia tahan oleh bodyguard nya di sana


"Biarkan saya masuk" Ucap Mamah Figo

__ADS_1


"Gak!" Teriak Mommy Intan yang berjalan mendekati Mamah Figo


Dia menoleh menatap orang yang di belakang dan dia tidak percaya jika besannya akan melarangnya masuk


"Aku hanya ingin menjenguk Cio" Ucap Mamah Figo dan Mommy Intan berdiri tepat di hadapan Mamah Figo


"Menjenguk putraku? apa urat malu mu sudah putus? semua ini terjadi karena suami anda! " Ucap Mommy Intan datar


"Iyah Memang suamiku tapi aku gak terlibat" Ucap Mamah Figo


"Pergi sekarang atau ku usir paksa! " Ucap Mommy Intan


Nuna keluar dari ruangan Cio karena Cio akan di periksa lagi dan tatapan nya tertuju pada 2 wanita paruh baya yang sedang bersi tegang dia sana


Nuna hanya berdiri menatap itu tanpa berjalan ingin mendekati nya


King berdiri dari duduk lalu berdiri di samping Nuna menatap ke arah yang dengan Nuna


"Aunty Intan kalau marah seram, benarkan? " Ucap King lalu Nuna menatap ekpresi wajah Mommy Intan yang selalu tersenyum dan menatap hangat,sekarang terlihat benar-benar marah dengan ekpresi datar menatap Mamah Figo


Nuna pun berjalan mendekati keduanya, Mamah Figo melihat Nuna yang berjalan tersenyum


Nuna tersenyum manis sambil terus berjalan menghampiri keduanya


"Bagaimana keadaan sua.... " Tanya Mamah Figo terpotong karena Nuna bukan menghampiri nya tapi malah menghampiri Mommy Intan bahkan memeluknya


Nuna sama sekali tidak menganggap Mamah Figo di sana membuat nya langsung kecewa melihat Itu


"Akhirnya Mommy datang! aku benar-benar butuh Mommy disini" Ucap Nuna


"Maaf yah baru bisa sampai sekarang" Jawab Mommy Intan yang juga membalas pelukan menantunya


"Sayanggg" Panggil Mamah Figo tapi Nuna tak mengubrisnya dia masih nyaman memeluk Mommy Intan


"Apa kamu marah sama Mamah? Mamah sama sekali gak terlibat sayang" Ucap Mamah Figo


Nuna melepaskan pelukan nya lalu menatap datar Mamah Figo dan dia melihat jika di leher Nuna sudah tidak ada lagi kalung pemberiannya yang ada hanya kalung pemberian Cio


"Lebih baik Nyonya pergi, aku gak mau ada keributan disini, suamiku ingin istirahat" Ucap Nuna


"Nyonya? " Tanya Mamah Figo karena Nuna tidak memanggilnya Mamah


"Ayo Mom" Ajak Nuna lalu mereka meninggalkan Mamah Figo yang masih terbeku


"Setega itu kamu sayang sama Mamah? sampai kamu mengusir dan seakan-akan tidak mengenal Mamah" Batin Mamah Figo


Nuna tidak memperdulikan Mamah Figo dia tetap berjalan menghantarkan Mommy Intan ke ruangan Suaminya


Dengan mata berkaca-kaca Mamah Figo menatap punggung Nuna yang semakin menjauh, lalu dia juga pergi dengan hati yang hancur tentunya

__ADS_1


__ADS_2