SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 201


__ADS_3

Cio pergi ke kampus dengan Serena , 40 menit perjalanan dengan kecepatan sedang mereka pun sampai


Serena agak menjaga jarak dengan Cio sebab dia masih kesal kaka nya itu a


Baru Serena ingin masuk kelasnya dia kaget sebab ada Digo yang sedang duduk di kursinya


Serena malah putar balik tapi Digo mengejarnya "Mau kemana? " Tanya Digo sambil menahan tangan Serena


"Lepasin aku" Suruh Serena tapi Digo malah menggeleng


"Gak mau! " Jawab Digo


"Kelas kamu katanya jam ini kosong, mau duduk rooftop gak? " Ajak Digo


"Gak mau! "Jawab Serena


"Ayolah Serena, kita ngobrol di atas yuk! " Ajak Digo dengan lembut pada Serena


"Pokoknya gak mau! sekarang lepasin aku" Suruh Serena


"Oke aku lepasin tapi kamu sama King katanya udah gak ada hubungan kan, jadi aku bisa dekatin kamu lagi dong? " Tanya Digo bahkan dia sambil tersenyum


"Gak mau! " Ujar Serena dan dia menangkis tangan Digo sampai tangannya terlepas dari tangannya


Lalu dia pergi tapi Digo tidak mengejarnya malah hanya tersenyum melihat Serena yang semakin menjauh


Disisi Nuna


Nuna kali ini berniat ingin ke mansion mertuanya untuk menemui Mommy Intan


Nuna sampai di Mansion Mertuanya tapi belum berani turun apalagi dia pergi tanpa Cio


Nuna menarik nafasnya dan turun dari mobilnya, Nuna memasuk pintu sambil mengumpulkan keberanian nya


Nuna langsung mendekati pelayan yang sedang membersihkan mansion


"Mommy intan nya mana? " Tanya Nuna


"Ada di ruang kerjanya Nona,mau saya antar? " Tawarnya


"Gak perlu, aku bisa sendiri" Jawab Nuna


"Baiklah Nona" Jawab Pelayan dan kembali melanjutkan aktivitas nya


Nuna berjalan menaiki tangga menuju ruangan kerja Mommy intan


Dia sampai di depan pintu ruangan kerja Mommy intan tapi dia tetap diam berdiri, dia benar-benar takut bertemu dengan Mommy Intan beda dengan dulu


Nuna baru ingin mengetuk pintunya tapi malah sudah terbuka, dada Nuna sangat berdebar karena takut melihat wajah Mommy Intan yang menatapnya dengan sinis


"Dengan siapa kamu kesini? " Tanya Mommy Intan tapi terdengar ketus


"Sendiri Mom soalnya suamiku kuliah" Jawab Nuna dengan lancar agar tidak terlihat gugup


"Saya sibuk lebih baik kamu pulang lagi" Suruh Mommy Intan tapi Nuna menggelengkan kepala nya


"Aku mau ketemu Mommy dan ngomong sama Mommy" Ujar nuna

__ADS_1


"Saya sibuk Nuna" Jawab Mommy Intan bahkan dia ingin pergi tapi Nuna menahannya


"Aku mau ngomong sama Mommy sebentar aja" Pinta Nuna dan Mommy Intan diam sejenak lalu mengangguk


"Ayo kita ke dalam" Ajak Mommy Intan dan mereka masuk


Nuna baru pertama kali masuk ke dalam ruangan kerjanya Mommy Intan, dan di dalam sana banyak sekali foto-foto besar Mommy intan dengan Daddy Rio semasa muda karena mereka sama-sama model dulunya


"Waktu saya gak banyak jadi kamu cepat ngomong" Ujar Mommy Intan


"Mom Nuna minta maaf yah atas kesalahan Nuna, Aku kangen sama Mommy yang dulu, aku sekarang selalu ngerasa takut kalau ketemu sama Mommy gak kaya dulu selalu ngerasa nyaman bahkan layaknya ibu kandung ku" Ujar Nuna


"Apa Mommy masih kecewa karena Berci terluka karena menyelamatkan aku? " Tanya Nuna


"Mommy aku mau Mommy yang kaya dulu gak mau yang kaya gini" Ucap Nuna


"Aku gak mau sampai aku melahirkan nanti Mommy masih menyimpan dendam sama aku" Ujar Nuna dengan nada gemetar bahkan matanya sudah berkaca-kaca


"Mommy jangan benci aku" Ucap Nuna lirih tapi Mommy Intan hanya diam menatap Nuna yang sudah menangis tersendu di depannya


"Mommy aku minta maaf" Pinta Nuna bahkan dia menangkup tangannya di depan Mommy Intan


Mommy Intan menyentuh tangan Nuna lalu menggelengkan kepalanya


"Kenapa harus sampai menangis Nuna? " Tanya Mommy Intan


"Saya gak akan mempan dengan air mata kamu" Sambung mommy Intan


Mommy intan menghapus air matanya Nuna seperti nya dia luluh dengan permohonan maaf nya Nuna pada nya


"Mommy" Ujar Nuna


"Maafin Nuna" Pinta Nuna lirih


"Sudah jangan menangis lagi, kenapa kamu bisa tahu jika Mommy bisa luluh dengan air mata" Ucap Mommy Intan


"Apa Mommy gak akan bersikap seperti biasanya lagi pada ku? " Tanya Nuna


"Melihat kamu menangis rasanya benteng keangkuhan Mommy jadi runtuh Nuna" Jawab Mommy Intan


"Karena Mommy itu berhati lembut dan penyayang makanya Mommy pasti akan mudah luluh" Ujar Nuna lalu dia memeluk Mommy Intan


Mommy intan membalas pelukan menantunya bahkan sambil mencium puncuk rambut Nuna


"Aku senang karena Mommy mau memeluk ku lagi" Ucap Nuna


"Apa Cio tau kamu kesini? " Tanya Mommy Intan


"Gak Mom! karena dia pasti akan ngelarang aku kalau kesini sendirian" Jawab Nuna


"Maafin mulut Mommy yang terlalu kotor yang selalu menyakiti hati kamu yah" Ucap Mommy


"Aku gak papa kok Mom karena aku sebentar lagi akan orang tuanya juga, dan aku akan merasakan apa yang mommy rasakan jika anaknya terluka" Ujar Nuna


"Kamu sangat dewasa dan bijak Nuna" Puji Mommy Intan tapi Nuna hanya diam di pelukan Mommy Intan


Nuna benar-benar merindukan pelukan seoarang Mommy Intan yang selalu memberikan masukan padanya bahkan memberikan perhatian layaknya seorang ibu pada anaknya

__ADS_1


"Usahaku tidak sia-sia membuat Mommy seperti dulu lagi" Batin Nuna


Disisi Serena


Serena berjalan dengan cepat agar bisa menghindari Digo sampai dia merasa Digo sudah tidak terlihat lagi di matanya dia pun duduk di tempat duduk yang tersedia di sana


Tapi ponselnya berdering tanda pesan masuk, yang mengirimkan adalah King


"Serena tolong saya! " Tulis King


Serena tidak perduli tapi King terus mengirim kan pesan yang sama padanya


Serena mulai merasa khawatir juga dan dia menelpon King


"Hallo kaka ngapain minta tolong? kaka kenapaa? " Tanya Serena cepat tanpa jeda


King bukannya menjawab tapi malah tertawa di seberang telpon sana


"Kenapa ketawa? aku tanya bukan ngelawak" Ujar Serena yang mulai kesal


"Coba sekarang kamu tatap kedepan" Suruh King


"Ada apa emangnya? " Tanya Serena dan dia menuruti suruhan King


Nuna melihat King yang sedang berdiri sambil melambaikan tangan sedangkan tangan kanannya memeluk sebuket bunga besar


"Aku ke situ" Ujar King lalu mematikan telpon nya


King mendekati Serena sedangkan dia hanya diam menatap King yang berjalan ke arahnya


King sudah berdiri didepan Serena tapi dia malah mematung menatap King


"Kamu kenapa? "Tanya King dan Serena tersadar lalu langsung mengusap wajahnya


" Kaka ngapain kesini? mana bawa-bawa bunga lagi"Tanya Serena


"Saya harus sering kesini karena ada 2 orang yang selalu dekatin kamu bahkan lebih kan? " Jawab King


"Astaga ka! ngapain?" Ujar Serena


"Kelas kamu kosong kan? " Tanya King


"Gak! " Jawab Serena bohong


"Jangan bohong! saya yang buat dosen kamu gak bisa datang, jadi sebagai hadiahnya kamu harus ikut saya hari ini"Ucap King


"Aku gak minta kaka buat lakuin itu tapi kaka yang lakuin sendiri ngapain kaka minta hadiah" Jawab Serena yang mulai emosi pada King


King tersenyum lalu dia membungkuk kan badannya sampai wajahnya hampir menyentuh wajahnya Serena


"Kalau kamu menolak saya, saya akan cium kamu disini" Ancam King tapi Serena diam menatap mata King yang sangat dekat wajahnya


Serena hanya mengangguk dan King tersenyum lalu dia berdiri dengan benar lagi


"Ayo pergi!" Ajak King, dia juga mengulurkan tangannya


Serena menerima uluran tangan King dan mereka pergi berdua meninggal kampus

__ADS_1


__ADS_2