SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 87


__ADS_3

Yang memasak makanan adalah Wati dan Syifa sedangkan Pritta dan Nuna menyiapkan piring


"Kalian sudah baikan? katanya Pritta kalian berantem kemarin sampai pindah kos-kosan" Tanya Nuna pada Wati dan Syifa


"Kami udah baikan kok, kalau di pikir-pikir juga emang gak ada hasilnya kalau berantem kaya gitu" Jawab Syifa


"Syifa betul, aku juga lagi gak mood makanya langsung pergi gitu aja" Sambung Wati


"Emang nih berdua kalau berantem kaya anak kecil" Ujar Pritra


"Diam lu! " Suruh Syifa pada Pritta


"Nasib yang paling gak banget dulu itu Nuna tapi sekarang malah Nuna yang nasib nya bikin iri" Ujar Wati membuat Nuna tersenyum sambil geleng-geleng kepala


"Udah main naik turun gak Nuna? " Tanya Syifa lalu dia duduk di samping Nuna sambil tersenyum penuh arti


"Kamu kan beda 3 tahun sama dia? berarti dia 18 tahun dong? waduh gimana tuh" Sambung Wati tapi masih berdiri sambil memasak


"Orangnya ganteng terus kaya lu beruntung sih Nuna, lepasin Jordi dapatin kaya gitu mana langsung di nikahin" Ujar Pritta


"Pertanyaan ku belum di jawab" Ujar Syifa dengan wajah cemberut


"Pertanyaan lu gak pantas di jawab Syifa" Jawab Pritta


"Gimana caranya sampai kamu bisa nikah sama Qio? " Tanya Wati


"Siapa Qio? " Tanya Nuna


"Loh kan kamu bilang tadi namanya Arberqio kan? " Ujar Wati


"Arbercio bukan bukan Qio" Ucap Nuna lalu dia tertawa


"Cerita panjang bahkan sekarang aku ketemu kedua orang tua ku" Ujar Nuna


"Ketemu? gimana caranya? kamu di matiin masa Cio sampai bisa ketemu kedua orang tua kamu? Tanya Syifa terkejut karena kedua orang tuanya Nuna sudah meninggal


" Ngomong apa sih? "Ujar Nuna


" Yang selama ini, yang sudah merawat ku sejak bayi itu bukan orang tua ku"Sambung Nuna


"Hah gimana cerita nya? " Tanya Pritta


"Kamu tahu siapa orang yang sudah jemput aku pas waktu itu Pritta? " Tanya Nuna


"Bukannya itu orang yang mau bawa ke tempat kerja kamu? "Jawab Pritta


" Bukan! tapi dia orang suruh orang tua ku, buat bawa aku ke negara K sana"Ujar Nuna


"Kamu di culik? " Tanya Wati berbalik dengan teplon di tangannya


"Bisa di bilang gitu" Jawab Nuna dan Nuna menceritakan semuanya bahkan dia juga menceritakan jika Cio yang sudah menyelamatkan nya


"Tapi disini yang buat aku kagum itu suami kamu bahkan kamu juga mau di tembak demi dia? " Ujar Syifa tapi Nuna hanya tersenyum


"Dapatin suami kaya dia dimana lagi sih Nuna? gua mau dong" Ujar Wati

__ADS_1


"Jadi yang rawat dan besarkan kamu itu bukan orang tua kamu? " Tanya Pritta lalu Nuna menganggukkan kepalanya


"Tapi mereka baik kan Nuna? " Tanya Syifa


"Mereka baik tapi aku masih belum terima mereka" Jawab Nuna


"Kamu harus sabar, kalau gak ada mereka kamu gak akan lahir di dunia ini" Ujar Pritta


"Kita makan siang dulu" Ujar Wati lalu meletakkan makanan di hadapan mereka


"Makan" Ujar Syifa dan Pritta


Mereka pun makan siang bersama sambil bercerita banyak hal setelah lama tidak bertemu


Disisi Cio


Cio sudah berjalan menuju parkiran mobil kampus tapi dia terus di kejar oleh Jessica membuat nya sangat kesal


Jessica bisa mencegat Cio tepat di berdiri di depan nya sambil merentangkan tangannya


"Stop Cio! " Suruh Jessica sejak tadi


"Mau apa lagi? " Tanya Cio dengan wajah datarnya


"Temenin gua hari ini ke jalan" Ajak Jessica dan dia memutar bola matanya bahkan mendorong Jessica agar menjauh dari jalannya


Jessica kembali mengejarnya Cio tapi ketika Jessica berjalan di samping nya, Dia mendorong Jessica sampai terbentur dinding karena jaraknya memang dekat


Jessica meringis kesakitan awalnya Cio terdiam sebentar menatap Jessica tapi dia malah melanjutkan langkahnya lagi


Jessica masih terduduk di lantai sambil meringis bahkan menangis dan ada beberapa mahasiswa mendekati nya


Cio menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap datar shafira


"Itu cewe! kenapa kamu kasar banget sih? " Tanya Shafira dengan nada tinggi menanyai Cio


Cio diam sambil berjalan mendekati Shafira lalu berdiri didepannya dengan jarak yang cukup dekat


"Mau bela cewe licik itu? gua kayagini juga ada sebabnya" Jawab Cio


"Gak usah ikut campur karena gua bukan orang suka kasihan sama orang lain" Sambung Cio


"Misalnya Serena di giniin sama cowo lu gimana" Tanya Shafira lagi


Cio tersenyum miring tapi Shafira tetap menatapnya dengan tajam


"Lumpuh selamanya" Jawab Cio santai


"Dasar gak punya hati nurani" Ujar Shafira dan meninggalkan Cio untuk mendekati Jessica sedangkan Cio berbalik dan berjalan dengan santai menuju mobilnya


Disisi Nuna


Nuna sedang ada di ruang sofa bersama teman-temannya sambil bercanda


"Suami kamu kesini? " Tanya Pritta lalu Nuna mengangguk-angguk

__ADS_1


"Oke! " Jawab Pritta


"Kalian gak kuliah? " Tanya Nuna pada Wati dan Syifa


"Ga! Kan kami udah mau log out kampus makanya sering libur" Jawab Syifa


"Udah mau lulus aja, kerjaan udah ada belum? " Tanya Pritta


"Itu yang jadi permasalahan sekarang" Jawab Syifa


"Bapak dan ibu nyuruh balik ke kampung aja sih" Ujar Wati


"Kamu? " Tanya Pritta pada Syifa


"Ya cari-cari aja dulu siapa tau ada yang pas nanti" Jawab Syifa


"Nuna ada kerjaan gak? " Tanya Pritta


"Aku mana punya tempat kerja sih? aku aja numpang hidup" Ujar Nuna


"Yahhhh" Ucap Wati dan Syifa bersamaan


Pintu diketuk oleh Cio karena dia sudah datang dan Nuna berlari kecil untuk membuka kan pintu untuk suaminya diikuti oleh teman-temannya


Ketika pintu terbuka senyum Cio sangat nyerah dan Nuna ingin memeluk suaminya tapi di tahan oleh Cio karena ada anak kecil di kaki nya, wajahnya penuh air mata seperti habis menangis


"Anak siapa Berci? " Tanya Nuna lalu menatap sekitar


"Aku juga gak tau, dia tadi nangis pas aku jalan masuk sini, aku tanyain cuma diam aja" Sahut Cio


"Masuk dulu yuk" Ajak Nuna lalu Cio menggendong anak perempuan itu masuk kedalam


Mereka duduk di ruang sofa tadi lagi, semuanya menatap anak kecil itu, wajah nya seperti takut karena di tatap oleh teman-temannya Nuna


"Kamu ketemunya di mana Berci? " Tanya Nuna


"100 meter dari kos-kosan ini" Ujar Cio


"Namanya siapa? " Tanya Cio


"Olivia" Jawab nya


"Mamah kamu kemana cantik? " Tanya Nuna dengan lembut pada anak kecil itu


"Aku gak tau" Jawab Olivia dengan sesegukan karena habis menangis tadi


"Kayanya anak kampung sebelah deh, aku gak pernah liat nih bocil disini" Ujar Pritta


Olivia semakin memeluk leher Cio karena takut dengan kaka itu


"Berci dia peluk kamu" Ujar Nuna pelan dengan ekpresi cemberut


"Chagiii dia anak kecil" Jawab Cio lalu dia tertawa kecil dengan tingkah Nuna


"Ganteng banget" Bisik Syifa ke Wati

__ADS_1


"Iyah, aku oleng ke dia terus, Nuna tau aja sekarang brondong lagi laris di pasaran" Balas Wati ke Syifa


"Kalian ngapain bisik-bisik? "Tanya Pritta tapi mereka berdua geleng-geleng kepala


__ADS_2