
Jessica dan Serena keluar dari kamar dan pas sekali Nuna dan Cio juga keluar dari kamar mereka
Cio yang bahkan berjalan sambil menciun-cium pipi Nuna karena mengira tidak ada orang lain selain mereka
"Chagiyaaaa"Bisik Cio lalu dia tertawa Nuna juga tertawa
Cio berbalik dan berjalan mundur membuat Nuna geleng-geleng kepala, Cio sadar jika ada Serena dan Jessica di belakang mereka tapi Cio tetap bertingkah bahkan dia menjulurkan lidahnya pada Serena yang menatapnya dengan malas sedangkan Jessica menatap benci ke Nuna
Nuna menengok melihat Cio yang menjulurkan lidahnya ke belakang dan dia melotot ketika ada Jessica
Nuna langsung menatap Cio dengan tatapan tajam dia paham maksud tatapan Nuna lalu berbalik badan dan berjalan beriringan dengan Nuna
Nuna memeluk tangan Cio sedangkan Cio tertawa kecil tapi dia menutup mulutnya untuk menahannya
"Jangan genit-genit Berci" Bisik Nuna tapi Cio hanya senyum-senyum
Mereka berempat sampai di ruang makan tentu di sambut oleh Mommy dan Daddy nya Cio yang sudah datang terlebih dahulu
"Chagiyaaa" Bisik Cio di telinga Nuna tapi tatapannya ke arah makanan
Nuna tersenyum karena ulah Cio yang memang ada-ada saja
Jessica duduk di sampingnya Serena tapi pas sekali berhadapan dengan Nuna
"Arbercio kamu gak kedinginan cuma pakai kaos oblong? " Tanya Rio
"Gak kok Dad kan sudah di kerok" Jawab Cio yang memang banyak merah-merah di leher nya tapi bukan karena dia kerok tapi di ulah Nuna
Nuna mencubit paha Cio dan dia hanya tertawa saja
"Dad! Kak! disini ada Jessica jangan ngomong sesuka hati kalian, aku tahu kaka sudah halal tapi di jaga juga dong" Tegur Serena dan Jessica menatap Serena dengan tatapan penuh arti
"Halal? maksudnya" Tanya Jessica
"Sudah! 2 bulan yang lalu" Jawab Serena dan Nuna tersenyum miring pada Jessica
"Jessica gak tahu kalau Cio sudah menikah? " Tanya Mommy Intan
"Belum tante" Jawab Jessica
"Tapi sekarang sudah tahu" Ucap Cio ketus bahkan tidak menatap Jessica
Jessica diam sambil memperhatikan se pasangan suami istri yang ada di depannya
"Bukannya Cio suka sama Lisa? kok bisa dia nikah sama cewe ini? " Batin Jessica
"Lisa harus tahu" Sambung nya lagi
__ADS_1
"Ngapain lu nginep di sini? " Tanya Cio ketus pada Jessica
"Memangnya kenapa? " Jawab Serena
"Jessica teman ku, ngapain kaka yang sewot" Ujar Serena lagi
Cio hanya mengangguk lalu memasukkan makanan kedalam mulutnya
Cio meletakkan sendok dan garpu nya lalu duduk menghadap ke Nuna yang ada di sampingnya sambil tersenyum
"Mau Jalan-jalan malam ini Chagiii? " Ajak Cio tiba-tiba pada Nuna dan Nuna yang ingin menyuap malah terhenti bahkan Nuna Mommy dan Daddy dengan wajah bingung
"Kenapa? Kita Jalan-jalan yah atau sekalian kita gak pulang aja" Tawar Cio lagi
"Menginap? bukannya seminggu ini kalian janji mau menginap di sini? " Tanya Mommy Intan dan Rio memenggegam tangan Istrinya
"Mereka pengantin baru kan butuh healing Ay biar kan saja" Ujar Rio lembut pada Intan
"Kamu mau menghindari aku Cio? " Tanya Jessica
"Jangan kepedean" Jawab Cio ketus
"Tunggu aku habiskan makanan dulu, soalnya aku masih lapar" Ujar Nuna membuat Cio tersenyum sambil geleng-geleng kepala
Cio dengan sabar menunggu Nuna yang masih dengan lahap makan tapi Nuna makan dengan cepat membuat Mommy Intan menegurnya takut dia tersedak
"Makan nya pelan-pelan Chagiyaaa" Tegur Cio
Nuna sudah selesai makan dan dia minum tapi dengan tergesa-gesa lagi
"Sudah! " Ujar Nuna tapi Cio mengambilkan tisu dan melap mulut Nuna
"Katanya mau punya bayi tapi makan aja masih belepotan" Bisik Cio di telinga Nuna
Nuna menjadi malu dan buru-buru merebut tisu itu dan melap mulutnya sendiri
"Mom! Dad Cio keluar dulu yah! Serena kaka tinggal yah" Pamit Cio
"Oke deh, tapi besok pulang kan" Tanya Serena
"Gak tau" Jawab Cio
"Kaka ih! aku tanya benar-benar juga, soalnya aku mau ajak ka Nuna ke studio Mommy" Ucap Serena
"Udah janji juga sama ka Nuna, ya kan ka? " Sambung Serena meminta pembelaan pada Nuna
"Liat aja besok" Jawab Cio tapi Nuna mengangguk pelan pada Serena
__ADS_1
Cio mencium pipi Mommy nya dan bertos pada Daddy nya sedangkan Nuna hanya mendadah kepada kedua mertuanya lalu keluar dengan baju seadanya
Jessica hanya diam dengan ekspresi yang sangat kesal pada Nuna tidak dengan Cio
"Jessica kaya nya suka dengan Arbercio" Batin Rio
"Harus sabar, gak boleh marah di depan Mommy dan Daddy nya Cio"Batin Jessica menguatkan diri nya
Di mobil
Nuna sedari tadi hanya diam sambil berpikir tapi entah apa yang dia pikirkan dan Cio yang melihat Nuna pun langsung menarik paha Nuna sampai Nuna duduk menghadap ke arah nya
"Mikirin apa? " Tanya Cio
"Gak papa sih!" Jawab Nuna singkat
"Chagiii kamu jangan bohong deh" Ujar Cio
"Kamu ajak aku mendadak pergi kenapa? " Tanya Nuna
"Ya males aja bikin tamu kita iri" Ujar Cio
"Emang nya kamu gak sadar kalau dia tatap kamu tadi dengan tatapan gak suka" Sambung Cio
"Jessica itu suka sama kamu kan? " Tanya Nuna
"Mana aku tahu Chagiii, sudahlah gak usah bahas dia" Jawab Cio
"Dia sudah tahu dengan pernikahan kita apakah Lisa akan datang? " Tanya Nuna
"Memangnya dia perduli? bahkan aku jika dia datang aku sangat jijik dengannya" Jawab Cio
"Benarkah? kamu jijik tapi kamu trauma dengan kehamilan dia" Debat Nuna dan Cio menepuk-nepuk kepala Nuna
"Sudah gak usah di bahas Chagiii, gak ada selesai kalau bahas kaya gini" Ujar Cio
"Misalnya Lisa datang yah? dia ngemis-ngemis sama kamu bahkan dia jawab cinta kamu pas waktu itu gimana" Ucap Nuna berangan-angan
"Chagiiiii jangan mulai mikir yang gak-gak" Tegur Cio
"Misal nya dia datang, kamu pacaran sama dia terus dia suruh kamu ceraikan aku gimana? terus kamu setuju dan kamu beneran ceraikan aku lalu menikah sama dia" Lanjut Nuna dan Cio langsung menghentikan mobilnya membuat Nuna langsung terdiam
"Ngomong lagi! " Suruh Cio tegas tapi Nuna menggeleng sambil menutup mulutnya bahkan dia menunduk
"Kenapa diam? aku suruh ngomong bukan geleng-geleng terus kenapa gak mau tatap aku" Tanya Cio dan Nuna menatap Cio tapi masih geleng-geleng sambil menutup mulutnya
"Kenapa ngomong kaya gitu tadi? mau banget gitu aku jadian sama dia" Omel Cio dan Nuna geleng-geleng kepala
__ADS_1
Nuna membuka mulutnya tapi dia malah menggerakkan mengunci mulutnya lalu membuang kuncinya karena tingkah Nuna berhasil membuat Cio yang tadi marah menjadi tersenyum
"Jangan di ulangi lagi" Ujar Cio lalu kembali melajukan mobilnya