SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 28


__ADS_3

Sejak Nuna memutuskan untuk benar-benar berbaikan dengan hubungan mereka, Cio terus tersenyum bahkan dia bertingkah seperti anak kecil pada Nuna


Cio sedang mengerjakan tugas Kampus yang dia tinggalkan tadi, Dia sedang duduk di sofa dengan satu laptop di depannya sedangkan Nuna duduk di depan nya Cio


"Kamu fokus ke laptop kamu aja Berci" Suruh Nuna tapi Cio menggeleng kan kepalanya


"Gimana mau fokus sih? kalau kamu ada di depan ku begini" Jawab Cio


"Dih! Kan kamu tadi yang suruh aku disini katanya biar fokus ngerjain tugasnya" Sanggah Nuna dan ekspresi Nuna berubah menjadi kesal


Cio bukannya minta maaf tapi malah tersenyum manis pada Nuna


"Ngambek Nuna? " Tanya Cio tapi senyum cio masih ada di bibir tipisnya


"Tugas ku sudah selesai" Ujar Cio lagi tapi Nuna tetap diam tidak mau menjawab Cio


"Nunaaaaaaaa" Panggil Cio sambil memiring-miringkan kepalanya ke kiri ke kanan


Tangan Cio yang di perban tidak sengaja terpentok layar laptop membuatnya meringis padahal sejak tadi Cio tidak ada kesakitan bahkan dia bisa menyetirkan mobil sendiri


Nuna berdiri dan Cio menganggapnya ingin membantunya tapi Nuna malah mengabaikannya begitu saja membuat nya terdiam tidak percaya karena Nuna sama sekali tidak perduli padanya


"Nuna aku lagi kesakitan loh" Adu Cio tapi Nuna tetap berjalan menuju kasur tanpa menoleh ke belakang


Cio berlari kecil mengejar Nuna sambil memegangi tangannya yang menang sakit


"Nunaaaaaaaaa" Panggil Cio dan dia menatap Cio dengan tatapan tajam


"Maafin aku yah! Aku tadi cuma bercanda aja kok" Ujar Cio lembut pada istrinya


"Salahin aja lagi" Ucap Nuna dengan ekspresi masam dan Cio berjongkok di depan istrinya


"Aku minta maaf yah" Ucap Cio dengan lembut dan Nuna menganggukan kepalanya Membuat Cio tersenyum

__ADS_1


"Sini tangan kamu biar aku ganti perban nya" Tawar Nuna tapi Cio menggelengkan kepalanya


"Nanti aja Nuna kan baru 3 jam belum waktunya ganti nanti aja" Jawab Cio


"Oh Iyah aku mau ngajak kamu nginap di mansion orang tua aku yah, soalnya Mommy sering banget nyuruh kita nginap disana" Jelas Cio tapi Nuna diam


"Kenapa diam?Mommy dan Daddy ku bukan orang yang suka ngomel kok kecuali Serena" Ucap Cio


"Yah" Mohon Cio


"Aku juga kangen sama Mommy" Sambung Cio lagi


"Aku ngerasa gak pantas ketemu mereka Berci" Ucap Nuna pelan


"Gak papa kok Nuna, nanti kamu bisa liat gimana romatis nya Mommy dan Daddy ku" Ujar Cio


"Yah, besok setelah aku kuliah kita ke sana buat nginap" Tambah Cio lagi


Cio menepuk-nepuk kepala Nuna dengan pelan sambil tersenyum menampilkan gigi rapi sempurnanya


"Mommy dan Daddy pasti akan baik ke kamu Nuna karena mereka tau siapa yang bisa membuat putra mereka bahagia selain mereka yaitu kamu" Ucap Cio lembut pada Nuna


"Tapi mereka pasti tau kan kalau aku masih punya kekasih pas menikah dengan kamu" Ujar Nuna


"Ya! " Jawab Cio


"Mereka pasti tau kan kalau" Ucap Nuna yang terpotong karena Cio menutup mulut Nuna dengan telunjuk nya


"Kamu sudah putus Nuna buat apa bahas hal yang sudah berlalu" Ujar Cio


"Sekarang aku benar-benar menjadi nomor satu walaupun kamu masih belum menerima aku seutuh nya tapi aku akan sabar Nuna" Sambung Cio


Nuna tersenyum sambil menatap Cio dengan tatapan sendu karena dia kagum dengan kesabaran Cio

__ADS_1


"Bisa-bisanya aku di nikahkan dengan seorang remaja yang perawakan masih sangat muda tapi aku baru sadar jika umur hanya angka, Dia sabar dan dewasa, aku benar-benar penasaran bagaimana cara mereka mendidik laki-laki ini" Batin Nuna


"Nuna kamu cemburu sama Serena? " Tanya Cio membuat Nuna langsung melotot menatap Cio


"Cemburu gimana sih? Aku gak sama sekali cemburu Serena adik sepersusuan kamu" Jawab Nuna


"Misalnya kamu bukan saudara sepersusuan dengan Serena apa kamu bakal nikahin dia? " Tanya Nuna dan Cio mengangkat alisnya mendengar pertanyaan Nuna


"Aku melihat Serena sebagai adik bukan seorang wanita yang harus aku nikahi" Jawab Cio


"Begitupun sebaliknya sih" Sambung Cio


"Tapi kamu gak boleh yah liat seperti adik kamu tapi aku suami kamu" Tegas Cio pada Nuna


"Tapi sejak dulu emang gitukan?" Jawab Nuna menbuat Cio menatap tidak percaya Nuna sambil memanyunkan bibirnya


"Aku ngucapin janji didepan pendeta dan aku sah jadi suami kamu bukan adik kamu" Ujar Cio dan dia memanyunkan bibirnya seperti anak kecil


"Kamu mau aku seperti apa Berci? " Tanya Nuna sambil mencubit hidung Cio


"Aku gak mau jadi apapun tetap seperti ini aja Nuna" Jawab Cio


Mereka tersenyum tapi Nuna tetap saja merasa sedih karena masih memikirkan Jordi tapi dia berusaha untuk menutupi nya dari Cio


"Sebentar lagi malam kan? lebih baik kamu bersih-bersih Nuna setelah kamu baru aku, atau gak kita bareng aja biar hemat waktu" Saran Cio membuat Nuna memukul pipi Cio pelan


"Kalau kamu mau duluan aja gak usah ngajak bareng aku gak mau"Tolak Nuna


" Aku cuma bercanda Nuna kok kamu langsung marah gitu? "Tanya Cio tapi Nuna tidak memperdulikan Cio dan meninggalkan Cio begitu saja menuju kamar mandi


" Emangnya aku tadi salah ngomong? kok bisa dia semarah itu ke aku"Ujar Cio pelan sambil garuk-garuk kepala


"Mungkin mood lagi turun kan dia lagu haid kan? " Ujar Cio lagi

__ADS_1


__ADS_2