SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 190


__ADS_3

Nuna berkali-kali menghapus air matanya sebab melihat Cio yang masih belum sadarkan di atas ranjang rumah sakit


"Ka Nuna! " Panggil Serena sambil memegang bahu Nuna


"Aku benci kalau liat dia seperti ini Serena, aku benci! " Ucap Nuna


"Aku juga kok ka,tapi gimana lagi? dia kaya gini karena takdir dia kan" Ucap Serena


Nuna lalu menatap suaminya lagi dan langsung melotot sebab dari kejauhan dia melihat senyum Cio


Bahkan Cio juga mendadah padanya "Chagiii" Ujar Cio tanpa suara


"Serena dia sudah dasar! " Ujar Nuna dan Serena juga menatap Cio sambil menyipitkan matanya


"Iyah kaka benar! " Ucap Serena


"Boleh masuk gak? " Tanya Nuna


"Udah jam 10 ka, boleh kok" Jawab Serena lalu mereka berdua masuk ke ruangan Cio dengan berlomba-lomba


Nuna berlari ingin memeluk Cio "Berciii" Ujar Nuna sambil memeluk leher Cio


"Iyah" Jawab Cio dan mengelus rambut Nuna sambil tersenyum


Serena yang melihat itu juga ikut bahagia "Akhirnya kalian balikan lagi" Ujar Serena


"Berci aku salah paham, aku salah Berci karena aku gak mau dengari kamu, aku bodoh banget sebagai istri kamu" Ucap Nuna sambil terus memeluk Cio


Nuna bahkan mempererat pelukannya "Aku benci liat kamu sakit Berci" Ujar Nuna


"Aku benci liat kamu harus masuk rumah sakit tapi setelah ini kamu gak akan masuk rumah sakit karena aku sudah membunuh orang yang membuat kamu seperti ini" Ucap Nuna


"Aku benci mereka" Ucap Nuna panjang lebar


"Kenapa pas hamil jadi lebih nyeremin sih? " Ujar Cio


"Liat kamu kena percikan minyak aja aku nangis apalagi sampai kaya gini" Ucap Nuna


Nuna melepaskan pelukannya lalu menatap wajah Cio dan entah kenapa dia menjadi merasa nyaman jika berada di dekat Cio


Cio mencium pipi Cio agak lama bahkan sambil memejamkan matanya


"Aku kangen kamu Berci" Ucap Nuna dan matanya mereka saling bertemu


"Aku benar-benar minta maaf sam kamu Berci" Ujar Nuna tapi Cio hanya tersenyum mendengar kan ucapan Nuna


"Kenapa cuma senyum? gak mau maafin aku?" Tanya Nuna dengan wajah lucu nya


"Aku ngerti kamu Chagii, aku ngerasa di cintai sebab kamu pernah cemburu juga" Jawab Cio bahkan dia tertawa


"Aku jadi malu sama kamu Chagii" Ucap Cio

__ADS_1


"Malu kenapa? "Tanya Nuna dengan bibir manyun nya


" Aku sering banget mau di bunuh oleh Pak tua itu sedangkan kamu malah sebaliknya, bisa bunuh dia cuma pakai pisau buah "Jawab Cio


" Dia bilang kalau dia sudah bunuh kamu Berci jadinya aku marah banget sampai gak bisa kontrol emosi ku lagi"Ucap Nuna


"Bahkan aku cekik Mamah Figo sampai dia gak sadarkan diri lalu aku bisa kabur" Sambung Nuna


"Kamu emangnya gak papa punya istri pembunuh kaya aku Berci? " Tanya Nuna


"Emang kenapa? malah bagus karena kamu bukan wanita yang lemah Chagii" Jawab Cio


"Aku malah aku akan sedih kalau kamu kenapa-napa" Sambung Cio


"Aaaaa jadi tambah sayang" Ucap Nuna dengan manjanya pada Cio


Serena melihat kemesraan nya jadi senang juga agak jengkel karena tidak di anggap dari tadi


Dia pun keluar daripada harus jadi obat nyamuk nya Nuna dan Cio


"Cepat sembuh yah" Ujar Nuna


"Aku akan sembuh secepatnya" Jawab Cio pasti pada Nuna


"Boleh aku bicara dengan putriku? " Tanya Cio dan Nuna langsung berdiri tegak agar Cio bisa bicara pada putri nya


Cio mengelus perutnya Nuna sambil tersenyum "Hay putri Papah, kangen gak sama Papah? " Tanya Cio dan dia merespon dengan menendang perut Nuna


"Nanti kalau kamu keluar, kamu bakalan Papah manja karena kamu itu suka banget kan Manja ke Papah? " Ucap Cio


"Jadi sampai ketemu 4 bulan lagi yah" Ucap Cio sambil terus mengelus perut nya Nuna


"Dia respon semua ucapan Kamu Berci" Ucap Nuna


"Karena dia itu putriku" Ucap Cio dengan bangga


Lalu Cio menatap Nuna tapi wajahnya manyunnya membuat Cio bingung sekaligus heran


"Kamu kenapa? " Tanya Nuna


"Kamu dari tadi gak bilang sayang ke aku terus kamu juga gak bilangg kangen ke aku" Jawab Nuna dengan manja


Cio tertawa melihat tingkah Nuna yang kiranya sudah berubah tapi ternyata masih sama


"Aku sangat menyayangi kamu Chagii bahkan aku sangat kangen sama kamu" Ucap Cio


"Kenapa baru sekarang ngomong nya?" Tanya Nuna dengan manja


"Jangan kaya gitu ah" Ujar Cio


"Kenapa? jelek yah? jahatnya katain aku jelek" Ucap Nuna

__ADS_1


"Kapan aku bilang kamu jelek? Chagii kalau kaya gitu terus kamu itu gemesin, pengen ku cium sama peluk tapi sekarang aku lagi gak bisa" Ucap Cio menjelaskan dengan lembut pada Nuna yang kembali bersikap manja pada nya


Hellen masuk keruangan Cio dengan 2 suster sebagai pembantunya


"Akhirnya kamu sadar Cio, setelah ini alat-alat di tubuh kamu bisa aku kurangi dan mungkin 2-3 lagi luka kamu bakal kering tapi kamu harus seminggu dulu yah disini" Ucap Hellen


Cio hanya mengangguk paham lalu Hellen mulai memeriksa keadaan Cio setelahnya dia melepaskan beberapa alat yang ada di tubuh Cio


"Oke semuanya sudah selesai bahkan ruangan ini sudah bisa jenguk kapan saja oleh keluarga kita" Ucap Hellen


"Buat Nuna juga jangan banyak nangis yah nanti bayinya stres" Ucap Hellen dan Nuna mengangguk paham juga


"Cio 2 jam lagi aku bakal kesini lagi buat liat kondisi kamu, jadi kamu sarapan dulu setelah itu istirahat yah" Suruh Hellen


"Pemeriksaan ku jam 10 sekarang, keadaan kamu mulai membaik" Ucap Hellen


"Obatnya jangan lupa di minum" Suruh Hellen


"Kalau gitu aku permisi yah" Ucap Hellen dan pergi lagi


"Kamu sudah sarapan? "Tanya Cio


" Sudah tadi sama Serena dan teman kost ku"Jawab Nuna


"Suapin aku makan mau? " Tanya Cio


"Mau kok" Jawab Nuna cepat


Disisi Serena


Serena sedang duduk sambil bermain game dan Momny beserta Daddy datang


"Nuna mana Serena? " Tanya Daddy Rio


"Dia didalam Dad, soalnya ka Cio sudah siuman" Jawab Serena sambil menyimpan ponselnya


"Oh Iyah! Mommy kenapa? kok Mommy kaya gak suka kalau ka Nuna datang? " Tanya Serena


"Sebab karena lah yang sudah buat Cio seperti ini" Jawab Mommy Intan


"Mom! semua ini bukan salah ka Nuna tapi tuan Figo" Bela Serena


"Dad Mommy kenapa? kok kaya gini? mana Mommy yang selalu bersikap ramah bahkan gak pernah bersikap seperti? " Tanya Serena pada Daddy Rio


"Ayy kita sudah bicarakan ini kan? kenapa masih seperti ini, semuanya musibah, ini ujian rumah tangga mereka" Ucap daddy Rio


"Ah sudahlah aku gak akan menang kalau bicara dengan kalian" Ucap Mommy Intan lalu dia duduk dengan wajah kesalnya


Daddy Rio hanya bisa tergeleng melihat tingkah istrinya begitupun dengan Serena


"Apa ada yang hasut Mommy yah sampai dia seperti ini" Batin Serena

__ADS_1


__ADS_2