
Serena dan Cio sampai di pantai tujuan mereka berlibur
Serena sudah mengambil ancang-ancang ingin pergi tapi Cio menahannya
"Kamu jangan pernah jauh dari kaka! kalau engga kaka tinggal" Ancam Cio
"Apa sih! aku cuma mau gabung sama mereka" Ujar Serena
"Gak! " Tolak Cio
"Awas aja kamu pakai bikini, bakal ku aduin ke Daddy"Ujar Cio dan Serena hanya bisa mendengus kesal pada Cio
" Terus aku harus ikut kaka terus gitu? gak mau aku"Ujar Serena dan dia berlari bergabung dengan jessica dan Lisa
"Serena! " Panggil Cio dengan berteriak tapi dia acuh dan tetap berlari
Cio pun membiarkannya dan dia bersandar ke di mobilnya menatap sekitar
Dia malah memikirkan pembicara nya dengan Serena tadi
"Emang bener yah kalau aku suka marah ke istriku bakal gak di sukai oleh anak ku" Ujar Cio
Dan datang lagi satu mobil yang sangat Cio kenal itu adalah Mobil King bahkan dia datang dengan Nuna
Nuna turun sambil tersenyum manis "Aku datang" Ujar Nuna lalu berjalan cepat dan memeluk Cio
"Kamu datang? bukannya aku sudah larang tadi? " Ujar Cio yang masih tak percaya
"King yang ajak" Jawab Nuna
"Mana Serena? " Tanya King dan dia sambil melihat sekitar
King langsung berlari menghampiri Serena Sedang kan Nuna masih suka berada di pelukan Cio
"Chagiii boleh tanya? " Ujar Cio
"Tanya aja" Jawab Cio
"Aku sering marahin kamu? aku sering ngomelin kamu gak? "Tanya Cio dan Nuna menggeleng
" Memangnya kenapa? kamu itu suka ngambek ketimbang marah sama ngomelinya" Ujar Nuna
"Memangnya kenapa? " Tanya Nuna
"Aku takut kalau anak ku gak suka nanti sama aku" Ujar Cio
"Loh kenapa, kok bisa mikir kaya gitu? " Tanya Nuna lagi
"Tapi emangnya benar ya Chagiii kalau aku sering marahin kamu hmm? " Tanya Cio bertanya dengan manja pada Nuna
"Siapa yang bilang kamu suka marahin aku?" Tanya Nuna
__ADS_1
"Kamu itu suka ngomong lembut bahkan aku aja gak bisa bedain kamu marah sama gak marah" Ucap Nuna
"Masa? perasaan aku sering ngomelin kamu" Ujar Cio dan dia memeluk Nuna dengan erat
"Gak kok Berci!Kamu tahu kan kalau aku suka dekat-dekat sama kamu bahkan gak di peluk aja aku nangis, artinya dia itu bakal lebih sayang ke kamu kayanya daripada aku" Ujar Nuna lembut
"Takut bakal gak di sukai putriku sendiri" Ujar Cio
"Gak akan kok" Ucap Nuna
"Aaaaaa" Ringis Nuna dan Cio langsung melepaskan pelukannya
"Kenapa chagii? " Tanya Cio khawatir
"Dia nendang" Jawab Nuna dan Cio langsung tertawa lalu mengelus perut Nuna
"Hahaha iyah bener dia gerak" Ujar Cio dengan senang
Cio terus meletakkan tangannya di perut Nuna sambil merasakan pergerakkan putrinya
"Jadi sekarang kamu gak usah mikir yang enggak-enggak yah, soalnya Serena sering sentuh perut ku tapi gak gerak sama sekali tapi kamu yang sentuh dia bakal respon kamu bahkan aku didekat kamu aja dia sering gerak mungkin dia memang senang kalau ada di dekat kamu" Ucap Nuna
Cio tersenyum senang bahkan dia tertawa karena senang nya
"Papah janji bakal akan marahin Mamah kamu lagi kecuali dia nakal" Ujar Cio
"Janji yah sama Papah kalau sudah keluar nanti gak akan nangis kalau Papah gendong" Ujar Cio dan Nuna hanya tertawa mendengar kan ucapan Cio
"Siap Papah, tapi Papah juga nanti jangan galak-galak yah sama aku" Ujar Nuna menirukan suara anak kecil
Disisi King
King berdiri dibelakang Serena menbuat Lisa dan Jessica saling senggol
"Serena! " Tegur Lisa sambil menunjuk ke belakang Serena
"Apa sih! " Ujar Serena tapi sambil membalik tubuhnya
"Kaka! " Ujar Serena terkejut sebab dia tau jika King sedang ada di dubay tapi sekarang malah ada di depan matanya
"Ka King kan? bukan jelmaan kan? " Tanya Serena
"Kenapa? kamu mau jalan-jalan tanpa saya? itu gak akan mungkin" Ujar King
"Kabuuuur" Ujar Serena dan dia benar-benar berlari meninggalkan King tapi tentu King mengejar nya
Serena di hadang oleh seseorang dia adalah Digo yang ternyata juga ikut
Serena menghentikan larinya tapi dia bingung sebab di depannya ada Digo sedangkan di belakang nya ada King
King sudah dekat dan dia berdiri di samping Serena menantap tajam ke arah Digo yang juga mendekati Serena
__ADS_1
"Ikut saya! " Ajak King sambil menarik tangan Serena
Serena menurut dan Digo melihat itu hanya bisa mendengus kesal
"Brengsek" Ujar Digo
King membawa Serena ke tempat yang lebih sejuk yaitu di bawah pohon
"Kamu janjian sama dia? kok bisa dia ada sini? sedangkan kamu gak bilang sama sekali ke saya kalau kamu mau pergi kesini" Tanya King dengan nada marah pada Serena
"Kaka kenapa? kok marah-marah sih? aku aja gak tau kalau dia ada disini" Jawab Serena
"Udahlah ka gak usah kaya gini, aku bukannya suka tapi malah ilfeel" Ujar Serena lagi
"Kamu bohong kan? " Ujar King
"Apa sih ka? kaka cemburu" Tanya Serena
"Ya! saya cemburu? kenapa memangnya" Jawab King yang masih dengan nada tinggi
"Hah? cemburu dengan atas dasar apa kaka cemburu? kita aja gak punya hubungan apa-apa, aku aja gak punya perasaan ke kaka" Ucap Serena
King terdiam tapi tangannya memukul pohon yang ada di belakang Serena sampai pohon itu bergoyang sedikit
"Hargai saya bisa? " Tanya King
"Lebay! " Jawab Serena dengan wajah datanya lalu dia pergi meninggalkan King
King benar-benar terdiam dengan siapa Serena yang sekarang menurut nya menyebalkan tapi dia sering rindu
"Aishhh dasar bocah" Ujar King lalu mengejar Serena lagi
Disisi Cio
Cio sedang berjalan dengan Nuna di pinggir pantai sambil ber genggaman tangan dengan mesra
"Chagiii seandainya saja aku tenggelam dan mati apa yang akan kamu lakukan setelah nya? " Tanya Cio tiba-tiba
"Aku akan menjanda selamanya dan merawat anak kita dengan baik" Jawab Nuna
"Jika aku yang tenggelam apa yang akan kamu lakukan? " Tanya Nuna balik
"Aku pasti akan kehilangan 2 orang langsung kan? itu pertanyaan yang sangat kejam Chagii, kamu masih bisa menjalani hidup kamu sedangkan aku?" Ujar Cio
Nuna menghentikan langkahnya lalu menatap laut yang biru sambil tersenyum
"Pemandangan ini yang selalu menghibur ku ketika Ibu ku meninggal dulu, karena bukan siapapun yang bisa membuat ku ceria lagi tapi alam dan diriku sendiri" Ucap Nuna
"Andai kamu datang saat itu seperti nya aku akan bilang kamu obat sembuh ku" Ucap Nuna
"Kenapa kamu tidak menyebut Jordi? " Tanya Cio
__ADS_1
"Dia hanya menemani waktu sedih ku dan semua orang juga bisa" Jawab Nuna
Cio memeluk Nuna dari belakang sambil men cium-cium leher Nuna sambil menikmati laut yang biru juga