
Cio melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan berharap jika dia bisa mengikuti acara makan malam bersama mertuanya
Cio tidak bisa melihat apapun karena ada lampu yang menyintar ke arahnya sebab ada orang yang sengaja melawan arah
Lampu itu semakin dekat Cio langsung membanting setir nya untuk menghindari cahaya mobil itu
Cio bisa bernafas lega karena dia bisa menghindari kecelakaan
"Brengsek! andai gua gak buru-buru gua habisin tuh orang" Ujar Cio
Cio belum bebas benar karena mobilnya malah di apit 2 buah mobil
Cio tersenyum miring melihat ada mobil di sisi nya yang memang ingin dia celaka
"Mau berurusan dengan ku? " Ujar Cio lalu dia melajukan mobilnya dengan cepat sampai dia bisa bebas lagi dari apitan 2 mobil itu
Cio memberikan signal pada bodyguard nya untuk menolongnya karena dia sedang buru-buru sekali jadinya tidak sempat untuk melayani orang-orang yang ingin mencelakai nya
Kurang dari 5 menit beberapa mobil sudah datang dan mereka adalah anak buahnya Cio
Cio memberi kode untuk habisi saja orang-orang itu sedangkan dia pergi
15 menit Cio pun sampai di mansion kedua orang tuanya, dia melihat mobil milik mertuanya yang di parkir rapi
Cio keluar bahkan dia tidak menutup pintu mobilnya meninggal kannya begitu saja
Dia sampai di depan pintu dia terdiam karena Tuan dan Nyonya Figo sudah berjalan menuju pintu menuju pulang di temani oleh Nuna dan kedua orang tuanya
"Aku terlambat" Batin Cio
Nuna menatap Cio baru saja datang ketika kedua orang tua nya ingin pulang hanya bahkan menatap datar Cio
"Kaka dari mana aja? " Tanya Serena
"Kaka ada urusan tadi, kaka kira masih sempat ternyata engga yah" Jawab Cio
"Kaka liat jam! sudah sangat malam" Ujar Serena
"Jika kamu tidak mau kami datang kesini bilang jangan menghilang seperti ini" Ujar Tuan Figo
"Kalau begitu kami permisi" Ujar Tuan Figo pergi dengan istrinya, Nuna mengikuti kedua orang tuanya untuk mengantarnya sampai depan
"Ikut Daddy Arbercio! " Ajak Daddy Rio, dia mengangguk lalu mengikuti langkah Daddy nya
Nuna dan Cio berpapasan, dia menepuk pundak suaminya sambil membisikkan sesuatu
__ADS_1
"Aku tunggu kamu dikamar dengan penjelasan tentang ini semuanya" Ujar Nuna lalu melanjutkan langkahnya lagi
Rio membawa Cio kebelakang Mansion yang ada tamannya dan Rio langsung menampar wajah putra itu dengan sangat kuat tapi Cio hanya diam
"Apa ini Arbercio? kamu sudah membuat Daddy malu dengan keterlambatan kamu" Tanya Daddy Rio dengan nada tinggi
"Aku salah Dad"Ujar Cio
"Kamu jalan-jalan dengan Jessica itu kan? apa yang kamu pikirkan Cio? sampai mau jalan dengan wanita lain" Tanya Daddy Rio tapi dengan ada yang sedang tidak setinggi tadi
"Dia tau jika aku memaksa Nuna menikah dengan ku bahkan aku menculik Nuna Dad" Jawab Cio
"Kamu takut hanya karena dia ancam seperti itu? Jika bukan nyawa yang terancam untuk apa kamu takut Arbercio? " Tanya Daddy Rio yang keheranan
"Aku gak mau Daddy malu karena ini, Aku gak mau nama Daddy jelek karena ulah ku yang ceroboh" Ujar Cio
"Daddy tahu kan jika Papahnya Jessica adalah pemilik acara TV terkenal? " Sambung Cio lagi
"Kita bisa takedown beritanya Cio, apa kamu gak mikir kalau Nuna tahu ini bisa-bisa dia akan marah besar ke kamu" Ucap Daddy Rio
"Aku hanya memikirkan nama baik Daddy dan Mommy gak mikirin ke situ" Ujar Cio tertunduk
"Apa kamu seorang pengecut Arbercio? hanya karena di ancam seperti itu oleh jessica? Daddy sering bilang ke kamu kan? jangan pernah takut apapun jika ada penghalang lenyapkan" Ujar Daddy Rio dan Cio terdiam sambil menatap daddy nya
"Daddy tidak pernah takut nama Daddy buruk tapi gak ada yang boleh mengancam ke bebasan kita Cio" Sambung Daddy Rio lagi
"Jelaskan pada Nuna jangan ada kebohongan" Suruh Daddy Rio lagi lalu dia pergi meninggalkan Cio begitu saja,Cio juga meninggalkan taman mansion nya menuju kamarnya
Disisi Mommy intan dan Serena
Mommy intan ada di kamar putrinya, Serena sedang membersihkan make up nya sedangkan Mommy duduk di sampingnya sambil menyisir rambut Serena
"Serena apa Mommy boleh tanya sesuatu? " Tanya Mommy Intan
"Tanya aja Mommy, ngapain harus ijin sih? " Ujar Serena
"Apa kamu ada cerita sesuatu dengan Jessica? " Tanya Mommy Intan lembut dan dia langsung menghentikan aktifitas nya
"Memangnya kenapa Mommy? " Tanya Serena
"Jawab pertanyaan Mommy" Suruh Mommy Intan
"Aku cerita ke Jessica tentang pernikahan kaka yang mana kaka culik dan nikahin ka Nuna secara paksa" Ujar Serena pelan dan dia juga takut
"Kenapa kamu cerita itu ke dia? " Tanya Mommy Intan lagi
__ADS_1
"Dia tanya-tanya tentang ka Cio Mom dan aku cerita Itu semuanya" Ujar Serena
"Mom aku salah yah? Aku gak niat apapun? " Ujar Serena lagi sambil memeluk Mommy nya
"Iyah kamu salah sayang" Jawab Mommy Intan
"Maafin aku Mom!" Pinta Serena sambil memeluk Mommy nya
"Kamu boleh cerita apapun ke teman-teman kamu tapi Mommy mohon jangan cerita tentang keluarga kita ke sembarang orang" Nasehat Mommy Intan lembut agar Serena tidak marah pada nya
"Jangan di ulangin lagi yah" Suruh Mommy Intan
"Iyah Mom" Jawab Serena sambil menganggukkan kepalanya
Disisi Nuna
Cio masuk ke kamarnya dan dia sudah melihat Nuna duduk disisi ranjangnya
Cio berjalan cepat lalu naik ke pangkuan Nuna sambil memeluk nya
"Maafin aku Chagiii, aku benar-benar salah ke kamu" Ujar Cio dengan penuh permohonan
"Aku salah Chagiiii, kamu boleh hukum aku apapun itu tapi aku mohon jangan tinggalin aku" Sambung Cio lagi
Nuna menangkup wajahnya Cio "Ada apa? kalau kamu gini aku gak tau masalahnya apa? " Tanya Nuna lembut
"Kamu kemana aja bahkan ponsel kamu gak aktif sama sekali" Ujar Nuna
"Hari ini aku pergi dengan Jessica " Jawab Cio dan seketika Nuna langsung hening lalu secara perlahan Nuna melepaskan tangan nya dari wajah Cio
"Aku terpaksa Chagiii" Ucap Cio lagi
"Kamu lebih pilih jalan sama dia ketimbang acara malam ini Berci? " Tanya Nuna dengan tatapan kosong
"ini ada sebabnya Chagii aku mohon dengar aku dulu yah" Pinta Cio
"Jelaskan" Suruh Nuna
"Dia tahu jika aku culik dan menikahi kamu dengan paksa dan dia ancam aku akan sebarkan ini ke acara televisi, pasti nama Mommy dan Daddy akan jatuh karena itu" Ucap Cio
"Dan kamu jalan sama dia setengah hari ini? " Tanya Nuna dia menganggukkan kepalanya
Nuna tersenyum tipis lalu dia mendorong tubuh Cio yang menindih tubuhnya
__ADS_1
"Aku mau cuci muka dulu" Ujar Nuna dan meninggalkan Cio begitu saja
"Aku terpaksa Chagii, ini bukan ke mauan aku" Batin Cio