
Setelah makan setelah Cio mengantar Nuna ke mobilnya, menyuruhnya menunggu sampai pelajaran selesai jika dia bosan, dia bisa memanggil bodyguard nya Cio atau sopir nya Serena untuk menghilangkan bosan nya
Siang semakin sore
Cio agak berlari menuju parkiran karena jam pelajaran kuliahnya sudah selesai
Dia langsung membuka pintu mobil dan dia menghela nafas dengan panjangnya melihat Nuna tertidur di kursi belakang dan Cio pun masuk kedalam
Ketika Cio duduk di samping Nuna dia terkejut karena Nuna tiba-tiba memeluknya dari samping dan kepala Nuna ada didada Cio
"Akhirnya kamu datang" Ucap Nuna pelan sambil mempererat pelukannya, Cio yang merasa lucu dengan Nuna tiba-tiba memeluk nya pun tertawa sambil membalas pelukannya
"Tidur lagi yah" Ujar Cio lalu mencium pucuk kepala Nuna
"Gak bisa tidur Berciii soalnya ada kamu" Jawab Nuna dengan manja
"Kenapa memangnya kalau ada aku? " Tanya Cio
"Kalau aku tidur nanti tinggalin kamu dan masuk kedalam dunia mimpi" Jawab Nuna dengan mata masih terpejam
"Aku gak mau tinggalin kamu Chagiiii" Sambung Nuna
"Tapi kamu ngantuk kan? " Ucap Cio dan Nuna melongak menatap Cio
"Udah gak" Jawab Nuna
"Aku mau cerita" Ujar Nuna lagi
"Gak lama kamu tinggalin aku di mobil tadi, aku jajan di supermarket kampus ini kan? terus ada beberapa mahasiswa yang diam-diam fotoin aku Berciii" Adu Nuna
"Fotoin kamu? " Tanya Cio
"Iyah! pas aku ambil ice cream kan, aku kaya nungging gitukan? dia kaya foto-foto aku gitu" Ujar Nuna lagi
"Kamu yakin di fotoin kamu Chagiii? " Tanya Cio memastikan
"Yakin banget soalnya aku pergokin kok, terus mereka langsung keluar dari supermarket nya" Ucap Nuna
"Kamu gak di jaga sama anak buah ku? " Tanya Cio
"Gak! soalnya aku bisa sendiri" Jawab Nuna
"Ciri-ciri nya gimana? " Tanya Cio
"Dia pakai hoodie warna hitam terus celana jeans ketat sobek-sobek, sepatu snikers putih merek Nike" Jawab Nuna
__ADS_1
"Rambut keriting" Sambung Nuna
"Muka babak belur? " Tanya Cio
"Yah! betul kok kamu tahu muka nya babak belur? " Tanya Nuna dan pas sekali orang yang di maksud Nuna melewati mobil mereka dan Cio langsung turun dari mobil
Cio berlari ke arah orang itu yang sedang asik tertawa bersama teman-teman nya karena itu parkiran khusus mobil jadinya di sana di tidak banyak orang apalagi mahasiswa yang lain masih banyak di kelas ketimbang pulang
Cio melompat dan memukul kepala Gery tadi karena yang di maksud Nuna adalah Gery
"Apaan nih! " Teriak Gery tapi teman-teman Gery ingin membalas Cio tapi mereka takut karena Cio yang selalu di ikuti beberapa bodyguard jadinya mereka tidak berani
"Hapus gak foto nya! " Suruh Cio
"Foto apa? " Tanya Gery
"Hapus gua bilang! atau gak gua habisin lu" Ancam Cio dengan serius
Nuna hanya diam di mobil yang di jaga oleh 3 orang bodyguard makanya dia tidak bisa keluar untuk melerai Cio
"Berciiiii stop! " Teriak Nuna dari dalam mobil sambil menepuk-nepuk kaca mobil
"Gua bilang hapus foto yang di supermarket tadi! " Ujar Cio dengan nada tinggi
Dia mengambil ponsel Gery membuka galery nya untuk mencari foto-foto Nuna yang Gery ambil tadi
Cio bukannya menghapus fotonya tapi malah membanting ponsel Gery sampai hancur lembur dan kali ini Gery sangat marah dia berdiri lalu ingin menyerang Cio
Gery sudah ingin melayangkan pukulan tapi sudah keduluan oleh Cio dan lagi-lagi Gery harus menerima amukan Cio sampai dia mengalami cedera berat kali ini karena ulah Cio
Cio ditahan oleh teman-teman nya Gery karena jika dia biarkan bisa-bisa Gery akan mati karena di hajar sebrutal itu oleh Cio
Cio berontak dan 5 kawannya Gery kewalahan dan terlepas lah Cio tapi dia tidak menghajar Gery lagi
"Sekali lagi lu atau kalian foto-foto cewe gua! habis kalian! gua buat berlubang kepala kalian! " Ancam Cio dengan tatapan elang nya menatap bergantian mereka
Lalu Cio pergi menuju mobilnya lagi dan ketika Cio masuk dia Nuna langsung memeluk nya dengan erat, rasa penyesalan karena sudah bercerita dengan Cio
"Jalan pak! " Suruh Cio dan mobil nya pun jalan meninggalkan kampus
Cio hanya diam dengan wajah datar nya sambil mengelus kepala Nuna
"Berci kenapa kamu hajar sampai segitu nya? " Tanya Nuna lembut takut Cio akan marah pada nya
"Bahkan apa yang aku lakukan tadi tidak setara dengan apa yang dia lakukan ke kamu, dia sudah melecehkan kamu secara umum dah aku sangat benci jika istriku diperlakukan seperti itu" Ujar Cio Nuna diam yang dilakukan Gery memang salah
__ADS_1
"Aku gak akan pernah biarin siapapun untuk menganggu wanitaku karena kamu sangat berharga" Ucap Cio tegas
"Terimakasih Berciiii" Ucap Nuna lalu dia menyandarkan kepalanya dia dada Cio
"Apakah aku harus bangga memiliki suami seperti Berci? dia sangat melindungi ku" Batin Nuna
"Terimakasih" Ucap Nuna lagi
"Sama-sama Chagiii" Jawab Cio lalu dia mencium rambut nuna
Di dalam mobil suasana hening sampai Nuna memulai pembicaraan
"Berciii apa aku boleh bertemu dengan Mamah Figo? " Tanya Nuna tiba-tiba dan Cio menatap Nuna dengan tatapan tak percaya
"Kamu kamu ketemu dia? ada apa? " Tanya Cio yang heran
"Aku mau bicara dengan dia!" Jawab Nuna
"Apakah ini bukan rencana kamu kabur dari aku kan? " Ujar Cio dan Nuna menggelengkan kepalanya
"Kabur dari kamu?buat apa" Tanya Nuna sambil mendelik Cio
"Baiklah nanti aku akan hubungi mereka pasti mereka sangat senang" Ucap Cio lagi
"Kamu janji kan mau cari kebenaran tentang ini juga? " Ucap Nuna
"Masih di cari Chagii karena ini kan informasi nya sudah lama, aku berharap bisa mendapatkan sesuatu nanti" Ujar Cio
"Aku juga sangat menanti itu" Jawab Nuna
"Tapi jujur Chagii, wajah kamu dengan Mamah Figo itu ada kemiripan yang sangat banyak" Ucap Cio lalu dia mencubit kecil pipi Nuna
"Apalagi kalian sama-sama cantik" Sambung Cio
"Masa? " Ujar Nuna membuat Cio tertawa kecil
"Papah Figo sudah suruh Juan culik kamu dan bahkan mau nikahin kamu dengan Juan, pasti dia punya bukti jika kamu itu anak dia" Ucap Cio sambil terus mencubit pipi Nuna yang memang sangat kenyal
"Dia punya bukti? kenapa dia gak kasih itu ke kita waktu itu?" Tanya Nuna
"Test DNA kamu kan sudah bukti terkuat Chagiii masa iya kamu masih cari bukti" Jawab Cio
"Gak bukan itu aja pasti buktinya, gak mungkin kan dia bisa bawa aku ke negara sana tanpa bukti yang jelas" Ucap Nuna
"Itu benar tapi aku belum tahu itu, aku juga belum mendapatkan apapun kalau mereka datang nanti lah aku tanyai mereka tentang ini semoga saja pak tua itu tidak Menjengkelkan" Ujar Cio membuat Nuna tertawa karena teringat perdebatan Cio dengan Tuan Figo
__ADS_1