
Nuna sampai di apartemen nya dan King tentu mengantarkan Nuna, King sering menjahili Nuna dengan menarik-narik tali yang ada di bajunya Nuna
"Apaan sih King! " Sewot Nuna sambil menyembunyikan tali baju nya
"Kaya ekor" Jawab King santai
"Emang aku cumi-cumi" Ucap Nuna lagi
"Kamu jahil banget sih pantes jomblo sedangkan ka Hellen aja sering marah-marah ke kamu" Ucap Nuna
"Nyumpahin aku jomblo hmm? "Tanya King
" Orang jahil itu siapa yang mau? "Ucap Nuna
" Kamu pendek yah! "Ucap King lagi sambil menjajarkan badannya dengan Nuna ternyata tinggi Nuna berada di bahu nya
"Untung Cio tinggi" Ucap King lagi, Nuna menjadi kesal dengan King dia langsung menarik jaket King tapi King buru-buru berlari agar tarikan itu terlepas lalu dia lari dengan kencang, Nuna mengejarnya
King merem tiba-tiba tentu Nuna yang ada di belakang nya tidak bisa merem dan dia menabrak King sampai terjatuh ke lantai
King menertawakan Nuna yang terduduk di lantai lalu dia buru-buru berdiri jika dengan Cio pasti dia merengek minta gendong berpura-pura kesakitan
King sudah tidak tertawa lagi dan hanya mengulum senyum nya sambil mengiringi Nuna yang berjalan di sampingnya
"Huhu gak bisa manja-manja ke suaminya yah? " Ejek King
"Diam gak! " Tegur Nuna
"Oke diam! " Jawab King
King berhenti didepan pintu apartemen dan Nuna sudah ingin masuk namun King hanya berdiri tidak membuka pintu apartemen nya
"Buka king! " Suruh Nuna tapi King menggeleng
"Terus ngapain cuma berdiri disini? cepetan masuk" Omel Nuna
Pintunya terbuka tentu Nuna terkejut sampai mundur beberapa langkah kebelakang begitupun King
Yang muncul seorang bapak-bapak bermata sipit dengan kepala plontos dan juga gempal
"Kalian ngapain? " Tanyanya dengan bahasa Korea dia yang pemilik kamar apartemen
"King dia ngomong apa? " Tanya Nuna
"Bukannya ini kamar kamu, kok bisa ada bapak ini? " Tanya Nuna lagi tapi King hanya diam
"King ngomong! " Suruh Nuna yang sudah kesal dengan sikap King
__ADS_1
"Tadi siapa yang nyuruh diam? " Tanya King
"Oke aku salah! dan ini kamar siapa King? " Tanya Nuna
"Kamar bapak ini lah, aku berhenti disini cuma pastiin nomor apartemen nya ternyata bukan kamar ku" Jawab King
"Pergi! " Usir bapak itu pada King dan Nuna bahkan dengan berteriak, Mereka tentu pergi dengan berlari karena mendengar teriakan bapak itu
King berhenti didepan pintu kamar lagi tapi Nuna malah tidak mau berhenti dan terus berlari
"Nuna ini kamar nya" Teriaknya King memanggil Nuna dan Nuna memutar arah lagi
Nuna ngos-ngosan karena ulah King yang sudah membuatnya dimarahi bapak tadi sampai di usir
"Cape aku King! " Ucap Nuna tapi King malah masuk terlebih dahulu dan Nuna buru-buru masuk juga
Nuna berjalan cepat mencari sofa agar bisa duduk ketika sudah menemukannya dia langsung duduk begitu pun dengan King
"Bapak tadi ngomong apa? " Tanya King pada Nuna
"Aku tadi tanya kamu King,ku kira kamu tahu apalagi kamu lari tadi" Ucap Nuna
"Aku lari karena dia teriak" Jawab King
"Sama dong! " Ucap Nuna
"Ahh aku kangen suamiku" Ucap Nuna sambil menatap langit-langit apartemen nya
"Namanya juga terlalu Cinta" Ucap Nuna lalu tertawa kecil
"Emang kaya kamu? udah jomblo suka nya sama yang ber sosok halus" Ucap Nuna dan dia tertawa tapi tawanya langsung hilang sebab ada Tiara yang tiba-tiba muncul di sampingnya
"Kinggg" Ucap Nuna sedangkan King tertawa
"Kenapa kamu takut? " Tanya King sambil tertawa
"Dia muncul tiba-tiba" Jawab Nuna
"Namanya juga sosok halus kan? " Ucap King membalikkan ucapan Nuna
"Tiara aku cuma becanda biar si King terbuka buat cari pacar atau istri"Ucap Nuna
Tiara tersenyum sampai giginya terlihat lalu kembali menghilang lalu Nuna bisa bernafas lega
" Kaget ih"Ucap Nuna sedangkan King tertawa
"Kok gua bisa selepas ini? biasanya cuma sama hellen kaya gini" Batin King
__ADS_1
"Tiara mau becanda juga yah? " Tanya Nuna
"Iyah" Jawab King
"Ya sudah aku pergi dulu" Ucap King ingin berdiri
"Aku sendirian yah? " Tanya Nuna
"Gak kok! kamar ku di sebelah aku satu apartemen dengan Papi ku" Jawab King
"Sayanggg" Panggil Mamah Figo dengan lembut lalu Nuna menoleh menatap kebelakang begitu pun dengan King
"Mamah! " Ucap Nuna, Mamah Figo berjalan mendekati Nuna
"Kamu sama Tante disini" Ucap King
"Aku permisi" Ucap King meninggalkan mereka begitu saja di apartemen nya
Mamah Figo duduk di sampingnya Nuna sedangkan Nuna kebingungan dengan kehadiran Mamah Figo di sampingnya
"Kamu marah ke Mamah sayang? apa kamu menyalahkan Mamah? " Tanya Mamah Figo langsung pada putrinya
"Kenapa Mamah di sini? " Ujar Nuna tapi kepala menunduk
"Mamah mau temenin kamu sayang biar kamu gak sendirian disini" Jawab Mamah Figo
Mamah Figo tiba-tiba memeluk Nuna dengan eratnya seakan-akan sudah lama tidak bertemu
"Sayang jangan marah ke Mamah, Mamah mohon jangan benci Mamah karena semua ini" Ucap Mamah Figo
"Suamiku terluka parah karena suami Mamah, apa Mamah gak mau halangin suami Mamah itu untuk melakukan ini" Ucap Nuna
"Sudah tapi dia tidak mendengar kan Mamah" Jawab Mamah Figo
"Maafin Mamah jika mamah salah, ketika kamu panggil Mamah dengan sebutan Nyonya tadi rasanya hati mamah hancur berkeping-keping bahkan kamu cuekin mamah kaya tadi" Ucap Mamah Figo
"Aku kecewa Mah, Aku ngerasa marah dan kesel tadi" Ucap Nuna
"Maafin Mamah" Ucap Nya
"Tapi aku tau Mamah gak salah, suami ku sudah menegur ku tadi, Nuna minta maaf Mah karena bertindak kanak-kanakan dan juga egois" Ucap Nuna
"Iyah sayang pintu maaf untuk kamu akan selalu terbuka" Ucap Mamah Figo
"Mamah beneran temenin aku? " Tanya Nuna
"Iyah sayang sebab kasihan kamu sendirian" Jawab Mamah Figo
__ADS_1
Nuna melepaskan pelukan nya lalu menatap Mamahnya sambil mengusap air matanya dengan punggung tangannya
"Mamah temenin Nuna yah" Pinta nya lalu Mamah Figo menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan