SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 166


__ADS_3

Cio baru saja keluar dari kamar dan Nuna juga masuk ke dalam kamar sedangkan Serena tadi sudah pulang


Nuna duduk di sisi ranjang dan Cio berdiri di hadapan Nuna sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan anduk kecil


"Gimana keadaan kaki kamu? " Tanya Nuna


"Baik kok Chagi, kamu beneran gak marah tentang tadi? " Tanya Cio tak percaya pada Nuna


"Kamu emang mau aku marah besar dan salah paham gitu? maaf yah Berci aku bukan orang mudah salah paham apalagi kaya gitu aja" Jawab Nuna


Cio tersenyum lalu mengacak-acak rambut Nuna "Aku punya istri bidadari" Ucap Cio dengan gemas pada Nuna


"Kamu pakai aja dulu" Suruh Nuna


"Gak mau" Tolak Cio bahkan dia berlagak seperti anak kecil dengan memeluk aduk kecil nya tadi


"Kan mulai lagi kaya bayi nya" Ujar Nuna dan Cio berjongkok dia menempel telinganya di perut Nuna


"Chagiii ini udah kaya gerak-gerak gitu gak? " Tanya Cio


"Belum kan masih 4 bulan" Jawab Nuna


"Sampai berapa bulan baru bisa gerak-gerak? " Tanya Cio yang masih menempelkan telinga di perut Nuna


"5 bulan atau lebih" Jawab Nuna dan Cio angguk-angguk


"Didalam sana dia punya temen gak Chagiii? kasihan banget sih sendirian aja kamu bayiku" Ucap Cio


"Kaya papah kamu dong selalu ada Mamah kamu" Ucap Cio layaknya meledek orang


"Kata siapa dia sendirian? malah dia yang selalu sama aku Berci" Bela Nuna


"Dih belain anaknya ciri-ciri aku bakal di suami tirikan" Jawab Cio


"Memang ada suami tiri? ada-ada aja sih Berci" Ucap Nuna tertawa


"Aku Aku Aku" Jawab Cio


"Pakai baju kamu sana" Suruh Nuna


"Gak, aku masih mau dengerin anak ku" Tolak Cio lalu Nuna tersenyum sambil mengelus rambut Cio yang ada di perutnya


"Maafin Papah yah karena dulu selalu nolak kehadiran kamu tapi jujur Papah bahagia ketika kamu hadir di rahim mamah kamu" Ucap Cio lalu dia mencium perut Nuna


"Papah juga janji bakal jagain kalian karena papah sudah sehat dan kamu boleh minta apa aja atau ngidam apa aja ke Papah, papah bakal turutin walaupun sulit" Ujar Cio


"Gak usah ucapin yang aneh-aneh Berci nanti aku minta yang aneh atau kamu pengen apa, kamu yang pusing sendiri" Ujar Nuna


"Aku sudah sehat kok, jadi maju semuanya kalian ngidam-ngidam" Tantang Cio


"Kamu mau apa? " Tanya Cio


"Gak ada" Jawab Nuna


"Yah" Ujar Cio kecewa lalu dia berdiri


"Aku pakai baju dulu" Lalu dia pergi menuju ruang baju


Disisi Lisa


Lisa sedang berada di mobil menatap penuh kebencian orang yang sedang berjalan tidak jauh dari mobilnya

__ADS_1


Dia adalah Serena, Serena singgah ke cafe langganan nya untuk membeli minuman yang selalu dia beli


Lisa langsung menginjak pedal gas nya dan Serena menyadari mobil itu akan menabraknya dia melompat menghindari mobil Lisa


Serena tersungkur di tanah sambil memeluk paperbag isi minuman yang dia beli


Bodyguard Serena berdatangan bahkan ada yang mengejar mobil Lisa


"Nona tidak papa?" Tanya bodyguard khawatir sambil menolong Serena berdiri


"Dia ngincar aku yah? " Tanya Serena sambil menatap arah mobil yang di lewati Lisa tadi


"Plat mobil yang sering membuat masalah dengan Tuan Muda dan Nona tapi kali ini dia tidak memakai plat, seperti nya dia memang ingin mengincar nona" Jawab Bodyguard


"Kenapa di kejar? kan kalian bisa langsung tangkap dia" Ujar Serena


"Urusan yang mengejar nya, tapi Nona benar-benar gak papa? " Tanya Bodyguard lagi


"Iyah aku gak papa" Jawab Serena


"Lisa benar-benar yah, kemarin Jessica yang hajar aku sekarang dia lagi, ada apa sih kalian, kalian lupa kalau aku itu teman kalian" Batin Serena


"Ayok pulang, tapi kejadian ini jangan sampai ke telinga Daddy yah, soalnya Daddy lagi sibuk banget" Suruh Serena mereka hanya mengangguk lalu mengantar Serena ke mobilnya


"Pak kita ke kost-kostan teman ku yah" Ucap Serena


"Ini sudah sore Nona jika kamu pulang malam nanti Tuan besar marah" Tegur Sopir


"Aku tau, tapi kalau ke kost-kostan teman-temannya ka Nuna aman kok" Jawab Serena


"Baiklah Nona" Jawab Sopir pasrah


Disisi Lisa lagi


Mobil bodyguard nya Serena sudah ada di samping Lisa "Hentikan atau saya ledakan mobilnya" Ancam nya sambil berteriak dia luar jendela


Lisa tidak peduli dan malah dia dengan sengaja menyenggol mobil bodyguard itu lalu kembali tancap gas


"Sial" Teriak si pengemudi sebab dia menabrak pembatas jalan untung mereka hanya menabraknya pelan karena masih sempat menginjak rem


Lisa menatap ke belakang dan dia tertawa puas sebab bisa bebas dari bodyguard nya Serena


"Liat aja kamu Serena" Ujar Lisa lalu tersenyum miring


Disisi Serena lagi


Serena sampai di kost-kostan nya Syifa, Pritta dan Wati dan mereka sedang duduk di bangku di depan warung yang ada di samping kost mereka sambil melihat para anak kecil yang sedang bermain kelereng


Serena datang dan semua perhatian tertuju padanya sebab kecantikan Serena yang membuat mereka tak ingin berkedip melihatnya


"Datang lagi si princess udik" Ucap Wati


Serena tersenyum tapi dia tetap berjalan sambil di payungi 2 bodyguard sekaligus


Serena duduk di antara mereka bertiga sambil tersenyum lebar bahkan matanya sampai hilang


"Tumben kamu sore kesini? gak bawa Nuna? " Tanya Syifa


"Ka Nuna jam segini udah di karantina ka Cio jadi gak bisa ke mana-mana" Jawab Serena


"Aku bawa minuman nih" Ucap Serena, dia mengambil miliknya lalu menyerahkan nya pada mereka bertiga

__ADS_1


"Minuman mahal nih" Ucap pritta lalu langsung meminumnya


"Rambut kamu kok ada pasir? " Tanya Syifa sambil mengibas rambut nya Serena dengan tangannya


"Oh aku jatuh tadi" Jawab Serena


"Jatuh kenapa? " Tanya Wati yang juga ikut membersihkan rambut cantiknya Serena


"Udah takdir" Jawab Serena dan Syifa tersenyum terpaksa dan dia ingin sekali memukul Serena sebab jawaban Serena barusan


"Kalian duduk disini ngapain? liatin anak-anak ini main kelereng? " Tanya Serena


"Gak juga" Jawab Syifa


"Nih Pritta minta temenin duduk disini gak tau kenapa" Jawab Wati juga


Lalu kurir datang dia celingak-celinguk di depan kost-kostan nya Wati, Syifa dan Pritta


Kurir itu mendekati mereka "Permisi neng disini bener alamatnya Pritta? " Tanya Kurir pada Pritta yang memang duduknya dekat dengan kurir berdiri


"Bener Bang" Jawab Pritta dan kembali menyedot minumannya


"Permisi! Paket" Teriak Kurir didepan kost-kostan nya mereka


Syifa dan Wati menatap jengah Pritta "Woy Pea lu Pritta, itu paket lu ambil dong" Ucap Wati


"Oh iya" Jawab Pritta santai


"Bang! " Panggil Pritta lalu si kurir mendekati Pritta


"Anter paket yah? " Tanya Pritta


"Iyah" Jawab Kurir


"Hehe ternyata saya bang namanya Pritta" Ujarnya dan Kurir tanpa protes menyerahkan paket itu


"Foto dulu yah" Ucap Kurir lalu memoto Pritta


"Kami juga boleh bang? " Tanya Syifa


"Boleh" Jawab Kurir ramah lalu memoto mereka


"Selfi bang" Tawar Wati


"Boleh" Jawab Kurir dan mereka benar-benar berselfie bahkan serena juga ikut


"Gorengan bang" Tawar Pritta yang sekedar Basa-basi


"Boleh" Jawab Kurir lalu ikut duduk di kursi yang kosong di samping Pritta


"Ka gorengan aku 10 yah campur aja terus kopi pahitnya makan disini,neng nya yang bayarin" Pesan kurir, Pritta menatap tak percaya kurir yang ada disamping nya ini bahkan sampai ternganga begitu pun yang lainnya


"10 bang? " Ujar Serena tak percaya


"Kenapa gak 30 aja bang? " Ujar Syifa


"Boleh" Jawab Kurir


"Mba 20 gorengan lagi tapi bawa pulang aja yah,Mba yang pakai kerudung yang bayarin" Pesan kurir lagi


Syifa, Wati dan Pritta ternganga mendengar kurir itu yang malah memesan lagi

__ADS_1


"Jangan di ajak ngomong lagi, nanti ngelunjak" Bisik Wati pada teman-temannya dan mereka angguk-angguk saja


Serena tertawa melihat kekesalan teman-temannya dan kelucuan di kurir


__ADS_2