
Nuna sudah sampai di cafe yang dia tuju, dia sedang menunggu Mamah Figo datang sekarang
Nuna pergi dengan beberapa bodyguard yang ikut masuk kedalam cafe hanya 2 orang yang berdiri tegak seperti patung di sisi kanan dan kiri Nuna
Kurang dari 10 menit menunggu akhirnya Mamah Figo datang, dia juga di kawal 1 bodyguard di belakangnya
Nuna melihat Mamahnya datang langsung tersenyum lalu mereka saling menyambut dengan berpelukan dan berciuman di pipi
"Duduk Mah"Suruh Nuna ramah pada putrinya
Mereka pun duduk berhadapan, wajah Mamah Figo benar-benar berseri-seri melihat Nuna sedangkan Nuna juga tersenyum melihat Mamah nya
"Mamah sangat senang sayang, pas kamu telpon dan ngajak ketemuan seperti mimpi yang mustahil seperti nya" Ujar Mamah Figo
"Aku tiba-tiba pengen ketemu Mamah, entah dorongan apa? mungkin karena kangen" Ucap Nuna lalu dia tersenyum
"Kamu sudah menerima Mamah sayang? " Tanya Mamah Figo
"Kalau Mamah Iyah tapi kalau Tuan Figo belum, karena dia saja tidak menerima suami ku kan? " Ucap Nuna dengan raut wajah sedih
"Itu hanya masalah waktu, nanti juga dia akan Terima Cio sayang, lagian Cio adalah laki-laki baik, keluarga nya juga kayaknya Papah kamu akan menerima dia nanti" Ucap Mamah Figo
"Sampai kan saja Mah ke tuan Figo, jika dia tidak menerima suami ku sama saja dia tidak mau menjadi papah ku" Ujar Nuna
"Mamah akan sampai kan" Ujar Mamah Figo
"Kamu sendirian? " Tanya Mamah Figo mengalihkan pembicaraan
"Ekhemmmmmm" Dehem bodyguard yang ada di belakang Nuna
Nuna menoleh menatap mereka sambil tertawa kecil karena dia sudah mulai terbiasa dengan 2 orang bodyguard itu bahkan Nuna sering berbicara dengan mereka
"Aku dengan mereka" Jawab Nuna sambil menunjuk 2 laki-laki di belakang nya
"Iyah" Ujar Mamah Figo
Bodyguard Nuna membungkuk untuk membisikkan sesuatu ke telinga majikkannya
"Nona apakah anda tidak memesan apapun?" Tanya nya pada Nuna
Nuna tertawa kecil karena pertanyaan anak buahnya barusan
__ADS_1
"Aku lupa" Jawab Nuna berbisik
"Mamah mau pesan mau? biar aku yang pesankan"Tanya Nuna pada Mamah Figo
"Sama saja sama kamu, sekalian kita makan siang sekarang" Ujar Mamah Figo
Nuna ingin berdiri tapi anak buah Cio kembali membisikkan sesuatu ke telinga Nuna
"Nona apakah anda tidak melihat keberadaan kami? sampai-sampai ingin memesan makanan sendiri? jika Tuan Muda tau dia bisa marah nanti karena sudah lalai" Ujar Bodyguard Nuna
"Aku bisa sendiri ngapain harus pakai bantuan kalian?" Tanya Nuna
"Nona mau pesan apa?biar kami pesankan, mempermudah kerja kami sama saja melindungi kami Nona, Tuan Muda tidak selembut wajahnya" Ucap Bodyguard Nuna yang satunya
"Baiklah,"Nuna memperlihatkan buku menu lalu menunjuk beberapa gambar makanan yang akan dia pesan dengan Mamah Figo
Mereka berdua buru-buru pergi menuju tempat pesanan
" Maaf ya Mah"Ujar Nuna pada Mamah Figo
"Mereka kaya takut sekali dengan suami kamu? apa suami kamu suka marah-marah? " Tanya Mamah Figo
"Bukan marah-marah Mah tapi tegas" Jawab Nuna
"Seminggu lagi Mamah akan pulang" Jawab Mamah Figo
"Lebih baik Mamah tinggal aja yah, biarin aja Tuan Figo yang pulang" Ujar Nuna
"Sayang, gimana bisa suami Mamah pulang sedangkan Mamah engga? Mamah nanti kesini lagi kok, apalagi keponakan Mamah nanti akan pulang dari luar negeri" Ujar Mamah Figo
"Keponakan? siapa Mah? " Tanya Nuna yang baru tahu
"Nanti Mamah kenalkan yah, dia juga kuliah di Korea karena ada sesuatu, seperti nya dia satu angkatan dengan suami kamu" Ujar Mamah Figo
"Oke deh, nanti aku kenalan yah sama sekeluarga Mamah" Ujar Nuna dengan senyum manisnya
Mamah Figo menggenggam tangan Nuna sambil menatapnya dengan dalam
"Sayang maafin Mamah yah, kalau Mamah sudah telantarkan kamu bahkan Mamah pasrah cari kamu, sampai mamah ketemu kamu pas kamu sudah punya suami" Ujar Mamah Figo karena dia merasa sangat bersalah dengan Nuna
"Aku sudah melupakan itu semua Mah, Makanya aku mau Mamah nginep di mansion suami ku nanti biar aku bisa ngerasain kasih sayang Mamah yang belum pernah Mamah kasih ke aku" Ujar Nuna
__ADS_1
"Mamah akan bicarakan nanti dengan suami Mamah yah" Ujar Mamah Figo
"Andai aja waktu bisa di putar mungkin aku gak akan menerima pembantu itu dalam mansion ku, karena dia yang sudah membawa Nuna lalu menghilang" Batin Mamah Figo
Nuna yang mendengar itu langsung menaikan alisnya bahkan dia menatap Mamahnya dengan tatapan bertanya-tanya
"Mamah tau bagaimana kronologi aku hilang? " Tanya Nuna
"Cio sudah memberi tahu Mamah semuanya karena dia sudah mencari tahu nya" Ujar Mamah Figo
"Ibu dan bapak kamu adalah orang yang sudah menculik kamu sayang, waktu itu Mamah dan Papah belum ada niatan memiliki bodyguard seperti sekarang" Ujar Mamah Figo
"Ibu? Ayah? mereka yang sudah culik aku Mah? kok berci gak bilang ini ke aku? " Ujar Nuna terkejut
"Dia mau cerita ke kamu tapi dia takut kamu akan membenci 2 orang yang sudah membesarkan kamu" Ujar Mamah Figo
"Gimana ceritanya Berci bisa tau semua ini? " Tanya Nuna
"Apa kamu masih belum tau suami kamu Nuna? dia memiliki lusinan anak buah bahkan mendapatkan informasi seperti itu bukan hal yang sulit" Ujar Mamah Figo
"Tega mereka Mah pisahin kita? " Ujar Nuna dengan mata berkaca-kaca
"Kenapa mereka lakukan itu Mah? " Tanya Nuna lagi
"Sebelum kamu lahir Papah kamu sempat memarahi mereka habis-habisan waktu itu, karena mereka ke dapatkan mencuri uang dan juga perhiasan Mamah, mereka juga sering lalai menjaga Mamah maka dari itu mungkin mereka marah dan membawa kamu" Ujar Mamah Figo
Nuna menunduk sambil menangis, dia tidak Terima dengan semua kabar yang dia dapatkan, apalagi kedua orang tua yang sudah menculiknya itu sudah menjaganya dengan baik seperti mereka memang orang tuanya
"Mamah kenapa gak cari mereka waktu itu? " Tanya Nuna
"Mamah dan papah gak kepikiran karena 2 hari sebelum kamu lahir, Papah kamu pecat mereka lalu mereka pergi kan" Jawab Mamah Figo
"Pertanyaan Mamah ke kamu sayang, Apa mereka menjaga kamu dengan baik! " Tanya Mamah Figo
"Mereka menjaga dengan baik walaupun dengan kekurangan" Jawab Nuna
"Mamah minta maaf sayang" Ujar Mamah Figo
"Aku gak pernah menyesali jika mereka sudah merawat dengan kekurangan tapi banyak yang aku dapat Mah, aku bisa menjadi mandiri di umurku yang terbilang masih cukup muda" Ujar Nuna
"Aku bisa mencari uang sendiri bahkan membantu ekonomi mereka berdua" Ucap Nuna lalu Nuna berdiri dan memeluk Mamah Figo dengan eratnya dia juga menangis di bahu wanita paruh baya itu
__ADS_1
"