
Cio berlari sambil merentangkan tangannya menuju Nuna lalu memeluk Nuna dengan manja
"Kangen Chagiiii" Ujar Cio dengan manjanya pada Nuna
"Sepulang dari sana tadi aku terus mikirin menua bersama kamu nanti! pasti kamu bakal tetap cantik cuma rambut kamu aja yang memutih nantinya" Ujar Cio
"Mikirnya jauh banget sih? " Tanya Nuna lalu tertawa
"Tapi aku suka mikirin nya!" Ujar Cio sambil tersenyum
"Boleh tanya gak? " Ujar Nuna dan Cio mengangguk
"Lisa siapa? " Tanya Nuna membuat Cio tertawa
"Pasti Serena kan yang ceritain ini ke kamu" Ujar Cio
"Kenapa memangnya? dia pasti sudah cerita semuanya kan? " Ujar Cio lagi
"Kamu gak mau cerita ke aku? " Tanya Nuna
"Memangnya kamu mau tau Chagi? " Tanya Cio
"Kalau kamu cerita aku mau dengar kok" Ujar Nuna
"Coba bilang kamu cemburu aku baru cerita" Ucap Cio sambil mengangkat alisnya
"Iyah aku cemburu" Ujar Nuna tapi Cio malah menghela nafasnya
"Aku mau bikin tugas dulu yah" Ujar Cio lalu dia melepas kan pelukan membuat Nuna bingung
"Aku tau kamu masih pura-pura Nuna" Batin Cio
Cio masuk keruangan belajarnya untuk mengerjakan tugas-tugas yang sudah di berikan oleh teman-temannya kepadanya
Nuna tetap duduk disisi ranjang menatap Cio yang seperti nya kecewa padanya
"Aku kira aku berpura-pura sudah menerima kamu, kamu tidak sadar tapi ternyata kamu sadar" Batin Nuna
"Tapi aku akan terus belajar Berci sampai aku lupa jika aku sedang berpura-pura" Sambung Nuna
Cio mencoba fokus pada pelajarannya dan mulai mengetik laptopnya dengan fokus
Nuna melihat Cio tapi hanya mengintip lewat celah pintu yang tidak tertutup rapat
"Jika ingin masuk! masuk saja" Ujar Cio lalu dia menatap Nuna yang ada di balik pintu
Nuna membuka pintunya lalu mendekati Cio tapi Cio malah menarik tangan Nuna mendudukannya Nuna di pangkuan nya
Kepala Nuna berasa dibahu Cio tangannya memeluk leher Cio
"Aku cuma mau liat kamu bukan malah ganggu kamu" Ucap Nuna
"Kalau mau tidur sambil peluk aja aku! soalnya aku suka ditemenin kayagini apalagi sambil di peluk" Ucap Cio
"Kamu takut kegelapan kenapa? " Tanya Nuna tiba-tiba
"Kamu belum saatnya tau tentang aku Chagi" Jawab Cio dan Nuna mengerti lalu dia menganggukan kepalanya
"Kamu marah sama aku Berci? " Tanya Nuna tapi Cio menggelengkan kepalanya
"Tapi kenapa kamu tinggalin aku begitu aja? " Tanya Nuna lagi
__ADS_1
"Padahal kita tadi belum selesai ngobrol kan" Sambung Nuna lagi
"Aku teringat tugas ku" Jawab Cio
"Ka periksa kamu tadi apa katanya? " Tanya Cio mengalihkan pembicaraan tapi tangannya tetap terus mengetik
"Aku tadi di kasih obat kaya pengobat tradisional gitu, katanya dalam seminggu ini mungkin aku bisa sembuh tapi sakit sih" Jawab Nuna lalu Cio mencium pipi Nuna sambil mengelus pelan punggung Nuna
"Semoga cepat sembuh yah" Ucap Cio
"Iyah Berci" Jawab Nuna
"Tugas kamu banyak? " Tanya Nuna
"Banyak kan aku cuti 10 hari" Jawab Cio
"Maafin aku yah" Ujar Nuna
"Gak papa" Ucap Cio
"Kamu kenapa kok kaya dingin ke aku? " Tanya Nuna
"Benarkah? aku lagi fokus ngetik" Ucap Cio lalu tangannya mengelus rambut Nuna
Nuna semakin mempererat pelukan nya di leher Cio
"Semangat bikin tugasnya" Ujar Nuna
"Iyahhh" Jawab Cio
"Aku bakal terus menerima kamu Berci! Aku juga akan menjadi istri baik untuk kamu, membuat semua keinginan kamu menjadi nyata tanpa menuntut apapun" Bisik Nuna pelan ditelinga Cio
"Jangan paksa yah! aku gak minta lebih dari di hargai" Ujar Cio
"Tapi aku benar-benar ingin tentang Lisa Berci" Ujar Nuna
"Dia tidak penting Chagi! kita gak usah bahas dia yah! " Ujar Cio
"Kamu masih punya perasaan sama dia? " Tanya Nuna dan Cio menggelengkan kepalanya
"Perasaan sesaat aja Chagi, lagian dia juga sudah tinggalin aku kan" Ujar Cio
"Aku nulis lagi yah" Ujar Cio,Nuna mengangguk kan kepalanya
"Malam ini kita harus lakukan yang tadi pagi tertunda yah" Ujar Cio tapi Nuna hanya diam
"Badan mu di perban oleh Hellen tadi bahkan katanya malam ini aku bakal gak bisa tidur nyenyak efek obat itu" Ucap Nuna
"Di perban? " Tanya Cio dan dia mengintip baju Nuna dan benar saja jika badan Nuna dibalut dengan perban oleh Hellen
"Berarti malam ini kamu bakal nahan sakit? " Tanya Cio
"Aku gak tau katanya gitu sih" Ujar Nuna
"Asal aku sembuh aja, sakit sebentar gak papa kan" Sambung Nuna
"Kamu wanita hebat! aku bangga memiliki kamu" Ujar Cio lalu mencium pipi Nuna
Nuna memeluk manja suaminya sambil meyandarkan kepalanya di bahu suaminya
"Oh ya dulu kamu punya cita-cita jadi guru kan? " Ucap Cio pada Nuna
__ADS_1
"Iyah! tapi gak kesampaian gara-gara aku gak bisa kuliah buat jadi guru kan" Jawab Nuna
"Mau kuliah terus jadi guru gak? " Tanya Cio
"Gak mau! aku maunya jadi guru dari anak-anak ku nantinya aja" Jawab Nuna sambil tersenyum
"Guru dari anak-anak kamu? " Ujar Cio dan dia mengangguk
"Tapi aku belum ingin punya anak" Ucap Cio
"Kenapa? " Tanya Nuna
"Gak papa" Jawab Cio
"Jangan bahas tentang anak yah" Ujar Cio
"Kenapa? padahal aku mau punya anak banyak" Ucap Nuna
"Tapi aku gak mau punya anak! " Tegas Cio membuat Nuna terdiam
"Maafkan aku" Ujar Cio karena sudah membentak Nuna dia hanya mengangguk
Cio kembali fokus pada laptopnya sambil sesekali mengelus dan mencium Nuna yang ada di pelukannya
Siang berganti malam
Cio sudah menyelesaikan sebagian tugasnya dia memutuskan untuk beristirahat sedangkan Nuna sudah dia antar sejak sebelum malam tadi
Nuna sedang duduk di tengah-tengah kasurnya lalu Cio melihat itu mendekati nya
"Chagiiii" Panggil Cio dengan lembutnya dengan senyumannya
"Kenapa duduk? gak tiduran? " Tanya Cio
"Kalau tiduran sakit" Jawab Nuna lalu tersenyum tipis
Cio naik keatas ranjang lalu duduk didepan Nuna sambil tersenyum manis
"Mau ku pijat? " Tawar Cio
"Pijat gimana? " Tanya Nuna
"Mau aku pijat gimana? " Tanya Cio balik
Cio mendekatkan wajahnya lalu langsung mencium bibir Nuna sekilas
"Tugas kamu sudah selesai Berci? " Tanya Nuna
"Masih sebagian belum! tapi aku kepikiran kamu jadinya tinggalin aja" Jawab Cio
"Aku gak papa kok Berci" Ujar Nuna
"Aku gak tega biarin kamu menahan sakit sendirian" Ucap Cio
"Kamu jangan berlebihan aku gak papa! kalau aku kenapa-napa nanti juga teriak" Ucap Nuna membuat Cio tertawa
Cio merebahkan kepalanya di paha Nuna sambil memeluk pinggang Nuna
"Kamu gak mau aku temenin? " Tanya Cio
"Iyah aku gak mau! soalnya kamu berisik" Jawab Nuna sambil tersenyum, Cio Melongak menatap Nuna
__ADS_1
"Aku berisik? " Tanya Cio lalu Nuna mengangguk dan Cio memanyunkan bibirnya, Nuna tersenyum sambil mengelus pipi Cio yang ada di pahanya