
Walaupun Cio tertinggal mata pelajaran tapi dia tetap mengikuti pelajaran yang di ajarkan oleh dosen sedangkan tugas yang sudah tertinggal dia akan mengulangnya di mansion bahkan dia harus mengumpulkan tugas-tugas yang sangat banyak nantinya
Cio dengan fokus mendengar kan dosen menerangkan pelajaran sambil sesekali mencacat sesuatu yang penting di buku nya
Lisa yang duduk di samping Cio sesekali melirik Cio, dia ingin mengajak Cio berbicara namun dia menahan rasa ingin nya
Lisa melemparkan kertas ke meja Cio dan Cio menatap Lisa dia suruh Cio membacanya namun Cio malah membuangnya entah kemana
Tentu Lisa menatap tak percaya apa yang di lakukan oleh Cio itu
Cio dengan tenang kembali fokus pada dosen yang ada di depannya
Jessica menatap apa yang dilakukan oleh Lisa dan Cio dia hanya diam menatap dengan tenang
"Kamu bodoh sih Lisa, kemarin pas Cio nyatain cinta malah kamu gantung" Batin Jessica
"Tapi apa iyah istrinya Cio hamil? dan aku dapat kabar juga yang buat Cio kaya gitu mertuanya sendiri" Batin Jessica lagi
Jessica menatap laki-laki yang duduk di samping jendela itu dengan tatapan penuh arti
"Sampai sekarang aku masih merasa bersalah ke Serena walaupun Serena gak mau kenal aku lagi, apalagi aku sekarang berteman dengan Lisa semakin Serena gak mau berteman dengan ku" Batin Jessica
Sampai jam istirahat tiba, Lisa buru-buru merapikan buku-buku lalu pergi meninggalkan kelas di ikuti oleh Jessica
Serena datang untuk mengajak kaka nya istirahat sekaligus makan siang
Serena berpapasan dengan Lisa dan Jessica di depan pintu"Kenapa kok gak berani deketin kaka ku? gara-gara dia sekarang gak bisa jalan makanya ilfil? " Tanya Serena pada Lisa dan Jessica
"Kalau aku bisa rebut dia dari kaka ipar kamu itu gimana? " Tantang Lisa tapi Serena hanya mengangkat alisnya sebelah sambil tersenyum miring
"Pasti kamu sudah banyak rencain sesuatu buat itu semua tapi kayanya gak bakal mempan selagi aku ada" Ujar Serena
"Kamu bertingkah seakan-akan kamu paling kuat, di deketin digo cowo brengsek aja mau" Ujar Lisa dan Serena terdiam sedangkan Lisa tersenyum puas sebab bisa membungkam Serena
"Hati-hati kalau kamu hamil nantinya dia bakal tinggalin kamu" Ujar Lisa dan baru saja dia mengucapkan itu sudah muncul Gery kaka kelas Serena memang suka pada Serena
"Akhirnya aku ketemu" Ucap Gery senang karena sudah menemukan Serena
"Ayo makan siang" Ajak Gery pada Serena tapi dia hanya diam menatap marah ke arah Lisa, dan Gery mengikuti tatapan Serena
Gery mendorong Serena agar menjauh dari Lisa "Kaka apaan sih! " Omel Serena
__ADS_1
"Jauhi pertengkaran lebih baik kita siapkan amunisi" Ujar Gery sambil terus menuntun Serena ke kursinya Cio
Cio yang melihat Serena dengan Gery langsung mengepalkan tangannya
"Lepasin adik gua! " Bentak Cio bahkan dia berdiri sendiri dengan tongkatnya
Gery langsung melepaskan tangannya bahkan mengangkat tangannya seperti orang yang sedang di todong kan senjata
"Kaaaaa" Ujar Serena ingin membantu kaka nya berdiri tapi cio sudah berdiri
"Kaka di sini aja atau aku beliin makanan nya? " Tanya Serena
"Suruh bodyguard aja yang belikan, kita makan di kelas ini berdua" Jawab Cio dengan wajah kesalnya
Digo masuk ke kelas dan tentunya untuk mengajak Serena makan siang juga sama seperti Gery
"Serena ayok ke kantin kan udah janji bakal makan siang bareng" Ujar Digo tapi Serena diam menatap Cio seakan-akan meminta ijin pada nya
Cio menggengam tangan Serena dengan kuatnya dan itu tanda jika Cio tidak mengijinkan
"Aku makan di kelas dengan kaka ku, kamu makan sendiri aja yah" Jawab Serena ramah
"Loh kenapa gak sekalian aja kita makan di kelas ini" Ujar Digo
"Gua kan emang gak akan makan sama lu tapi sama Serena" Bantah Digo
"Serena kamu mau makan apa? kamu Cio mau makan apa? biar aku belikan dia kantin" Tawar Gery dan Serena sudah ingin menjawab tapi di dahului oleh Cio
"Gak usah, gua punya bodyguard jadi lu gak usah tanam budi ke gua" Jawab Cio ketus
"Oke oke" Ujar Gery
"Kalau gitu aku pamit dulu" Ujar Gery dan pergi dengan santai keluar
Digo masih disana dia benar-benar keras kepala untuk makan siang dengan Serena
"Aku gak bisa Digo, kapan-kapan aja yah" Tolak Serena agar Digo pergi
"Gimana kalau nanti malam kita pergi" Ajak Digo
"Kalau tugas ku gak banyak nanti aku kabari" Jawab Serena
__ADS_1
"Oke Serena aku pergi dulu yah" Ucap Digo lalu dia juga pergi
Cio tentu merasa tidak nyaman dengan 2 Laki-laki yang mendekati adiknya
"Apa ini Serena? kamu dekat dengan Digo si brengsek itu? why" Tanya Cio dengan kecewa
"Kaka kan tahu kalau aku suka sama Digo" Ujar Serena
"Kaka gak akan pernah biarin kamu dekat sama dia, kaka akan berusaha buat sembuh agar bisa jagain kamu" Ucap Cio
"2 laki-laki yang dekati kamu tadi gak ada yang bener" Ucap Cio meninggi dan dia kembali duduk ke kursinya
"Aku sudah gede ka, aku bisa menentukan jalanku sendiri" Ujar Serena
"18 tahun kamu sebut sudah besar? " Ucap Cio lalu dia tertawa
"Apa cuma kaka yang boleh merasakan cinta sedangkan aku engga" Debat Serena
"Kaka mohon jangan Digo, kamu pasti tahu kenapa kaka larang kan" Ucap Cio
"Dia sudah janji bakal berubah bahkan dia perlakuan aku dengan baik" Ucap Serena
"Baru kaka tinggal sebentar kamu sudah seperti ini sebab laki-laki? sumpah kaka sangat kecewa" Ujar Cio
"Kamu keluar dari sini, biarin kaka ngelakuin semua sendiri bahkan pulang nanti gak usah bareng" Ucap Cio lagi
"Ka" Ucap Serena
"Kamu sudah besar kan? kamu sudah bisa menentukan pilihan kamu sendiri, oke kaka hargai itu" Ucap Cio dan Serena terdiam dengan mata berkaca-kaca
"Keluar" Suruh Cio meninggi mengusir Serena
"Biarin Serena disini ka" Pinta nya
"Gak! kamu keluar" Usir Cio lagi bahkan enggan menatap Serena
"Kita besar bersama tapi pas kamu ketemu sama cowo brengsek itu kamu mendebat kaka dan itu berhasil buat kaka percaya kalau kamu memang terhasut cinta buta" Ujar Cio
"Memangnya kaka gak brengsek? menculik ka Nuna dan menikahi nya dengan paksa" Ujar Serena
Cio tidak bisa berkata-kata lagi-lagi dia hanya mengarahkan tangannya memberi kode untuk Serena keluar
__ADS_1
Serena pun keluar dari kelas meninggal kan Cio sendirian, setelah Serena pergi dia langsung menggebrak meja tanpa perduli tangannya yang masih dalam masa pemulihan
"Dulu Lisa sekarang Serena, kalau sampai dia lu apa-apain gua bakar lu Digo" Batin Cio