
Hari sudah gelap
Nuna sedang di kamar dengan teman-teman nya berbagi tempat tidur karena Nuna yang meminta mereka untuk tidur bersma
Pritta dan Syifa sibuk mengelus perutnya Nuna sedangkan Wati mengelus rambutnya cantiknya Nuna
"Udah nangisnya Nuna, kamu mau kami anter ke rumah kamu? biar gak nangis lagi" Tanya Syifa
"Kasihan bayi kamu nanti kalau sedih kaya gini" Ucap Pritta juga
"Aku ngerasa marah, kesal sekarang suamiku sejak tadi gak kesini tapi malah King yang kesini" Ujar Nuna
"Kalian udah beli kouta belum? " Tanya Pritta dan mereka menggelengkan kepalanya
Pintu ada yang mengetuk dan Syifa buru-buru berlari untuk membukakannya
Dan Syifa kembali dengan Serena karena yang datang adalah Serena
"Kaka! " Panggil Serena dan ikut berbagi kasur dengan yang lainnya
"Kaka gak mau pulang? " Tanya Serena
"Ngapain kaka pulang Serena? sedangkan Berci aja masih sama dia kan? " Jawab Nuna
"Kaka ngomong apa sih? Ka Cio lagi di rumah sakit, dia cari kaka sampai lupa kalau dia punya luka tusuk yang dalam dan sekarang dia rumah sakit belum sadarkan diri, karena luka jahitan nya terbuka bahkan infeksi ka" Jelas Serena dan Nuna langsung terkejut bahkan langsung duduk
"Berciiii" Ujar Nuna
"Lisa itu ada karena dia bantu ka Cio, Bahkan dia yang bawa Ka cio kerumah sakit kalau gak ada dia mungkin ka Cio udah mati ka" Sambung Serena
"Kaka masih mau keras kepala? kaka masih mau salah paham? " Tanya Serena
Nuna diam sambil menundukkan kepalanya tapi dia benar-benar merasa bersalah sekarang karena dirinya sudah salah paham
"Kamu kesini mau jemput kaka? " Tanya Nuna
"Aku kesini karena kemauan ku sendiri, menurut ku kaka lebih baik besok akan kesana, kalau kaka kesana pasti bakal di suruh pulang soalnya kaka gak boleh cape kan" Jawab Serena
"Tapi keadaan suamiku bagaimana Serena? " Tanya Nuna
"Kaka harus di operasi lagi bahkan tadi dia sempat kritis ka tapi syukur dia bisa lewatin semuanya" Ucap Serena
"Cio kenapa Serena? " Tanya Pritta
"Ka Cio punya luka tusuk dan luka bakal yang cukup banyak bahkan memar juga" Jawab Serena
"Jangan salah paham lagi ya ka! aku tau semuanya dari Lisa, karena Lisa tadi juga datang lagi buat jelasin semuanya ke aku" Sambung Serena
Nuna hanya diam sambil menundukkan kepalanya lalu Pritta mentoel bahu Nuna
__ADS_1
"Naa jangan terlalu berpikir yah, semuanya akan baik-baik aja kok, Kasihan calon bayi kamu nanti dia bakal ikutan stres" Ujad Pritta
"Tapi aku sudah menuduh macam-macam ke suamiku" Ujar Nuna
"Aku salah Pritta" Ujar Nuna
"Aku mau ketemu dia, aku mau minta maaf" Ujar Nuna
"Cio itu pengertian kok orangnya pasti dia bakal maklumin kamu Naa" Ujar Wati
"Tapi tetap aja aku salah" Ujar Nuna
"Aku bodoh banget karena sudah gak perhatiin dia" Ujar Nuna
"Stop ka! kaka jangan salahin diri kaka lagi" Tegur Serena
"Aku bakal nginep disini buat sekalian jaga kaka yah" Ujar Serena
"Jadi kaka jangan salahin diri kaka terus" Sambung Serena
"Udah yah Naaa" Ujar Syifa juga dan Nuna menganggukkan kepalanya
Disisi King
King sedang berdiri di tepi kolam renang nya sambil melamun
"Tiara aku tahu aku salah tapi rasanya perasaan ku tidak bisa bohong jika aku benar-benar ingin memiliki Nuna" Jawab King dan menatap Tiara yang ada di samping nya
"King kamu orang yang cerdas, apa kamu tega memisahkan pernikahan sepupu kamu sendiri? apalagi Nuna sedang hamil" Tanya Tiara
"Berpikir lah King atau menjauhi Nuna sejauh mungkin agar kamu bisa melupakan Nuna" Ucap Tiara
"Jika kamu terus melakukan ini King, aku melihat mu sama dengan sampah" Ujar Tiara kasar
"Berhentilah King ini peringatan ku yang terakhir" Ucap Tiara lagi
"Kamu orang terhormat King jangan karena perasaan kamu ke Nuna membuat kamu kehilangan semuanya" Ujar Tiara lagi
"Kenapa kamu terus menyalahkan aku Tiara? Kenapa kamu tidak membantuku Tiara? " Tanya King
"Membantu? Aku gak akan mau bantu kamu King, aku sudah hampir bosan menasehati kamu" Jawab Tiara
"Sikap kamu ke Serena itu, apa maksud nya King? " Tanya Tiara
"Aku hanya membantunya" Jawab King cepat
"Kenapa kamu tidak dengan Serena? dia baik dan polos bahkan sikapnya sangat menyenangkan" Ujar Tiara
"Aku hanya mau Nuna, Tiara"Ucap King tegas
__ADS_1
" Kamu pernah bilang kan? jika Nuna ditakdirkan untuk Cio begitu pula sebaliknya, apa kamu lupa dengan kata-kata itu"Tanya Tiara
"Coba kamu lebih sibukan diri kamu lagi King, bukanya kamu dulu sudah mau menghilangkan Nuna kenapa kamu kembali? " Tanya Tiara lagi
"Karena aku gak bisa lupain dia Tiara sebab aku gak pernah ketemu wanita kaya dia, dia sama dengan ku Tiara makanya aku merasa nyaman dengan dia" Jawab King
"Mau ku hilangkan kemampuan kamu King agar kita tidak bertemu lagi? " Tawar Tiara dan King langsung cepat memalingkan kepalanya menatap Tiara
"Aku tegas kan sekali lagi King! Jika kamu terus mengejar Nuna aku akan menghilang dari hidup kamu selamanya" Ancam Tiara
King terdiam mendengar ancaman Tiara padanya "Baiklah Tiara aku janji gak akan deketin Nuna lagi" Ujar King mengalah
"Jika aku dengan Serena bagaimana Tiara? " Tanya King melembut pada Tiara
"Terus kan saja kamu dengan Serena tapi jauhi Nuna King" Jawab Tiara
King mengangguk paham lalu Tiara menghilang sambil tersenyum
Hari berganti siang
Cio masih belum boleh di jenguk di jam segini tapi Nuna sudah disana
Sikap Mommy Intan agak berbeda dari biasanya, dia seperti mehindari Nuna
Serena sadar itu dan dia mendekati Mommy sedangkan Nuna berdiri menatap suaminya dari balik kaca
"Mommy kenapa? " Tanya Serena
"Kenapa kamu bawa dia kesini? dia selalu membuat Cio masuk ke rumah sakit bahkan selalu kritis keadaan nya" Ujar Mommy Intan
"Mommy salahin ka Nuna? " Tanya Serena
"Memang dia kan yang membuat semuanya seperti ini" Jawab Mommy Intan
"Mommy sudah larang kamu kan buat jangan bawa dia, kenapa kamu gak dengerin Mommy sih? " Ujar Mommy Intan
"Mommy kenapa? kenapa Mommy kaya gini? bukannya tadi malam sebelum aku pulang Mommy gak papa kalau aku datangin ka Nuna?" Ucap Serena
"What wrong Mom? " Tanya Serena
"Mommy di hasut siapa? " Tanya Serena lagi
"Mommy gak di hasut siapapun tapi semuanya memang dia biang masalah nya" Jawab Mommy Intan
"Ayyyyy" Tegur Daddy Rio
"Kita cari sarapan aja dulu yah" Ajak Daddy Rio dan dia membawa istrinya pergi
Serena merasa heran dengan sikap Mommy nya yang benar-benar berbeda dari biasanya
__ADS_1