SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 163


__ADS_3

2 Minggu berlalu


Serena turun dari mobil tapi dia tidak langsung pergi seperti bisanya melainkan malah menunggu seseorang yang turun dari mobil


Dia adalah Cio, Cio turun dari mobil dengan wajah yang lebih cerah dan juga dia sudah berjalan seperti semula


Ini hari pertama Cio kembali ke kampus lagi dalam keadaan sehat tentunya


Serena menggandeng tangan Cio seperti dulunya "Woah akhirnya hari ini datang, aku berangkat ke kampus sama kaka" Ujar Serena


"Aku gak nyangka kaka bisa sembuh beneran dalam 2 minggu" Ujar Serena


"Kita ke kelas sekarang" ajak Cio


Mereka pun ke kelas berjalan dengan santai seperti dulunya bahkan Serena yang dengan bangga jika dia bisa berjalan sambil bergandengan dengan kaka nya lagi


Digo melihat Serena lalu dia ingin mendekati nya tapi dia langsung menghentikan langkahnya sebab melihat Cio bahkan dia baru sadar jika Serena sedang menggandeng Cio


Dan Gery yang lebih berani mendekati Serena walaupun ada Cio


"Serena" Panggil Gery lalu dia berlari mendekati Serena sedangkan Digo hanya diam


Cio langsung memasang wajah datar ketika melihat Gery mendekati adiknya


"Makasih karena kemarin mau cicipin masakan ku" Ujar Gery, kemarin Gery sempat memberi Serena makanan dan makanan itu buatannya sendiri


Akhir-akhir ini Gery sering memberikan banyak hadiah tapi kebanyakan makanan dan Serena selalu menerima nya walaupun Serena tidak pernah mengucapkan terimakasih pada Gery


"Sama-sama" Jawab Serena datar


"Enak gak? atau ada bumbu yang kurang? " Tanya Gery


"Enak kok tapi menurut ku kamu kurangin kasih aku makanan soalnya aku bisa beli sendiri" Jawab Serena


"Tapi aku senang lakuinnya" Ujar Gery


"Kita pergi Serena" Ucap Cio lalu menarik tangan Serena pergi meninggal kan Gery


"Kamu Terima pemberian dia? " Tanya Cio


"Aku Terima karena cuma jauh dari Digo ka, soalnya kalau aku Terima apapun yang di kasih Gery pasti Digo kaya ngejauh gitu" Ucap Serena


"Jahatnya adik ku ini" Ujar Cio bahkan dia tertawa kecil


"Ya gimana? Aku juga gak suka sama Gery" Ujar Serena


"Tapi semua makanan yang Gery kasih aku makan kok sampai berat badan ku naik tau ka" Ujar Serena lagi

__ADS_1


"Rasain" Jawab Cio


"Jahatnya" Ucap Serena


"Kan bisa diet kamu?" Ucap Cio


"Bisa tapi sabar menahan makanan itu yang gak bisa, apalagi aku sekarang sering ke kost-kostannya Teman-teman nya ka Nuna, mereka sering masakin aku macam-macam" Jelas Serena


"Kaka tau makanan apa yang paling enak? itu masakan ka Wati dan ka Syifa" Ujar Serena


"Apa? " Tanya Cio


"Mie instan rasa soto di campur sama telur setengah mentah" Jawab Serena dan Cio tergeleng mendengar jawabannya adiknya


"Mie instan? kamu ke sana di kasih mie instan? " Tanya Cio tak percaya


"Kata ka Pritra itu makanan wajib anak kost apalagi pas akhir bulan" Jawab Serena


"Tapi beneran enak tau ka" Ucap Serena lagi


"Apalgi yang mereka kasih ke kamu? " Tanya Cio


"Banyak kok ka" Jawab Serena


"Kalau kamu kesitu bawa makanan sendiri aja jangan mau makan mie instan lagi" Suruh Cio


"Enak tau" Ujar Serena


"Yah" Jawab Cio lalu mereka berpisah, Cio masuk kelas dan dia langsung mendapatkan pelukan dari Lisa


"Akhirnya kamu balik lagi bahkan dalam keadaan sehat" Ucap Lisa tapi Cio langsung mendorong tubuh Lisa


"Jangan sentuh gua" Tegur Cio


"Why? " Tanya Lisa dan Cio memperlihatkan jari kelingking nya yang memang ada terikat cincin pernikahan nya dengan Nuna


"Kurasa kamu paham" Ucap Cio lalu dia berjalan menuju kursinya tapi Lisa berdiri di samping nya Cio


Lisa menyerahkan secarik kertas dan juga sebuah gantungan kunci yang bergambar wajah Cio


"Kamu lupa sama kertas yang pernah kamu tulis? kamu lupa sama gantungan kunci yang pernah kamu kasih ke aku? kamu bilang kalau aku sedih tinggal liat gantungan ini tapi sekarang aku sedih Cio pas aku tau kamu bukan orang yang nunggu aku lagi" Ucap Lisa


"Kamu sekarang lagi sedih Cio, aku gak butuh gantungan kunci wajah kamu lagi tapi kamu" Ucap Lisa


Cio hanya diam menatap Lisa yang sedang berbicara dan bahkan air mata Lisa jatuh mengenai tangan Cio tapi dia masih tapi kali ini menatap tangannya yang jatuhi air matanya Lisa


"Kamu jahat Cio" Ucap Lisa lirih

__ADS_1


"Aku kehilangan tujuan hidup ku, aku hanya butuh perhatian sekarang tapi aku gak pernah dapatkan itu, aku pulang sebab aku mau perhatian kamu tapi kamu malah tinggalin aku" Ucap Lisa


"Jangan menangis Lisa" Ucap Cio dan dia menatap Lisa


"Kamu yang buat aku nangis" Jawab Lisa


"Kamu sama aja kaya cowo yang lain, cuma bisa janji gak bisa nepatin" Sambung Lisa


Cio diam kali ini dia tidak bisa berkata-kata lagi, apalagi melihat Lisa menangis di depannya


"Apa ada penyesalan di hati kamu cio? kamu yang janji tapi kamu malah tinggalin aku? " Ucap Lisa


"Sebelum aku punya janji sama kamu, aku udah punya janji duluan dengan istri ku" Jawab Cio


"Bohong! dia perebut Cio, kamu itu seharusnya jadi kekasih ku sekarang bukan suami dari dia" Jawab Lisa meninggi


"Balik ke kursi kamu Lisa, sebentar lagi dosen masuk" Suruh Cio tapi enggan menatap Lisa


"Jadilah tempat ku pulang Cio, aku benar-benar kehilangan rumah sekarang, tempat ku bercerita, tempatku berkeluh kesah" Pinta Lisa


"Aku hanya bisa jadi teman" Jawab Cio


"Hanya teman biasa tidak lebih" Sambung Cio


"Aku sudah beristri bahkan dia hamil anak ku, kamu pernah hamil pasti kamu tau kan bagaimana seorang ibu hamil" Ucap Cio


"Kamu menghina ku Cio? " Tanya Lisa


"Aku akan sejauh mungkin dari kamu Lisa" Ucap Cio


"Apa arti surat yang kamu tulis Cio? kalau kamu gak bisa tepatin" Tanya Lisa


"Bisa stop gak!" Bentak Cio bahkan dia menujukan wajah Lisa dengan tatapan mata tajam


"Gua muak Lisa! Lu gak pantas buat gua! paham" Ujar Cio dan masih dengan nada tinggi


"Jangan permalukan diri lu di depan mahasiswa disini" Ucap Cio


"Gua sadar kalau lu emang bukan gua makanya gua memilih orang benar-benar buat gua" Ucap Cio


"Dengan cara menikahi nya dengan paksa? " Tanya Lisa dan Cio semakin emosi


Jessica menarik tangan Lisa agar menjauh dari Cio sebab Cio bukan orang bisa menahan emosi bahkan dia tidak pandang gender


"Cukup Lisa, ini kampus, kamu bisa lanjutkan perdebatan kamu nanti" Tegur Jessica dan syukur nya Lisa menurut


Cio duduk lagi di kursinya sambil berusaha mengontro emosinya

__ADS_1


Perdebatan keduanya tentu menjadi tontonan mahasiswa disana sebab kelas sudah penuh hanya menunggu dosen datang saja


"Cio sialan" Batin Lisa


__ADS_2