
Cio di bantu oleh Bimo keluar ruangan tapi dia langsung di jemput oleh bodyguard nya lalu Bimo pergi lagi ke ruangannya
Nuna keluar dari ruangan Hellen dan sedikit terkejut melihat Cio sudah ada di depan ruangan Hellen tapi menggunakan kursi roda
"Loh kok pakai kursi roda? " Tanya Nuna terkejut
"Aku gak papa, kata dokter Bimo tadi ini semuanya proses" Ujar Cio
"Mana mungkin proses pengobatan bisa kaya gini?yang awalnya pakai tongkat kok balik pakai kursi roda" Protes Nuna
King datang bersama dengan Daddy Rio dan Mommy Intan
"Ada keributan apa? kedengeran sampai sana" Tanya King
"Ini kok bisa pengobatan seperti apa yang dia lakukan? kok bisa yang awalnya pakai tongkat sekarang pakai kursi roda? " Tanya Nuna
"Tapi yang di bilang Nuna bener juga" Ujar Hellen
"Dia kasih apa ke kamu Cio? " Tanya Hellen lagi
"Dia suntik aku tapi rasanya sakit banget, dia bilang ke aku kalau aku sembuh dan aku percaya" Jawab Cio
Nuna masih tidak Terima dan bahkan Nuna berniat ingin menghampiri dokter Bimo sebab dia benar-benar belum percaya dengan apa yang terjadi dengan suaminya
"Pengobatan dokter itu beda-beda, mungkin aja ini efek sampingnya" Ujar Cio lwgi
"Aku percaya aku bakal sembuh kok Chagii" Ujar Cio lagi
"Kita liat aja pengobatan dia selama 2 minggu ini apa berpengaruh? lebih baik kita berbaik sangka saja, sedangkan Cio saja optimistis jika dia akan sembuh kenapa kita tidak? "Ujar King
" Kita dia berbohong liat saja nanti"Ujar Daddy Rio tiba-tiba
Mommy Intan mendekati Cio, mengelus Kepala putranya dengan lembut
"Anak Mommy pasti sembuh" Ujar Mommy Intan
"Iyah Mom" Jawab Cio
Mommy Intan memeluk putranya dan Cio membalas nya sedangkan Nuna masih agak sedikit kesal sebab melihat Cio berada di kursi roda
"Jadi mau periksa kandungan Nuna? " Tanya King
"Jadi" Jawab Cio sedangkan Nuna hanya diam
Mereka pun keruangan dokter spesialis kandungan dan Hellen yang langsung mengantarkan nya
Semuanya ikut masuk keruangan Nuna tentunya untuk melihat calon bayi Nuna
Sejak kejadian tadi, Nuna hanya diam dia tidak mau bicara, kekesalan nya benar-benar menumpuk sebab melihat suaminya harus di kursi roda lagi sebab pengobatan dokter Bimo tadi
Nuna terlebih dahulu di periksa oleh dokter Tita
__ADS_1
"Bayi dan nona nya sehat, tapi nona harus bisa mengontrol emosi Nona yah, sebab ini bisa berpengaruh juga buat kandungan nya" Ucap Dokter Tita dan Nuna hanya angguk-angguk mengiyakan
"Mau melihat bayi nya? " Tanya Dokter Tita
"Ya! " Jawab Cio dengan semangat
Nuna pun di suruh berbaring di ranjang yang sudah tersedia lalu dokter mengoleskan gel dan terlihat bayi yang masih anak kecil tapi masih kecil
Cio tersenyum, Mommy intan dan Daddy Rio juga tersenyum melihat calon cucu mereka
"Selamat Cio" Ujar King dan Cio mengangguk
"Jenis kelamin masih belum bisa di lihat seperti nya dia mau menyembunyikan kelaminnya" Ujar Dokter Tita
"Lihat Ay siapa yang paling bahagia ketika dia tahu istri nya hamil? " Tanya Mommy Intan pada Daddy Rio
"Cio" Jawab Daddy Rio
"Kamu ingat pas dia bilang dengan mantab waktu itu, dia gak mau punya anak tapi sekarang apa malah dia makan omongan sendiri" Ujar Mommy Intan
"Aku salah waktu itu Mom"Jawab Cio yang mendengar pembicaraan Daddy nya
Nuna tetap diam menatap layar monitor yang terlihat calon anaknya lalu Cio mengelus tangan Nuna
" Kamu gak bahagia Chagii? itu anak kita"Tanya Cio
"Aku senang tapi aku kesal ngeliat kamu harus pakai kursi roda lagi" Ujar Nuna
Dokter membersihkan perut Nuna dia juga memprint hasil USG anak Nuna dan Cio
Cio yang mengambil hasilnya dia menatap itu sambil tersenyum bahkan sampai keluar ruangan dokter Tita yang mendorong kursi rodanya Cio adalah Daddy nya
"Semoga anak ku perempuan" Ujar Cio lalu dia tersenyum menatap Nuna
"Hah kamu mau punya anak cewe? " Tanya King
"Kenapa? " Tanya Cio
"Bukannya lebih baik laki-laki dulu baru perempuan? "Ujar King
" Ya kan keinginan ku aja"Ujar Cio
"Tapi semoga cewe" Sambung Cio
"Kalau Nuna mau anak apa? " Tanya Daddy Rio
"Aku juga mau anak perempuan Daddy" Jawab Nuna
"Semoga terkabul yah" Ujar Mommy Intan
Disisi Serena
__ADS_1
Dia melihat postingan King dan Cio yang sama-sama menampilkan hasil USG Nuna
"Ahhhhh aku juga mau ikut liat langsung kenapa gak ada yang bilang sih" Omel Serena
Lisa datang dan dia langsung duduk di depan Serena yang memang kursi di depan Serena kosong
"Serena kok ada 2 Laki-laki yang posting USG dari kaka ipar kamu itu? " Tanya Lisa dengan nada penekanan pada kaka ipar
"Apa maksud kamu? " Tanya Serena meninggi
"Masa gak ngerti? Cio dan Ka king posting Hasil USG bahkan Ka king fotonya ada kaka ipar kamu yang lagi rebahan sedangkan Cio cuma foto hasil USG nya aja" Ujar Lisa
"Kelihatan banget kalau Cio kalah sama Ka King dari foto itu aja" Ujar Lisa lagi
Dan Serena langsung menampar wajahnya Lisa membuatnya langsung terdiam
"Maksud kamu apa? kamu mau nyamain kaka ipar ku dengan kamu? dia wanita terhormat bahkan dia jauh dari kamu" Tegas Serena
Jessica hanya diam dia tidak berani ikut campur bahkan jika mereka berkelahi mungkin dia akan meminta pertolongan dari Teman-teman nya tanpa mau memihak antara satu
"Oke terhormat banget yah sampai mau nikah sama laki-laki yang jelas masih di bawah umur" Ucap Lisa dan dia tersenyum meremehkan
"Memangnya kenapa? kamu gak mampu yah makanya jelekin kaka ipar ku" Jawab Serena
"Terlalu jual mahal sih sama kaka ku tapi malah hamil di luar nikah" Sambung Serena dan Lisa langsung menarik rambut Serena dengan kuat
Serena langsung menepis tangan Lisa bahkan dia meringis kesakitan akibat tepisan Serena
"Kamu datang pun kaka ku gak akan mau lagi sama kamu, soalnya ampas gak pantas buat di ambil lebih baik di buang" Ujar Serena dan dia ingin pergi dan Lisa langsung berdiri
"Kamu aja mau pacaran sama Digo padahal kamu tahu kalau dia yang sudah menghamili aku" Ucap Lisa dan Serena langsung menghentikan langkahnya
"Kamu sedang menjelekkan kamu sendiri Serena" Ucap Lisa
"Emang gak malu? terlalu memuji kaka ipar sampai lupa kalau kamu lagi pacaran sama Digo yang bekas ampas ku" Ujar Lisa lagi dan Serena berbalik menatap Lisa
"Aku sudah putus dengannya" Ucap Serena dan Lisa mendekati Serena dan langsung menampar pipi Serena
"Gak usah sok Serena, kalau aku mau aku bisa saja membuat kamu malu sampai keluarga kamu juga menerima malu itu" Ucap Lisa
"Gak usah sok suci" Ujar Lisa lalu dia pergi meninggalkan Serena
Jessica masih di sana dia menatap Serena yang terdiam
"Serena jauhi Digo" Suruh Jessica dia menatap jessica
"Seperti apapun dia berjuang buat dapatin kamu tolak aja" Suruh Jessica lagi
"Kamu juga harus lebih waspada lagi" Ucap Jessica lalu dia pergi
Serena tetap diam menatap jessica yang sudah menghilang di balik pintu
__ADS_1