SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 79


__ADS_3

Cio baru saja sampai ke kampus nya,dia berjalan sambil menatap layar ponselnya bahkan dia tersenyum melihat Nuna mengirimkan fotonya



"Sudah sampai kampus belum bapak suami? " Tanya Nuna lewat pesan


"*Sudah Chagiii, tumben ngirim foto🤗? " Tulis Cio


"Kenapa? gak boleh? atau aku jelek yah🤨" Balas Nuna*


"Aku cuma tanya Chagiii bukan bilang kamu jelek" Tulis Cio


"*Oh gitu, Berciiii disini seru banget tau" Tulis Nuna


"Benarkah! Bagus kalau kamu suka di tempat Mommy? " Tanya Cio


"Suka apalagi Mommy dan Serena benar-benar baik dan juga profesional makanya aku respect sama mereka" Balas Nuna


"Aku kira kamu disana bosan" Tulis Cio


"Gak kok! malah aku suka banget" Balas Nuna


"Semangat yah nanti aku jemput" Tulis Cio


"Oke Pak suami 😘😘" Balas Nuna membuat Cio tersenyum melihat balasan Nuna


Cio hampir menabrak Jessica karena sangking fokusnya pada ponsel nya


Cio langsung mematung bahkan wajahnya langsung datar sedangkan Jessica tersenyum melihat Cio


"Boleh ngomong sebentar" Ajak Jessica


"Gua sibuk! " Tolak Cio lalu dia ingin pergi tapi Jessica memanggilnya lagi


"Aku bakal sebarin tentang apa yang aku liat di mansion kamu tadi malam kalau kamu gak turutin aku" Ancam Jessica lalu Cio menghentikan langkah nya dan menoleh tapi tatapan masih datar


"Itu gak akan bisa buat gua jadi nurut sama lu" Ujar Cio dengan tegas


"Benarkah? tapi aku tahu latar belakang pernikahan kamu yang awalnya pernikahan paksa jika ini sampai di ketahui orang banyak bisa-bisa nama keluarga lu akan buruk" Ucap Jessica dia terdiam sambil mengepalkan tangannya


Jessica tersenyum puas melihat Cio yang terdiam karena ancamannya barusan


"Lu mau ngomong apa?" Tanya Cio

__ADS_1


"Kita ke perpustakaan nanti aku omongin di sana" Ajak Jessica lalu dia berjalan mendahului Cio dan dia mengikuti Jessica


"Pas banget gak ada Serena" Ujar Jessica pelan sambil tersenyum penuh arti


Mereka sampai di perpustakaan lalu Jessica mengajak Cio untuk duduk tapi di menolaknya


"Katakan atau gak ada pembicaraan setelahnya" Ujar Cio dengan tegas


"Langkah awalnya, bisa gak kamu itu lebih lembut kalau sama aku" Pinta Jessica tapi Cio memalingkan wajahnya sambil tersenyum miring


"Sebagai penutup mulut, aku mau kamu hari ini temenin aku kemanapun" Ujar Jessica, Cio yang mendengar itu langsung melotot bahkan mengebrak meja tapi Jessica tetap bersikap tenang


"Gua bukan suruhan apalagi harus jadi sopir lu" Ujar Cio


"Baiklah! kalau kamu menolak aku akan buat semua ini tersebar dan kamu tahu kan jika Papah ku adalah pemilik salah satu media terkenal di negara ini jika aku bilang ini pasti akan jadi cuan buat dia, apalagi ini tentang keluarga kamu yang terkenal dengan keharmonisan nya" Ucap Jessica


"Seorang Arbercio putra dari Rionaldo Wijaksono sudah melakukan pernikahan paksa bahkan menculiknya dengan paksa" Ujar Jessica


"Lu Brengsek! " Ucap Cio dengan geram bahkan gigi nya bregeretak marah


"Mau ikut permintaan ku atau mau ku sebar? " Tawar Jessica tapi Cio diam dengan ekpresi menahan marah di wajahnya


Disisi Nuna


"Gimana sayang suka gak? " Tanya Mommy Intan


"Kalau aku sih pasti suka Mom, apalagi gratis" Jawab Serena


"Kalau Nuna? " Tanya Mommy Intan


"Bohong kalau aku gak suka Mom" Ujar Nuna


"Syukurlah" Ujar Mommy Intan


"Oh ya Mom, Mommy jadi gak mau lakuin pemotretan aku juga hari ini gak masuk soalnya mata pelajaran ku di ganti besok" Ujar Serena


"Ka Nuna juga mau tuh" Sambung Serena lagi


"Kamu mau jadi model Mommy? " Tanya Mommy Intan pada Nuna


"Memangnya aku pantas Mom jadi model? " Ujar Nuna yang memang kurang pede


"Menantu Mommy ini sangat cantik, bahkan putra Mommy saja rela culik kamu buat nikahin kamu" Ujar Mommy Intan dengan senyuman manisnya

__ADS_1


"Mau yah" Pinta Mommy Intan dengan lemah lembut dan Nuna menyetujui nya


"Pasti kaka akan cantik karena aku yang akan rias kaka secara langsung" Ucap Serena dan Nuna mengangguk


"Mom kita buat kaka secantik mungkin yah, aku yakin nanti ka Cio pasti senang liat istrinya cantik banget" Ucap Serena lagi


"Benarkah dua akan senang? Mommy kurang yakin dengan itu" Jawab Mommy Intan


"Kok Mommy ngomong gitu? " Tanya Serena tapi dia hanya diam tidak menjawab pertanyaan putri nya


2 jam melakukan perawatan kulit setelahnya Nuna langsung di bawa ke tempat studio tempat pemotretan milik Mommy Intan


Serena dengan penuh konsentrasi melakukan amanah yang di titipkan padanya padahal dia sudah sering merias model-model Mommy tapi dia sedikit merasa gugup karena yang di rias adalah kaka ipar nya.


"Serena jangan terlalu serius aku jadi deg-degan liat kamu kaya gini" Ujar Nuna


"Kenapa aku serius karena kulit kaka susah buat cari riasan apa yang cocok karena kulit kaka yang sangat putih bersih itu" Ujar Serena


"Emangnya gitu yah? kalau warna kulit bisa memperngaruhi semuanya? " Tanya Nuna


"Iyah ka! makanya aku harus konsentrasi banget, soalnya aku juga masih belajar buat menangani model kaya kaka" Ujar Serena


"Tapi padahal kamu lebih putih dari aku, kok kamu gak kesulitan buat ngerias kamu sendiri? " Ujar Nuna


"Aku sudah tahu apa yang harus pakai bahkan Mommy harus buat khusus buat aku sih, soalnya kulit ku juga sensitif gak bisa pakai sembarangan"Jawab Serena


"Mommy buat khusus make up buat kamu? " Tanya Nuna terkejut


"Iyah, soalnya Mommy tau masalah kulit ku jadinya dia harus buat itu" Jawab Serena


"Mommy Intan emang luar biasa yah" Puji Nuna sambil tersenyum


"Padahal aku bukan anak kandungnya tapi aku gak pernah ngerasa di anak tiri kan oleh dia malah aku selalu di sayang dan di manja apalagi sama Daddy" Ujar Serena


"Tapi aku gak pernah lupa kok jika Mamah ku adalah Alice Geraldine, Dia rela pertahanin aku padahal kemungkinan besar mustahil aku akan bisa hidup tapi dia perjuangin aku tapi sayang seminggu setelahnya dia pergi tinggalin aku selama nya" Ucap Serena dengan raut wajah sendy


"Tapi aku gak pernah kekurangan kasih sayang kok karena aku punya Mommy dan Daddy, kaka Cio juga" Sambung nya sambil tersenyum lebar


"Ah ngomong terus nanti kapan kelarnya, bisa-bisa Mommy ngomel-ngomel"Ujar Serena lalu melanjutkan aktifitas yang tertunda


Nuna diam sambil menatap Serena dengan tatapan dalam


" Diperjuangkan oleh wanita hebat seperti Almarhum Mamahnya dan di rawat oleh wanita hebat seperti Mommy Intan adalah sebuah keberuntungan yang mustahil di miliki oleh orang lain tapi di miliki oleh Serena, aku bisa liat jika dia merindukan Almarhum Mamahnya tapi dia takut Mommy Intan kecewa"Batin Nuna

__ADS_1


__ADS_2