SUAMI KU BOCIL NAER

SUAMI KU BOCIL NAER
Episode 119


__ADS_3

2 hari berlalu


Cio dan Nuna sedang ada di pesawat menuju rumah sakit di mana Serena di rawat karena memang mereka ingin membesuknya


Didalam pesawat Nuna hanya diam di pelukan Cio karena sejak tadi perasaan tidak nyaman apalagi dia sering melihat sosok yang dia tidak kenali


"Semoga Serena senang dengan kedatangan kita Chagiii, apalagi kata Mommy keadannya semakin membaik" Ucap Cio tapi Nuna hanya diam saja


"Kamu dari tadi diam aja Chagiii? lagi mikirin apa? " Tanya Cio


"Aku sudah ikutin semua kemauan kamu bahkan aku gak dekatin Dosen genit itu" Ucap Cio sebab Pak Cristian sedang keluar kota karena urusan penting kampus


"Kenapa Chagiii? " Tanya Cio lagi


"Aku gak papa, tapi aku lagi mood aja" Jawab Nuna


"Gak mood kenapa? laper? butuh pelukan atau ciuman" Tanya Cio tapi Nuna menggeleng


"Kenapa? " Tanya Cio lembut pada Nuna


"Kapan kita sampai?" Tanya Nuna tiba-tiba membuat Cio tersenyum lalu mencium pipi Nuna


"Mungkin 1 jam lagi, istirahat aja" Suruh Cio


Nuna kembali memeluk Cio dengan eratnya bahkan benar-benar erat sampai Cio dengan sikap Nuna


"Kamu kenapa? " Tanya Cio pada Nuna


"Berci perasaan gak enak sama sekali tapi kenapa yah? " Tanya Nuna


"Memangnya kamu lagi mikirin apa?" Ucap Cio yang balik bertanya pada Nuna


"Mikirin kamu dan Mamah" Jawab Nuna lalu dia melongak menatap Cio


"Aku sehat kok Chagi, apa Mamah? " Ucap Cio


"Aku gak tahu" Jawab Nuna


"Mamah gak papa kok kayanya, pasti dia akan baik-baik aja apalagi kamu kan selalu mendoakan dia" Ucap Cio lalu Nuna menganggukkan kepalanya


"Coba sekarang lepasin pelukannya" Suruh Cio tapi Nuna menggeleng


"Aku masih mau peluk kamu Berci" Tolak Nuna


"Lepasin aja dulu" Suruh Cio tapi Nuna tetap menggeleng tanda menolak


"Gak mau Berci" Jawab Nuna sambil merengek seperti anak kecil dengan terus memeluk Cio terus

__ADS_1


"Kaya anak kecil" Ucap Cio sambil tersenyum tipis melihat Nuna


Nuna memanyunkan bibirnya benar-benar seperti anak kecil yang sedang merayu ibunya


"Kenapa manyun gitu? " Tanya Cio lalu dia mengecup bibir Nuna sekilas tapi ekpresi Nuna tidak berubah


"Kenapa nyuruh aku lepasin pelukannya? " Tanya Nuna dengan ekpresi yang sama


"Aku mau nyuruh kamu duduk di pangkuan aku biar peluknya saling berhadapan" Jawab Cio


"Pasti bukan itu jawaban nya" Yang menolak jawaban Cio


"Memangnya kamu mau aku jawab apa sih? " Tanya Cio


"Tapi bukan tadi jawaban nya" Yang masih kekeh dengan jawabannya


Cio diam sambil tersenyum tipis menatap Nuna dengan tatapan dalam


"Kenapa natap aku kaya gitu? " Tanya Nuna tapi sebenarnya dia gugup di tatap Nuna seperti itu


"Katanya bulan sangat indah tapi wanita yang ku tatap sekarang lebih indah" Jawab Cio lalu dia tersenyum sampai matanya hilang


Wajah Nuna memerah bahkan dia memalingkannya dari Cio tapi Cio menahan dagu Nuna


"Apa sopan memalingkan wajah ketika sedang bertatapan dengan suami kamu? " Tanya Cio


"Tuhan jangan buat kamu berantem lagi yah, soalnya jantungku kurang kuat kalau liat istriku marah-marah" Ucap Cio dan Nuna tersenyum mendengar doa Cio


Disisi Mamah Figo


Mamah Figo sedang duduk di sofa kamarnya sambil menatap fotonya dengan Nuna ketika bertemu di cafe waktu itu


"Sayangg Mamah sangat menyanyangi kamu, tapi Mamah salah karena sudah membiarkan kamu besar tanpa campur tangan Mamah" Ucap Mamah Figo


"Mamah senang bukan main ketika kamu mau pakai kalung pemberian Mamah sayang, semoga kamu selalu sehat dengan suami kamu juga"Ucap Mamah Figo lagi


Pintu kamarnya terbuka yang masuk adalah suaminya bahkan dia terlihat senang hari ini


" Sayangg"Panggil Mamah Figo sambil berdiri mendekati suaminya


"Seperti nya sangat bahagia? ada apa sayang? " Tanya Mamah Figo pada suami nya


"Aku punya rencana bahkan ini akan berhasil buat pisahin Nuna dengan suaminya yang masih ingusan itu" Ucap Tuan Figo dengan semangat nya menjelaskan dengan Mamah Figo


Senyum yang awalnya terpancar dari wajahnya sekarang menjadi pudar mendengar ucapan suaminya barusan


"Lebih baik urungkan niatan kamu sayang, apa kamu tega memisah mereka yang sama-sama saling mencintai? " Tanya Mamah Figo

__ADS_1


"Ini harus terlaksana demi putriku apapun akan ku lakukan, Juan sudah berakhir tapi aku akan selalu mencari laki-laki yang pantas untuk putri kit sayang" Ucap Tuan Figo yang tidak mau mendengar kan ucapan istrinya


"Ini sebabnya sayang, kenapa Nuna masih sekarang masih belum mengakui kamu sebagai Papah nya, lebih baik kamu rubah dan biarkan mereka bersama" Ucap Mamah Figo


"Nuna tersiksa jika harus menikah dengan bocah ingusan seperti dia" Ucap Tuan Figo yang masih teguh dengan pendiriannya


"Aku tidak mau terlibat jika akibatnya Nuna akan membenci aku, penyesalan ku masih selalu ada tapi apa tega merenggut kebahagiaan anak ku sendiri" Tanya Mamah Figo pada suaminya


"Aku akan tetap memisahkan mereka sayang, karena aku tidak akan pernah merestui mereka sampai kapanpun" Ucap Tuan Figo dengan tegas pada Mamah Figo


Tuan Figo pergi meninggalkan Mamah Figo keluar kamar begitu saja


"Aku harus hubungi Cio" Ucap Mamah Figo


Di sisi Cio dan Nuna


Mereka sampai dan sekarang sedang berjalan menuju ruangan Serena


Ketika pintu kamar terbuka, mereka berdua melihat Serena sedang duduk di brangkarnya di temani oleh kedua orang tuanya


"Serena" Ucap Cio dia berjalan cepat mendekati adiknya bahkan Cio terlihat sangat senang


Serena hanya tersenyum sedangkan Mommy intan menyambut kedatangan Nuna dan Cio


"2 hari lagi kamu bisa pulang kan? " Tanya Cio pada Serena


"Serena sudah bisa pulang 2 hari lagi tapi dia masih harus di rawat jalan nantinya" Jawab Mommy Intan


"Masih harus dirawat? " Tanya Cio tak percaya


"Serena kenapa masih belum sehat? mana janji kamu ke kaka? " Tanya Cio kecewa


"Aku baik dan sudah sehat tapi masih belum bisa seperti biasanya" Jawab Serena


"Apa kaka kecewa liat aku kaya gini? " Tanya Serena


"Kaka hanya ingin kamu sehat lagi Serena" Jawab Cio


"Apa ka Nuna hamil? " Tanya Serena tiba-tiba dia menatap Nuna begitu pun Cio juga menoleh


"Kaka saja belum menepati janji" Ucap Serena


"Seren! Kamu pergi baru 5 hari masa iya istriku bisa hamil secepat itu? bahkan sekarang saja dia sedang menstruasi" Ucap Cio


"Ka Nuna sempat beli testpack apa itu gak ada hasilnya ka? " Tanya Serena pada Nuna dan Cio menatap Nuna karena dia memang tidak tahu


"Chagii? " Panggil Cio

__ADS_1


"Aku emang mau tes tapi menstruasi ku datang apa itu tandanya bisa positif? " Tanya Nuna lalu mereka semuanya terdiam dengan jawaban Nuna


__ADS_2