
Disisi Rio dan Prince
Rio memesan apartemen khusus untuknya bahkan apartemen itu mahal yang hanya orang-orang berkalangan atas yang bisa menyewa apartemen itu
Di dalam kamar yang sudah Rio pesan, ruangan itu sudah ada beberapa anak buah Rio yang berbadan kekar yang siap menjadi algojo
Tuan Figo masuk dengan dada yang berdetak kencang apalagi melihat hawa ruangan itu yang seakan-akan mengambil nyawanya
Rio menendang kaki Tuan Figo dia langsung terjatuh ke lantai dan saat itu juga semua bodyguard disana mengacungkan pistol ke wajahnya
"Pilih salah satu dari pistol yang ada didepan mu sekarang! karena peluru itu yang akan pertama tertanam di tubuh anda! " Ucap Rio dengan wajah datar menjelaskan
Keringat kembali membasahi tubuhnya bahkan dia juga ber gemetar hebat
"Jangan bunuh saya tuan Rio! bagaimana dengan istriku" Ucapnya dengan nada gemetar karena takut
"Istri anda aman dengan ku! saya memiliki teman yang duda mereka bisa menjalin hubungan nanti" Ucap Rio membuat Tuan Figo naik pitam dan bahkan berdiri lalu menarik kerah baju Rio
"Jaga ucapan anda! " Teriaknya di depan wajahnya Rio dan dia langsung di tahan oleh 3 bodyguard bahkan langsung di pukuli
"Stop! " Suruh Rio dan mereka langsung menghentikan nya tapi Tuan Figo sudah kewalahan
"Ini belum permulaan Tuan Figo! " Ucap Rio lalu dia tersenyum meremehkan
"Patahkan kakinya! " Suruh Rio lalu mereka merendahkan tubuh Tuan Figo ke lantai sambil memeganginya, mereka juga menutup mulut Tuan Figo dengan sapu tangan lalu menginjak kaki Tuan Figo secara bergantian sampai tulang kaki nya remuk
Tentu teriakan Tuan Figo menggelegar tapi ruangan itu sudah di pasang peredam makanya mustahil jika sampai terdengar keluar
Tuan Figo hanya bisa berteriak menerima rasa sakit yang dia buat oleh anak buah nya Rio
Bukan hanya satu kaki melainkan keduanya, mereka berhenti atas suruhan Prince kaki nya mengeluarkan darah tapi Rio masih belum puas dengan semua itu
__ADS_1
King datang sebab dia meminta lokasi pada Papi nya dan dia berdiri di samping Papi nya menatap tanpa kasihan orang yang sedang di siksa sekarang
"Patah bisa sembuh! tapi jika mental sulit untuk di sembuhkan" Ucap Rio dan menendang dengan kuat kakinya Tuan Figo yang sudah terluka parah sampai berputar 90 derajat tentu dia berteriak
"Ampuni saya Tuan Rio! pandang saya sebagai besan anda bukan rekan bisnis ataupun musuh" Ucap Tuan Figo memohon sambil menangkup kedua tangannya
"Besan? anda besan saya? bahkan Nuna saja tidak menganggap mu orang tuanya bagaimana saya bisa menerima anda! " Ucap Rio
"Saya berjanji tidak akan seperti ini lagi! " Ucap Tuan Figo yang sudah hampir kehilangan kesadaran nya
"Bohong! bahkan anda menyuruh Lisa datang kesini" Sanggah King sambil menunjuk wajah Tuan Figo
"Jika Lisa datang sama saja membuat kekacauan baru" Sambung King
"Bagaimana bisa dia datang? dia saja harus kuliah" Ucap Prince
"Dia membujuk Papahnya Lisa untuk segera memindahkan Lisa dengan iming-iming Lisa bisa mendekati Cio" Ucap King
"Benar-benar sialan! " Ucap Rio dia langsung melayangkan kakinya tepat mengenai wajah Tuan Figo dia benar-benar tidak sadarkan diri sekarang dengan hidung berlumuran darah
Cio sedang diam sambil menatap langit kamarnya, entah obat apa yang telah dia konsumsi sampai rasa ketakutan nya ketika berkedip hilang tapi dia percaya jika kehadiran orang yang cintai lah obat termanjur yang dia temukan
"Ka Cio! " Panggil Serena dan Cio hanya melirik Serena dengan ekor matanya
"Gak nyangka yah kalau Papah ku seorang pembunuh bayaran kalau dia masih hidup apa aku bakal jadi penerus dia yah" Ucap Serena sama seperti Cio menatap langit kamar
"Tapi gak mau juga sih kalau aku jadi pembunuh kan aku sebaik malaikat berwajah doraemon" Ucap Serena lagi lalu dia tertawa kecil
"Papah meninggal gara-gara gagal jalanin misi nya yah? " Ucap Serena lagi
Cio tau semuanya tentang riwayat Serena tapi dia dilarang untuk memberitahu kan tentang siapa sebenarnya Papahnya hanya boleh menceritakan tentang Mamah Alice nya
__ADS_1
"Kok diam kak? " Ucap Serena tapi dia tertawa karena baru ingat jika kaka tidak bisa bicara
"Aku ngomong sendiri" Ucap Serena lalu Serena duduk
"Mommy kok lama sih? " Ucap Serena sambil menatap pintu
Serena turun dari ranjangnya lalu mendekati Cio dia berdiri menatap Cio yang tidak berdaya
"Aku bisa jalan kaka engga! " Ejek Serena lalu dia tertawa dan Cio hanya tersenyum tipis dengan tingkah adiknya
Serena duduk di kursi di samping Cio sambil menggenggam tangan kaka nya itu
"Kaka jangan takut sama apapun yah, aku janji bakal jagain kaka, kaka jangan sampai kaya dulu yah, takut sama kegelapan kegelapan yang sesungguhnya itu ketika kaka kehilangan semuanya bukan gelap karena tidak ada penerang" Ucap Serena
"Aku udah mau sembuh Ka, aku bakal jagain ka Nuna yah selama kaka sembuh" Ucap Serena
"Kaka berjuang yah buat sembuh jangan takut sama kegelapan lagi, ada aku Mommy, Daddy dan Ka Nuna yang bucin" Ucap Serena lagi
Pintunya terbuka yang masuk adalah Momny Intan tapi siapa sangka di belakang Mommy Intan ada orang yang paling tidak di harapan kan, dia adalah Lisa
Lisa ketika melihat Cio langsung berlari mendekati Cio, dengan tatapan khawatir dan panik melihat mantan teman dekatnya
"Kenapa sampai seperti ini? benar-benar keterlaluan" Ucap Lisa lalu Lisa ingin menyentuh tangan Cio tapi ditepis oleh Serena
"Jangan menyentuh kaka ku Lisa" Larang Serena bahkan dia berdiri didepan Lisa
"Kamu pernah campakan kaka ku kan? ngapain kamu kesini? mana orang yang sudah hamilin kamu itu? " Ucap Serena tanpa basa-basi
Mommy Intan tentu terkejut mendengar ucapan Serena menyebutkan Lisa yang sudah hamil di luar pernikahan
"Aku kesini ingin menjenguk Cio kenapa kamu seperti ini Serena? kamu ingin mempermalukan aku Serena" Ucap Lisa
__ADS_1
"Kalau menjenguk jangan kaya kegatalan soalnya dia sudah beristri" Ucap Serena dan Lisa langsung terbelalak mendengar Cio sudah beristri
"Jangan bohong!" Ucap Lisa tak percaya tapi Serena tersenyum sinis