
Hari sudah sore
Cio dan Serena pulang tapi Serena dengan manjanya malah meminta gendong oleh Cio
Bahkan dia sambil memejamkan matanya karena dia sangat leleh sambil di gendong oleh Cio dari belakang
Nuna melihat kemanjaan Serena hanya diam menatapnya karena Cio melewati nya yang sedang berada di tempat makan dengan Mommy Intan
Cio mengantarkan Serena ke kamarnya setelah mengantarkan Serena Cio turun dengan terburu-buru untuk menghampiri Nuna
"Aku pulang Mommy" Ujar Cio lalu memeluk dan Mencium kedua pipi Mommy nya
"Makan dulu sayang" Tawar Mommy Intan lalu Cio duduk di sampingnya Nuna
"Hayyyy" Sapa Cio sambil mendadah dan juga tersenyum manis pada Nuna
"Hayy" Jawab Nuna dengan canggung
"Suka ditinggal dengan Mommy? " Tanya Cio sambil tersenyum, dia juga melipat tangannya di meja dengan menghadap ke arah Nuna
"Suka"Jawab Nuna dengan Gugup
" Mommy gak nakal kan? "Tanya Cio membuat Intan tertawa kecil
" Kamu kira Mommy apain Nuna? "Tanya Mommy Intan
" Siapa tau Mommy jailin kan istriku"Ujar Cio lalu dia tertawa dan Intan hanya geleng-geleng
"Gimana kuliah? " Ujar Cio membuat Nuna mengerucut alisnya
"Kuliahku baik, tapi aku cape soalnya terlalu mikirin kamu" Menjawab pertanyaan nya sendiri karena Nuna tidak menanyainya tentang kuliahnya
Nuna jadi serba salah karena Cio apalagi dia ditatap oleh Mommy Intan yang sedang tersenyum padanya
"Mommy ke kamar aja yah, soalnya males jadi obat nyamuk" Ujar Intan lalu dia pergi
Setelah Intan pergi Nuna menjadi lebih nyaman dan tidak kegugup tadi
"Seharian ini ngapain aja sama Mommy? " Tanya Cio
"Mommy banyak cerita hal apapun tentang kamu dan semuanya" Jawab Nuna
"Termasuk kenapa kamu takut dengan kegelapan" Sambung Nuna dan senyum Cio langsung hilang dari wajahnya
__ADS_1
"Kenapa kamu ingin tahu tentang ku? padahal tidak akan perduli" Ujar Cio
"Kamu orang yang sudah datang dan mengacak-acak hidupku sampai sejauh ini! apa aku juga gak boleh tahu bahkan gak boleh ikut campur dalam hidup kamu? " Tanya Nuna dengan tatapan seriuss nya
"Jadi kamu ingin tahu hidupku dan mengacak-acak nya? " Ujar Cio
"Aku tidak sejahat itu" Jawab Nuna
"Tapi kalau kamu bisa pasti kamu akan lakukan kan? " Ucap Cio membuat Nuna terdiam
"Apa kamu juga tanya Lisa? " Ujar Cio lagi dan Nuna mengangguk kan kepalanya
"Kamu mau tahu aku sampai mana? " Tanya Cio lagi
"Aku mau tahu kamu semuanya Bercio!sampai aku gak perlu lagi cari tahu dari Mommy dan lainnya bahkan kalau bisa orang lain yang tanya ke aku tentang kamu, karena memang aku orang yang tahu kamu" Jawab Nuna
Cio menyilangkan kakinya sambil menopang dagunya dengan tangannya lalu menatap Nuna dengan tatapan dalam
"Aku sekarang tidak mau kebohongan" Ujar Cio
"Aku memang mencintai kamu tapi jangan buat aku kecewa dengan kata-kata kamu barusan" Sambung Cio lagi
"Aku mengatakan yang sebenarnya Berci! apa aku secacat itu di pikiran kamu? " Tanya Nuna dengan tatapan serius pada Cio tapi dia hanya tersenyum dengan posisi yang sama
"Bagaimana aku bisa percaya ke kamu? jika kamu saja sering menyebut laki-laki lain ketika tidur dan itu jelaskan jika bukan aku yang kamu ada dipikiran kamu" Ucap Cio
"Kamu berada di alam mimpi dan dibawah alam sadar kamu tapi kamu malah menyebut laki-laki lain" Ucap Cio lalu dia geleng-geleng kepala tapi Nuna langsung menangkup wajah Cio membuatnya langsung terdiam dengan bibit mongong bahkan matanya juga melotot
"Itu dibawah alam sadarku Berci! Aku sudah mulai menerima kamu, apa kamu masih belum percaya bercerita tentang kamu ke aku? " Ujar Nuna tapi Cio menggeleng kan kepalanya dengan ekspresi menggemaskan
Nuna diam tapi matanya malah menatap bibir Cio dan dia sudah tahu Nuna akan melakukan apa padanya
"Dia mau apa? " Batin Cio
Dan Nuna langsung menempelkan bibirnya ke bibirnya Cio bahkan dia memejamkan matanya dan tangan Nuna sudah beralih ke lehernya Cio sambil memeluk lehernya Cio
"Ekhemmmmm! " Deheman seseorang membuat mereka berdua terkejut bahkan Nuna langsung melepaskan tangannya dari leher Cio
Ketika mereka menengok siapa orang itu ternyata dia adalah Rio yang sedang menatap datar keduanya
"Kamar kan ada?kenapa harus disini? Kalau Serena liat kalian bisa-bisa dia mengomel habis-habisan nanti" Ucap Rio
Wajah Nuna memerah karena tercyduk oleh mertuanya sedangkan Cio hanya tersenyum
__ADS_1
"Ya sudah Daddy masuk kamar" Ucap Rio lalu dia pergi menuju kamarnya
"Ketahuan" Ucap Cio tapi Nuna menundukkan kepalanya
"Berci aku sangat malu" Ujar Nuna
"Gak usah malu! Kita pengantin baru wajar seperti itu" Ucap Cio lembut dan dia mengangkat dagu Nuna
"Yakinkan diri mu lagi Chagiii! apa kamu benar-benar menerimaku atau hanya mengasihani ku? aku tidak mau di kasihani" Sambung Cio dan Nuna menatap Cio dengan tatapan berbinar-binar
"Hari masih sore bagaimana kalau kita jalan-jalan sebentar" Ajak Cio sambil mengelus pipi Nuna dengan jempol nya
"Kemana? " Tanya Nuna
"Kemana saja! "Jawab Cio
" Boleh aku ke makam Almarhum orang tua ku? "Tanya Nuna dan Cio menganggukkan kepalanya
" Semoga kita semakin bisa saling mengerti satu sama lain yah Nuna "Batin Cio
Nuna tersenyum tulus menatap Cio dan Cio juga membalas senyuman Nuna
" Kalau jalan nanti jangan terlalu murah senyum! "Ucap Cio
" Kenapa? bukannya kita harus murah senyum ke semua orang? "Tanya Nuna
" Tapi itu tidak berlaku untuk kamu"Jawab Cio
"Aku bukan kartu diskon yang punya masa berlaku" Ujar Nuna
"Mau mendebatku? " Tanya Cio tapi Nuna menggelengkan kepalanya sambil memanyunkan bibirnya
Cio mengusap bibir Nuna lalu mencubit-cubit bibirnya membuat Nuna melotot
"Kenapa bibir ini sangat selalu membuatku candu? " Ucap Cio sambil menatap bibir Nuna
"Kamu pakai lipgloss apa? " Tanya Cio , Nuna hanya geleng-geleng
"Aku juga mau pakai soalnya, biar kalau kangen kamu ya aku tinggal bisa rasain bibir kamu terus" Ucap Cio lalu dia tertawa kecil
Nuna tersenyum tapi tangan Cio masih mencubit bibirnya
"Kata Mommy benar, Laki-laki yang sekarang menjadi suami ku sangat polos dan tulus, kenapa aku bisa sadar sekarang? " Nuna membatin
__ADS_1