
Nuna tersenyum melihat Cio yang sedang mengunyah makanan nya tapi Cio masih tetap fokus makanannya sampai dia mendengar Nuna yang cekikikan tertawa melihatnya
"Ketawa kenapa? " Tanya Cio lalu menatap Nuna heran
"Lucu" Jawab Nuna dan kembali tertawa kecil
"Chagiii" Ucap Cio lalu Nuna rapikan rambut Cio yang memang berantakan sedikit
"Makin berantakan rambut kamu makin ganteng makanya aku rapiin" Ucap Nuna membuat Cio mengulum senyumnya
Cio sampai tersedak karena salah tingkah di buat Nuna lalu dia mundur sedikit menutup wajahnya yang memerah karena Nuna
"Kamu gak papa? " Tanya Nuna sambil menyodorkan minuman untuk Cio
Cio masih berpura-pura tersedak lalu mengambil minuman yang ada di tangan Nuna
"Gak papa? " Tanya Nuna lagi dengan lemah lembut
"Gak papa" Jawab Cio lalu meminum air yang di berikan Nuna
"Makan lagi" Suruh Cio lalu melap mulutnya dengan tissue
Tapi Nuna bukannya menuruti ucapan Cio malah diam menatap Cio dengan tangan melipat di meja seperti anak sekolah yang ingin pulang ke rumah
Tatapan nya juga sangat dalam sambil tersenyum dan kembali Cio di buat salah tingkah oleh Nuna
"Kenapa natap aku kaya gitu? " Tanya Cio tapi berusaha untuk menutupi rasa salah tingkah nya
"Suapin"Jawab Nuna dengan nada manjanya
" Suapin?"Ucap Cio lalu Nuna menganggukkan kepalanya
Nuna membuka mulutnya meminta di suapi Cio lalu dia pun menyuapi Nuna
Nuna menerimanya lalu dia sangat senang sampai menggoyangkan kepalanya ke kanan dan kekiri
Cio geleng-geleng sambil tersenyum melihat tingkah istrinya yang lucu
"Cape yang sebenarnya itu kalau di cuekin kamu Chagi" Cio membatin
__ADS_1
Nuna menatap sekitar dan tempat itu benar-benar ramai membuat Nuna agak risih karena dia kurang suka di tempat yang begitu ramai sebenarnya
"Berci cepat makannya aku mau cepat istirahat dan nanti kita jengukin Serena lagi" Ucap Nuna
"Memangnya kenapa? " Tanya Cio lalu memasukkan makanan ke dalam mulutnya
"Tempatnya terlalu ramai, aku kaya risih gitu" Ucap Nuna
"Kamu introvert juga? masa iyah?kamu aja punya teman-teman yang berisik" Ucap Cio
"Disini beda kan sama kita biasanya Berci" Jawab Nuna sambil menggenggam tangan Cio
"Kan ada kamu kenapa harus risih sih? " Tanya Cio lagi
"Muka mereka juga sama kaya kita kan" Sambung Cio lagi lalu Nuna mengangguk dan kembali makan tapi tangannya masih terus menggengam tangan Cio
Disisi jauh dari mereka berdua duduk
"Nona kita harus pulang hari ini" Ajak asisten pribadinya Lisa yang memang ada di sana bahkan melihat Cio dengan Nuna yang sedang makan
Lisa tadi ingin menjenguk serena lagi untuk berpamitan pada serena tapi ketika dia ingin turun mobil dia melihat Cio dengan Nuna membuat langsung mengurung kan niatnya lalu mengikuti Cio
"Tidak bisa Nona, bahkan kita harus berangkat sekarang menuju bandara" Jawab Asisten yang selalu menemani Lisa
"Aku harus kesana sebentar" Ucap Lisa yang memang sangat geram dengan Nuna tapi tangannya di tahan oleh asistennya
"Nona menurut dengan ku atau kejadian buruk yang akan membuat nyonya dan tuan besar malu besar lagi" Ancam Asisten Lisa
Lisa menepis tangan Asisten bahkan menatap tajam Asisten nya
"Sialan! " Ucap Lisa lalu pergi dari restoran itu
Nuna tidak sengaja menatap pintu dan melihat Lisa tapi hanya belakangnya saja, Namun Nuna tidak tahu yang dia lihat adalah Lisa
Cio ikut menoleh kebelakang karena dia membelakangi pintu keluar tapi Lisa sudah pergi dari sana
"Liat apa? " Tanya Cio lalu kembali menatap Nuna
"Gak ada kok, cuma gak sengaja liat pintu" Jawab Nuna lalu melanjutkan makan
__ADS_1
Mereka pun makan sampai selesai setelahnya Cio dan Nuna menuju apartemen untuk beristirahat
Cio baru saja merebahkan tubuh nya di kasur tapi Nuna malah ikut rebahan di dada Cio sambil mencium-cium Nya
"Love you" Ucap Nuna tapi Cio diam
"Love you" Ucap Nuna lagi tapi Cio masih diam
Nuna mengangkat kepalanya menatap Cio yang sedang tersenyum bahkan mengulum tawanya
"Berci kamu cuekin aku? " Tanya Nuna tak percaya
"Love you too Chagii" Jawab Cio dengan senyum menawannya lalu Nuna kembali meletakkan kepalanya di dada suaminya
"Berci kamu sayang aku kan? " Tanya Nuna
"Iyah" Jawab Cio
"Kalau di samakan sama kadar gula kamu berapa persen? " Tanya Nuna
"Gak ada takaran soalnya banyak" Jawab Cio lalu Nuna tertawa kecil
"Punya suami itu menyenangkan yah Berci, mesra-mesraannya gak ada yang larang-larang" Ucap Nuna
"Bisa di kamar berduaan lagi" Sambung Cio
Nuna mengangkat kepalanya lalu tersenyum lebar membuat Cio terheran melihatnya
"Aneh banget sih" Ucap Cio
"Aku sayang kamu makanya kaya orang gila" Ucap Nuna
"Tergila-gila sama aku yah" Ucap Cio dan Nuna mengangguk tanpa malunya mengakui rasa sayangnya ke Cio
"Kayanya istriku bucinya lebih dari aku deh, sering tanya aku sayang gak, sering bilang love you, sering meluk dan cium tanpa malu-malu ke aku" Ucap Cio tapi Nuna hanya tertawa di dada nya Cio
"Emang aku sayang kamu, cinta kamu emangnya gak boleh? " Tanya Nuna meninggi
"Gak kok, aku juga sayang kamu Chagii" Ucap Cio lalu mengelus rambut Nuna
__ADS_1