
Keesokan harinya
Cio dan Nuna sedang jalan-jalan sebab hari ini Cio sedang libur kuliah
Nuna tak mau melepaskan tangan Cio walaupun sebentar, layaknya anak kecil yang selalu meminta gandeng pada ibunya
"Chagi kita mau kemana? "Tanya Cio
" Kemana aja"Jawab Nuna
"Daritadi kita cuma jalan gini aja? kamu gak cape jalan gini? " Tanya Cio
"Engga, aku suka jalan kayagini soalnya bisa ngeliat orang-orang yang jalan juga" Jawab Nuna
"Chagii misalnya kita hidup sederhana menurut kamu gimana? " Tanya Nuna
"Sederhana? aku sudah terlahir dengan hidup serba ada bahkan sangat mewah jika aku di tawarkan hidup sederhana pasti aku akan menyerah" Jawab Cio
"Walaupun sama aku hidup sederhana? " Tanya Nuna lagi
"Punggung ku kurang kuat buat mencari nafkah dengan seadanya" Jawab Cio
"Tapi kamu selama ini kasih aku uang dan yang kamu miliki itu punya Daddy? " Tanya Nuna
"Aku punya usaha Chagii, sejak aku lulus SMP Daddy sudah kasih beberapa usaha ke aku dan aku kelola bahkan aku punya banyak cabang" Jawab Cio
"Usaha apa? " Tanya Nuna
"Apartemen, hotel dan restoran" Jawab Cio membuat Nuna ternganga mendengar jawaban Cio
"Aku juga punya perusahaan atas nama ku sendiri walaupun cuma 50 pegawai" Sambung Cio
"Woah aku kira kamu cuma di transfer Daddy selama ini" Ujar Nuna
"Soalnya kamu selalu di mansion jarang banget ke kantor Daddy" Ujar Nuna lagi
"Aku memang masih 18 tahun tapi aku gak sebeban itu juga Chagii, aku memang gak kaya King, yang punya banyak perusahaan yang dia kelola tapi setelah ku lulus, aku bakal kaya dia juga kok nanti" Ucap Cio dan Nuna angguk-angguk saja
Nuna menepuk-nepuk kepala Cio layaknya ibu memberi apresiasi pada anaknya
"Maafin aku yah karena udah ngomong yang mungkin menyakiti hati kamu" Ujar Nuna
"Gak papa" Jawab Cio
Nuna tiba-tiba menghentikan langkah nya dan Cio juga menghentikan langkah nya sebab Nuna yang memeluk tangannya
"Kenapa? " Tanya Cio
Nuna menunjuk sesuatu yang ada di belakang Cio lalu dia juga menoleh ke arah yang ditunjuk Nuna
Nuna menunjuk tukang balon berbentuk karakter yang sedang berjualan disana
"Lucu yah" Ujar Nuna
__ADS_1
"Mau itu? " Tanya Cio
"Emangnya boleh? " Tanya Nuna
"Boleh kok" Jawab Cio dan Nuna sangat senang lalu menarik tangan Cio menuju tukang balon itu
"Mau yang mana? " Tanya Cio ketika sudah ada di depan tukang balon nya
"Hello kitty" Jawab Nuna dan pas sekali balon itu yang paling besar
Tukang balon itu ingin menyerahkan balon itu pada Nuna tapi balonnya malah di rebut seseorang, dia adalah Lisa bahkan dia langsung membayarkannya uangnya pada tukang balon itu
Lisa tersenyum puas ketika balon yang di inginkan Nuna sudah ada di tangannya
Cio menatapnya dengan tatapan datar sedangkan Nuna seperti kecewa ketika balon yang ingin dia miliki malah di ambil Lisa
"Balon ku Berci" Ujar Nuna pelan
"Berci? panggilan apa itu? ini pertemuan kita pertama tapi panggilan kamu ke Cio itu sangat norak sama seperti orangnya" Ujar Lisa lalu dia tersenyum miring meremehkan Nuna dan melepaskan balon itu membiarkannya terbang ke langit dengan bebas
Nuna melongak melihat balon yang ingin di beli tadi bahkan Nuna meneteskan air matanya lalu menatap Lisa dengan tatapan tajam
Nuna berjalan cepat dan langsung mencekik leher Lisa dengan kuatnya
"Apa sih kehendak kamu? sampai ganggu aku hah? aku gak pernah ganggu kamu" Ujar Nuna sambil terus mencekik leher Lisa
Tukang balon panik berbeda dengan Cio dia hanya berdiri santai melihat Nuna yang mencekik Lisa
Lisa menangkis tangan Nuna sampai terlepas dan dia juga memukul perut Nuna sampai Nuna ingin terjatuh tapi syukurnya Cio menangkapnya
"Chagiii" Ujar Cio panik melihat Nuna
Lisa bukannya khawatir tapi malah tersenyum puas melihat Nuna yang seperti itu
"Mampus" Ujar Lisa yang memang puas melihat Nuna
Cio langsung menggendong Nuna dan berlari pergi menuju ke mobil meninggalkan Lisa
Lisa juga ingin pergi tapi malah di cegat oleh beberapa bodyguard Cio
"Mau kemana? " Tanya Mereka
"Kalian mau apa? " Tanya Lisa yang panik
"Ikut kami dan kami akan beritahu nanti" Ujar mereka
Tapi Lisa ingin kabur tapi terlambat sebab tangannya sudah di pegangi oleh bodyguard itu dan mereka langsung membawa Lisa pergi
Disisi Cio
Nuna berusaha untuk tenang sambil menarik nafas dan menghembuskan nafasnya secara perlahan
"Sakit yah Chagi? " Tanya Cio
__ADS_1
"Sakit tapi gak sesakit kaya tadi" Jawab Nuna
"Sebentar lagi kita sampai kerumah sakit jadi sabar yah" Ujar Cio
"Ngapain? aku kayanya gak papa" Ujar Nuna
"Perutku udah gak sakit lagi" Ujar Nuna
"Katanya tadi sakit kok bisa hilang? " Tanya Cio
"Iyah beneran Berci udah gak sakit lagi" Ucap Nuna
"Tapi aku kecewa sebab balon yang ku mau gak dapat" Ujar Nuna
"Kamu beneran perutnya gak papa? dia pukul perut kamu kencang Chagii" Ucap Cio tak percaya pada Nuna
"Aku yang rasain kenapa kamu yang bawel sih? aku udan kenapa-napa kok" Ucap Nuna
Cio mengelus perut Nuna sambil merasakan anaknya di dalam perut Nuna
"Cantik atau ganteng di dalam sini? apa kamu baik-baik aja? kalau kamu baik-baik aja tolong respon Papah" Ujar Cio dan perut Nuna bergerak seperti nya bayi di dalam perut Nuna merespon Cio
"Dia gerak Chagii" Ujar Cio ke girangan
"Iyah, aku baru pertama kali juga ngerasain" Ujar Nuna yang ikut senang
Cio menunduk dan menempelkan telinga di perut Nuna"Kamu bisa ngomong di dalam? "Tanya Cio
" Mana bisa dia ngomong sih? "Ujar Nuna
" Lihat aja kamu Lisa, akan ku balas yang kamu lakukan ke Chagi tadi"Ujar Cio dalam hatinya
"Kita ke mall yuk" Ajak Nuna
"Kamu emangnya masih sanggup jalan? " Tanya Cio
"Sanggup kok" Jawab Nuna
"Pakai kursi roda yah"Tawar Cio
" Gak mau"Tolak Nuna
"Aku bisa jalan sendiri, aku sehat kenapa harus jalan kaki" Ucap Nuna
"Perut kamu nanti sakit lagi" Ucap Cio
"Gak akan, anak kamu mau jalan-jalan makanya dia kuat walaupun di pukul tadi" Ucap Nuna
"Hah emang gitu?kamu bisa ngomong sama dia? " Tanya Cio dengan polosnya
"Aku yang kandung dia, aku bisa rasakan kalau dia emang mau jalan-jalan sama kamu" Ucap Nuna
"Oke kita jalan-jalan tapi setelah nya kita pulang dan istirahat full" Ujar Cio
__ADS_1
"Iyah bawel" Jawab Nuna sambil mencubit pipi Cio