
Daddy Rio datang dengan Serena tapi mereka hanya hanya membawa makanan sedangkan belanjaan Serena yang lainnya ada di mobil
"Ka King! " Ujar Serena dan dia terkejut melihat King berambut pirang membuat nya nampak jelas jika dia blasteran
"Beneran ka King? ka king gak ganti warna rambut? " Tanya Serena lalu dia duduk di depan king sambil menatap tak percaya King
"Kenapa menatap nya gitu amat? " Tanya King
"Ganteng" Jawab Serena dan King hanya tersenyum
Nuna datang dia duduk di depannya King juga disamping nya Serena
"Ini permintaan Nuna buat aku gak warnain rambut ku lagi" Jawab King
"Paling cuma rapiin dikit" Sambung King
"Permintaan Ka Nuna? " Ujar Serena sambil menyipitkan matanya
"Agak lain yah" Ujar Serena lagi
Nuna nyengir kuda wajahnya seperti anak kecil yang mengesalkan tapi menggemaskan bahkan Cio melihatnya dari jauh geleng-geleng sambil tersenyum melihat istrinya
"Kaka makan aja" Suruh Serena lalu menyodorkan buah-buahan dalam kemasan
"Kamu kenapa Nuna? liat King kaya orang lagi jatuh cinta? " Tanya Mommy Intan
"Gak tau Mommy, kalau liat King bawaan pengen senyum aja" Jawab Nuna
"Pokoknya aku suka liat cowok yang ganteng apalagi bule" Sambung Nuna lagi lalu dia menutup mulutnya sebab dia keceplosan
Nuna menatap suaminya yang sudah memasang wajah datar menatapnya sinis
"Oh gitu ternyata" Ujar Cio
"Bagus ka! jadinya nanti anak kaka gak bakal jelek" Ujar Serena
"Tapi tetap Berci kamu yang paling tampan" Ujar Nuna
"Dad bisa di percepat gak latihan jalan ku jangan bulan depan biar aku cepat jalan" Ujar Cio
"Kaki kamu masih belum kuat" Jawab Daddy Rio
"Kuat kok Dad! aku bosan kalau gini terus" Ujar Cio
"Kamu tenang aja Cio, aku bakal jagain Nuna kok" Ujar King
"Malah itu yang aku khawatir kan sebab istri gua kaya kesemsem gitu sama kamu" Jawab Cio semuanya tertawa
__ADS_1
"Naaa" Ujar King lalu dia mengedipkan matanya pada Nuna dan sikap King berhasil membuat Cio kebakaran Jenggot
"Itu istri ku King jangan lu embat" Ujar Cio sambil menepuk-nepuk kasurnya dengan kuat
"Ka King jahil banget sih" Ujar Serena
"Habis nya kaya sensi amat kalau istrinya ku dekatin" Jawab King
Semuanya hanya tertawa melihat Cio yang seperti anak kecil begitupun Nuna juga tertawa melihat suaminya
"Berci lucu banget sih" Ujar Nuna
"Lucu apaan? aku cemburu" Jawab Cio
"Aku gak ngapa-ngapain? kenapa kamun cemburu" Tanya Nuna
"Ckkk" Cio berdecak kesal bahkan sampai membuang muka nya lalu Nuna berdiri mendekati suaminya
"Aku cuma bercanda" Ujar Nuna sambil mengelus pipi Cio
"Sini aja jangan disitu"Ujar Cio dan Nuna mengikuti saja
Disisi Lisa
Lisa berada di cafe makanan pedas, dia sejak tadi melamun memikirkan sesuatu
"Apa aku balik lagi aja yah ke Indonesia soalnya disini juga gak dapat apa-apa" Ujar Lisa
"Tapi Cio kapan pulang yah?" Ujar Lisa lagi berbicara sendiri
"Aku sudah balik ke circle ku dan kata jessica penghalang terbesar nya adalah Serena"Ujar Lisa
" Tapi jessica sudah gak bisa di andelin sebab dia sudah di bawah ancaman keluarga nya Cio jadinya aku harus lakuin semuanya sendiri gitu "Ucap Lisa
" Kok deketin mereka lebih susah disini dari pada di sana yah"Ucap Lisa yang terus berbicara sendiri
"Oh kan penghalang nya Serena? gimana caranya buat Serena berada di bawah kaki ku jadinya dia gak bakal bisa halangin aku lagi" Ujar Lisa
Lisa mematikkan jarinya karena dia menemukan ide untuk melumpuhkan Serena
"Aku tahu gimana caranya" Ujar Lisa
"Aku buat rencana disana ketika dia pulang tinggal eksekusi" Ujar Lisa dan dia tersenyum miring karena ide nya
Disisi Nuna lagi
Nuna sedang di luar bersama dengan Serena dan King sebab suaminya di haruskan tidur siang oleh dokter jadinya dia bisa jalan-jalan
__ADS_1
Mereka berjalan-jalan di pinggir jalanan kota karena Nuna memang sangat di anjurkan untuk lebih banyak bergerak sebab jika dia hanya di kamar atau duduk dia pasti akan mengantuk
King berjalan di belakang Serena dan Nuna, King menatap kepala Nuna sambil sesekali dia tersenyum
"Disini orang-orang pada gak perduli gitu yah" Ucap Serena yang sejak tadi melihat orang berlalu lalang tanpa perduli sekitar
"Beda negara beda budaya kan" Jawab Nuna
"Ka King" Panggil Serena
"Ya! " Jawab King
"Ka King sudah hampir semua negara kaka datangi, menurut kaka negara yang paling bagus negara apa? " Tanya Serena
"Semua negara indah Serena" Jawab King
"Tapi menurut kaka negara apa yang paling indah gitu" Tanya Serena
"Sampai saat ini masih negara Perancis yang menurut kaka paling bagus sebab dia di nobatkan negara romantis" Jawab King
"Woah! Kaka benar juga, kapan-kapan ke sana yuk ka" Ajak Serena pada Nuna
"Tanya suami ku" Jawab Nuna
"Oke" Ujar Serena
"Ka King misalnya udah nikah honeymoon nya kesana? " Tanya Serena
"Gak! sebab terlalu biasa, Aku akan membeli pulau agar disana aku bisa menikmati honeymoon ku dengan istri ku" Ujar King
"Misalnya istri kaka mabuk laut gimana? " Tanya Serena
"Emang ada mabuk laut? " Tanya King
"Ya ada lah King makanya ada orang-orang gak bisa liat ombak dia bakal muntah" Jawab Nuna juga
"Dunia terlalu biasa buat dijadikan tempat honeymoon ka! tapi yang bisa buat luar biasa itu gimana kita nge desainnya aja sih" Ujar Serena
"Aku suka cara pikir kamu Serena" Ujar King
"Kapan kita nikah ka? " Tanya Serena tiba-tiba tapi dia hanya bercanda
"Masih kecil" Ujar King lalu mengacak-acak rambut Serena sambil tertawa
"Yakin ka aku masih kecil? " Tanya Serena
"Serenaaaa" Tegur King dia hanya tertawa
__ADS_1
"Kalian semua berkeluarga dekat yah" Ujar Nuna
"Jelaslah dekat kan kami keluarga ka" Jawab Serena