
King tersenyum karena Nuna makan habis "Kamu kelaparan? " Tanya King melihat Nuna yang menghabiskan makanannya
"Aku masih lapar" Jawab Nuna. King mendengar itu langsung terkejut
"Masih lapar? " Tanya King tak percaya bahkan Prince juga tertawa
King mengambil punyanya lalu menyerahkannya pada Nuna "Makan lagi, kalau lapar lagi nanti aku belikan lagi" Ucap King lalu Nuna mengambilnya
Memakan nya seperti tadi dengan perlahan sambil sesekali melamun tapi King tidak membiarkan Nuna melamun dia terus mengajak Nuna bicara
"Mau main tebak-tebakan? " Ajak King agar Nuna bisa tertawa pikirnya tapi Nuna malah menggeleng
"Terus mau apa biar kamu gak ngelamun" Tanya King
"Dampingi suami ku" Jawab Nuna
"Tapi Cio tidak bisa di di jenguk lagi nanti karena kondisi masih lemah dan ruangan harus terus steril" Ucap King
"Jadi aku cuma bisa liat dari luar aja? " Tanya Nuna dan King mengangguk
Nuna langsung kehilangan selera makannya bahkan meletakkan makanan ke samping lalu tatapan kembali kosong
"Naaaa" Panggil King
"Sudah kenyang? " Tanya King
"Selera makan ku hilang" Ucap Nuna dengan wajah masam
King mengambil makanan yang Nuna singkirkan ke sampingnya tadi
"Habiskan Nuna!" Suruh King
"Kamu hampir pingsan tadi gara-gara belum makan" Ucap King
"Ck! Aku cuma mau pingsan bukan mati jadinya kamu gak perlu takut" Ucap Nuna santai
"Ayo main tebak-tebakan Nuna! Aku sering main tebak-tebakan dengan Kaka ku jika aku dan dia sedang merasa bosan" Ajak King lagi
"Kamu lagi bosan? Aku gak bosan kok" Jawab Nuna dan Cio terkekeh dengan jawabanya Nuna barusan
"Terus mau apa? " Tanya King lagi
"Suami ku sadar King hanya itu dan kalau bisa aku mau bertemu dengan pak tua itu" Ucap Nuna dengan sorot mata tajam pada King
"Aku bisa saja mengantarkan kamu ke dia tapi sama saja menyerahkan diri sih! soalnya dia mau pisahkan kamu dengan Cio" Ucap King
__ADS_1
"Jika kamu datang ke dia pasti kamu akan di sandra" Sambung King
"Aku bukan orang lemah King! aku benar-benar marah dengan apa yang di lakukan pak tua itu, Padahal suamiku sudah sangat sabar dengannya bahkan dia sering menyebutnya Papah sebagai tanda hormatnya" Ucap Nuna
"Naaa biar aku yang urus semuanya nantinya kamu fokus jaga Cio buat sembuh yah" Suruh King pada Nuna
"Tapi Mamah Figo gak terlibat kan? " Tanya Nuna pada King
"Tidak Nuna" Jawab King
"Jangan sakiti Mamah yah" Larang Nuna dan King mengangguk pelan sambil tersenyum tipis pada Nuna
"Aku memang brengsek Naa tapi aku tidak akan mungkin menyakiti wanita" Jawab King
"Benarkah? jija seandainya wanita itu bersalah ke kamu apa kamu bakal hukum dia? " Tanya Nuna
"Makanya aku bilang aku brengsek soalnya aku juga milih kalau kasih hukuman" Jawab King lalu dia tertawa sedangkan Nuna tersenyum
"Akhirnya tersenyum" Ucap King yang juga tersenyum
"Makasih King" Ucap Nuna dan King tersenyum menatap Nuna dengan tersenyum
"1 persen sedih ku berkurang" Ucap Nuna lagi dan King sedikit terkejut
"1 persen? aku bisa buat senyum Nuna bagaimana bisa hanya 1 persen? seharusnya 75 persen atau bahkan 100 persen" Ujar King yang tak Terima
"Baiklah Nuna bucin aku kalah" Ucap King sambil mengangkat kedua tangannya
Nuna lalu bersandar ke kursi dengan kaki selonjoran, tangannya juga melipat ke dada dengan tatapan ke depan
"Kemarin Tiara menemuiku, apa kamu yang suruh dia? " Tanya Nuna dan King mengangguk
"Nuna apa benar jika kamu punya ke mampuan untuk mendengar suara hati siapapun? " Tanya King
"Kamu tahu ini dari mana? suamiku? " Malah Nuna bertanya kembali pada King
"Cio tidak pernah mengakatan itu" Jawab King
"Jawab saja pertanyaan ku? " Suruh King
"Iyah" Ucap Nuna lalu King menghela nafasnya
"Kamu benar-benar istimewa Nuna! " Puji King
"Pantas aja sih kalau Cio perjuangin kamu mati-matian, kalau aku jadi dia, aku bakal lakuin itu juga sih" Ucap King dan Nuna mengerucut kan alisnya mendengar ucapan King
__ADS_1
"Maksudnya? " Tanya Nuna
"Itu cuma perbandingan bukan apapun" Jawab King santai
"Kamu istirahat apartemen ku saja soalnya dekat dengan rumah sakit ini" Ucap King
"Kamu? " Tanya Nuna
"Aku pulang dini hari menunggu Om Rio" Jawab King
"Aku nanti bakal suruh Aunty Intan buat temenin kamu" Sambung King
"Mau sekarang? " Tanya King yang menawarkan Nuna untuk ke apartemen nya
"Aku pamitan dengan suami ku" Ucap Nuna lalu dia buru-buru masuk ke ruangan Cio
Nuna berjalan sedikit cepat dan dia melihat Cio yang masih di posisi yang sama
Nuna menunduk membisikkan di telinga Cio dengan lembut
"Berci aku apartemen nya King yah, jika ruangan kamu sudah di pindahkan aku janji bakal nginep buat jagain kamu" Ucap Nuna
"Cepat sadar yah Berci sayang, aku kangen kamu" Ucap Nuna lagi
"Tapi aku gak yakin bisa tidur Berci makanya kamu harus cepat sadar yah biar kita bisa tidur bareng, aku mau bikin kamu ngambek lagi soalnya lucu" Ucap Nuna lalu dia tertawa kecil mengingat Cio yang suka ngambek padanya
Nuna mencium hidung Cio karena hanya bagian itu yang bisa dia cium dari wajahnya Cio
"Aku pergi dulu yah" Ucap Nuna tapi menatap wajah Cio dengan mata berbinar-binar
Cio menggerakkan kelopak matanya dan Nuna langsung terkejut melihatnya
"Berci" Ucap Nuna terkejut dan matanya benar-benar terkejut sekaligus senang
"Chagiii" Ucap Cio pelan
"Iyah-iyah aku disini" Jawab Nuna yang kesenangan
Cio menyeringitkan wajahnya karena luka yang di sekujur tubuh nya
"Kamu mau kemana? " Tanya Cio pelan
"Gak jadi" Jawab Nuna sambil menatap wajah Cio
"Jangan tinggalin aku" Ucap Cio lirih dia juga berusaha mengangkat tangannya tapi sayang tidak bisa
__ADS_1
"Aku gak pernah pergi Berci kecuali kamu minta aku buat pergi" Jawab Nuna dan ucapan Nuna berhasil membuat Cio tersenyum tapi tipis